Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
103Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
20080202 Partus Normal JJE 20080202

20080202 Partus Normal JJE 20080202

Ratings:

4.85

(80)
|Views: 16,800 |Likes:
Persalinan normal tetap memerlukan pengawasan yang seksama dan berkesinambungan. Pemeriksaan berkala kemajuan persalinan, DJJ dan pengisian partograf merupakan bagian yang tidak boleh terlewatkan.
Persalinan normal tetap memerlukan pengawasan yang seksama dan berkesinambungan. Pemeriksaan berkala kemajuan persalinan, DJJ dan pengisian partograf merupakan bagian yang tidak boleh terlewatkan.

More info:

Published by: Judi Januadi Endjun, MD, ObsGyn on Jan 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2014

 
2. PARTUS NORMAL
Hugh Dixon Wolcott dan Kathleen J. BalleyDalam Manual of Obstetrics Edisi ke VII, 2007
(
diterjemahkan oleh : Judi Januadi Endjun
)KATA KUNCI
Persalinan merupakan proses fisiologi normal
Hanya sekitar 50% kehamilan risiko tinggi, disertai penyulit, yang dapatdiidentifikasi sebelum skrining (penapisan) dan masuk rumah sakit untukmelahirkan. Pemeriksaan yang teliti terhadap ibu dan janin sebelum terjadinyapersalinan sangat penting.
Pemahaman terhadap prinsip-prinsip persalinan normal dan fisiologi ibu-janindiperlukan untuk menghindari tindakan intervensi yang tidak perlu pada waktupersalinan.
Melalui penelitian prospektif, acak, terkontrol, ternyata pemantauan janinelektronik kontinyu (
PJEK 
) tidak terbukti bermanfaat banyak sehinggapenggunaannya di kamar bersalin harus berdasarkan indikasi.
Permintaan pasien untuk melahirkan tanpa nyeri sudah merupakan kondisi yangperlu dipertimbangkan untuk dipenuhi.
Episiotomi rutin tidak terbukti memperbaiki luaran janin sehingga tindakantersebut hanya dilakukan atas indikasi klinis yang jelas..
 LATAR BELAKANGDefinisi
Persalinan adalah suatu proses kontraksi rahim yang teratur untukmengeluarkan janin dari rongga rahim.
persalinan aterm adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan 37 – 42 minggudihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT.).
Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum kehamilan 37 minggu.
Kehamilan posterm adalah kehamilan setelah 42 minggu dan keadaan inimemerlukan pemantauan yang ketat.
Pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu disebut keguguran (abortus), bisaterjadi spontan atau elektif.
PEMERIKSAAN PASIEN INPARTU
Pemeriksaan pasien inpartu meliputi :
o
Anamnesis
o
Pemeriksaan fisik
o
Pemeriksaan laboratorium selektif 
o
Penilaian janin
Kesan klinis dan rencana tatalaksana pasien disusun berdasarkan informasiyang sudah diperoleh.
 
 Partus Normal  JJE-20080203
2
Anamnesia
 Anamnesis Tanda Persalinan Saat ini 
 
Kontraksi-kontraksi
o
Nilai kontraksi uterus : kapan mulainya, serta berapa frekuensinya,lamanya, dan intensitasnya.
o
Kontraksi yang menimbulkan pendataran dan pembukaan serviksseringkali terjadinya teratur dan semakin kuat (pasien tidak mampu lagiberjalan atau berbicara pada saat terjadinya kontraksi) dan disebut his.Juga sering disertai keluarnya lendir bercampur darah dari kanalisservikalis yang tengah mengalami proses pendataran, disebut
bloody show 
.
o
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, wanita hamil sering mengalamikontraksi rahim yang tidak teratur, ringan, dan tidak menimbulkanperubahan pada serviks, disebut kontraksi
Braxton-Hicks
.
o
Perbedaan persalinan yang sesungguhnya dengan persalinan palsudapat dilihat pada Tabel 2.1Tabel 2.1 Perbedaan persalinan yang sesungguhnya dengan persalinan palsu
Faktor-faktor Persalinan sesungguhnya Persalinan palsu
Kontraksi uterusInterval antar kontraksiIntensitas kontraksiLokasi nyeriEfek analgesiaPerubahan serviksInterval teratur Bertahap semakin pendekBertahap semakin kuatPunggung dan abdomenTidak dapat dihilangkandengan sedasiPendataran dan pembukaanprogresif Interval iregular Tetap lamaTetap samaKebanyakan di perutbagian bawahSeringkali hilang denganpemberian sedasiTidak ada perubahan
Ketuban Pecah
o
Keadaan selaput ketuban perlu ditentukan jika hal ini tidak dilaporkansebagai bagian dari keadaan awal.
o
Pasien dapat mengeluh hanya keluar cairan atau dapat juga disertaikontraksi rahim. Awal terjadinya ketuban pecah merupakan hal pentingkarena ketuban pecah lama meningkatkan risiko khorioamnionitis.
o
Bila pasien merasakan tiba-tiba keluar cairan banyak dari vagina danselanjutnya terus keluar cairan, maka sangat mungkin ketubannya sudahpecah (data ini dapat dipercaya untuk lebih dari 90% pasien).
o
Kadang-kadang pasien hanya merasakan pakaian dalamnya basah(lembab) dan ragu apakah karena urin, sekresi vagina, lendir serviks,atau cairan ketuban.
o
Diagnosis ketuban pecah dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaanfisik, laboratorium, dan USG.
 
 Partus Normal  JJE-20080203
3
Pemeriksaan fisik memakai spekulum vagina steril.
Pemeriksaan laboratorium : pH vagina dan uji
fern
. Hasil positif palsu dapat terjadi bila terdapat urin yang bersifat basa, lendir serviks, vaginosis bakterial, dan darah.
Pemeriksaan USG untuk menilai volume cairan amnion dilakukanbila pemeriksaan fisik dan laboratorium masih meragukan.
Bila status selaput ketuban tetap masih meragukan meskipunpemeriksaan di atas telah dilakukan, maka taruh kertas lakmus didaerah perineum, pakai celana dalam, dan mobilisasi pasien.Setelah beberapa waktu, lakukan penilaian kertas lakmus tersebut,bila terjadi perubahan warna lakmus, kemungkinan telah terjadiketuban pecah. Tanyakan juga warna cairan yang keluar, apakahdarah atau mekoneum.
Perdarahan per vaginam
Jika ada, harus dipastikan berapa banyak perdarahan per vaginam.
Perdarahan bercak atau mukus yang disertai sedikit darah merupakan keadaanyang sering ditemukan pada persalinan normal.
Perdarah per vaginam yang banyak memerlukan pemeriksaan lebih lanjutkarena perdarahan tersebut dapat abnormal dan menggambarkan beratnyakelainan yang terjadi (Lihat Bab 9).
Gerakan Janin
Pada awal pemeriksaan pasien inpartu harus ditanyakan mengenai gerak janin.Kebanyakan pasien mengetahui pola dasar aktivitas gerakan janinnya.
Bila pasien melaporkan bahwa gerakan janinnya jarang atau semakin berkurangbila dibandingkan dengan pola gerakan sehari-harinya, maka kesejahteraan janin perlu dipastikan.
o
Penilaiannya dapat memakai pemantauan kesejahteraan janin melalui ujitanpa beban (
non-stress test = NST 
), uji dengan beban (
contractionstress test = CST 
), atau profil biofisik (Lihat Bab 32).
o
Panduan penghitungan gerak harian janin seringkali dipergunakan rutinpada kehamilan trimester ketiga sebagai sarana penapisankesejahteraan janin.
Riwayat Kehamilan Sekarang 
Riwayat kehamilan sekarang dapat diperoleh melalui anamnesis di kamar bersalin atau melalui penelusuran rekam medik.
Catatan antenatal dapat berasal dari rumah sakit dimana pasien biasamelakukan pemeriksaan atau berasal dari rumah sakit luar. Mungkin juga pasienyang datang tidak pernah melakukan asuhan antenatal atau tanpa data rekammedis.
Jika ada rekam medis, hal-hal penting dari data tersebut harus diverifikasi ulangdengan pasien.
Usia Gestasi
 
Penentuan usia gestasi terbaik adalah berdasarkan data dari rekam medikantenatal.
o
Semakin terlambat pasien melakukan asuhan antenatal, maka semakinsulit menentukan berapa usia gestasi yang tepat.

Activity (103)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Mely Eka Jayanti liked this
Inha Rassi liked this
gireza liked this
Yusuf Phoenix liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->