BANDUNG2012
BAB IPENDAHULUANA. SEJARAH PERAJUTAN
Pada teknologi pembuatan kain, perajutan merupakan salah satu cabangteknologi tersendiri yang berdiri sejajar dengan teknologi pembuatan kain lainnya,dan secara umum klasifikasi jenis kain dapat dibagi sebagai berikut :1.Kain tenun (
woven fabric
) yang dibentuk oleh anyaman-anyaman benang2.Kain rajut (
knitted fabric
) yang dibentuk oleh jeratan-jeratan benang dan3.Kain yang tidak termasuk kedua jenis kain di atas yaitu kain non woven (
nonwoven fabric
). Kain ini pada dasarnya dibentuk oleh suatu lapisan serat-serattekstil yang dikempa.Sejarah perajutan telah dimulai sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.Merajut pertama kali dilakukan oleh kaum pria di Jazirah Arab, Timur Tengah. Adapun tujuannya adalah untuk membuat permadani yang diperdagangkan olehpara pedagang Arab. Keterampilan merajut berikut hasil akhirnya yaitu permadanikemudian disebar ke berbagai belahan dunia. Di Asia pada awalnya dikenal didaerah Tibet, sedangkan untuk Eropa mulai dikenal di Spanyol kemudian ke daerahpelabuhan di wilayah Mediterania. Selanjutnya oleh bangsa Spanyol, keterampilanmerajut tersebut disebar ke wilayah Eropa lainnya. Lambat laun karena adakolonisasi Eropa di berbagai wilayah dunia, keterampilan ini menyebar hingga ke Amerika, Afrika, dan Asia.Merajut dan merenda disebarluaskan di Indonesia oleh bangsa Belanda,sehingga lebih sering dikenal dengan istilah
hakken
(merenda) dan
breien
(merajut).Saat ini kegiatan merajut, yang tadinya pekerjaan kaum pria, banyak diminati kaumwanita, dimana pekerjaan merajut pada umumnya dilakukan dengan cara membuat jeratan-jeratan benang yang terangkai satu sama lain, hingga membentuk kain.Peralatan yang digunakanpun masih sangat sederhana. Pada mulanyapekerjaan ini dilakukan cukup dengan bantuan dua batang kayu, bambu atau besiyang bentuknya bulat kecil sepanjang kira-kira 40 cm (
breien
). Perkembanganselanjutnya ialah menggunakan sepotong batang bulat kecil yang pada salah satuujungnya mempunyai kain sedang bagian tengahnya berbentuk pipih (
hakken
).Dengan gerakan-gerakan tertentu yang cukup sederhana, alat-alat ini digerakkandengan tangan, mengambil benang dan selanjutnya membentuknya menjadi jeratan.
2