Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS+PUTUSAN+MAHKAMAH+KONSTITUSI Tentang Terhadap Pembatalan Ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir - HP3_KIARA

ANALISIS+PUTUSAN+MAHKAMAH+KONSTITUSI Tentang Terhadap Pembatalan Ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir - HP3_KIARA

Ratings: (0)|Views: 46 |Likes:

More info:

Published by: Faisol Faisol Rahman on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

 
 
2011 
 Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi
 
Terhadap Pembatalan Ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP-3)
 
2
 Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi
1
 Terhadap Pembatalan Ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP-3)
M. Riza Damanik 
2
 
1
Tulisan ini merupakan analisis terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor3/PUU-VIII/2010 yang membatalkan ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir(HP-3) seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kamis 16 Juni 2011. Adapun sistematika penulisan sebagai berikut: Bagian 1, memaparkan inisiatif penulisan dokumen, penjabaran awal terkait persoalan HP-3 dan urgensidilakukannya Uji Materi ke Mahkamah Konstitusi. Bagian 2, menjabarkan substansigugatan Koalisi Tolak HP-3 ke Mahkamah Konstitusi. Bagian 3, analisis substansiPutusan Mahkamah Konstitusi. Bagian 4, analisis terhadap terobosan yang dilakukanoleh Mahkamah Konstitusi selain terhadap pokok pembatalan ketentuan HP-3.Bagian 5, ambiguitas putusan Mahkamah Konstitusi. Dalam hal ini menjabarkan hal-hal yang perlu menjadi perhatian. Bagian 6, (peluang) tindakan advokasi yang dapatdilakukan pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Dokumen dapat diunduh melaluiwebsite www.kiara.or.id 
2
Sekretaris Jenderal KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan); Pemohon IUji Materi UU No.27 Tahun 2007. Dapat dihubungi di Sekretariat Nasional KIARA: Jl.Lengkeng Blok J-5, Perumahan Kalibata Indah, Jakarta, INDONESIA 12750, Telp:+62 21 797 0482, Fax: +62 21 797 0482, website:www.kiara.or.id,email: riza.damanik@gmail.com atau kiara@kiara.or.id.
 
3
BAGIAN 1. PENGANTAR 
SETELAH sekitar 13 tahun menggeluti langsung isu-isu kelautan dan kenelayanan. Ada yang berbeda kurun empat tahun terakhir.
Pertama 
, agresivitas para nelayanuntuk mencari tahu dan mempelajari berbagai kebijakan dan program terkaitkenelayanan relatif tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian,satu tahapan menuju organisasi nelayan yang kuat: terorganisir, terdidik, danmandiri
 —
semakin dekat terwujud.
Kedua 
, keterlibatan dan perhatian publik 
 —
baik yang pro maupun kontra
 —
mulai dariaparatur pemerintah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), politisi, akademisi,mahasiswa/i, praktisi hukum, LSM, budayawan, dan perhatian publik secara umumuntuk membincangkan berbagai kebijakan dan program pemerintah dalam lingkupkelautan dan kenelayanan semakin membesar. Hal ini ditunjukkan dengan semakinmengarusutamanya gelombang politik, baik di tingkat lokal, nasional, hingga padaforum-forum global yang mendesakkan terwujudnya keadilan perikanan dalamberagam perspektif.Kali ini, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pasal-pasal terkaitHak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP-3), Kamis 16 Juni 2011, saya mendapatikembali keduanya. Di Sulawesi Utara, Selasa 21 Juni 2011, di hadapan sejumlahpimpinan-pimpinan organisasi nelayan tradisional, saya menemukan modalitas juangyang besar untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi ke dalam kehidupankeseharian kaum nelayan.
Bagi mereka yang sedang “terusir” dari ruang hidupnya (baca: perairan pesisir)—
mereka ingin merebut kembali hak-haknya dengan cara-cara yang konstitusional.Demikian pula bagi mereka yang (merasa) kehilangan eksistensinya sebagai nelayantradisional Indonesia
 —
tak sabar ingin mengetahui, adakah terobosan PutusanMahkamah Konstitusi yang dapat memulihkan kembali eksistensi keluarga nelayan.Di saat yang sama, publik luas, baik yang (sebelumnya) pro maupun kontra terhadapHP-3, tertarik mendalami Putusan Mahkamah Konstitusi yang telah menghabiskanwaktu persidangan lebih dari 1 tahun 5 bulan tersebut.Kesemuanya, mengharapkan adanya dokumen analisis sederhana terhadap putusanMahkamah Konstitusi: yang berisikan 169 halaman, dengan kerumitan sistematikapenulisan dan bahasa hukumnya yang khas.Untuk itulah, analisis putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Uji Materi Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulauKecil perlu dituliskan. Agar dapat memberikan gambaran yang lebih sederhanaterhadap Putusan Mahkamah Konstitusi, sekaligus berharap dapat memicu diskusikonstruktif untuk mengoperasionalkan hal-hal yang bermanfaat dari putusan iniuntuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Sekilas Mengenai HP-3
Pada tanggal 26 Juni 2007, dalam Sidang Paripurnanya, DPR RI mengesahkanUndang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP-PPK). Konon idenya adalah sebagai sebuah terobosan untuk mengurai konflik peraturan perundangan yang (sebelumnya) telah mengatur wilayahpesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk menjembatani keinginan negara melindungi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->