Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kewajiban Perusahaan Melengkapi Izin Lingkungan Yang Ber Operasional Sebelum Diundangkannya Uu Nomor 32 Tahun 2009

Kewajiban Perusahaan Melengkapi Izin Lingkungan Yang Ber Operasional Sebelum Diundangkannya Uu Nomor 32 Tahun 2009

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:

More info:

Published by: Giga Patra Multimedia on Jul 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
Kewajiban Perusahaan Melengkapi Izin Lingkungan YangBer-Operasional Sebelum Diundangkannya UU Nomor 32tahun 2009
Oleh : Ian MaradonaMahasiswa Pascasarjana FH Universitas Indonesia Salemba, Jakarta
A.Pendahuluan
Dalam Opini Hukum ini yang dimaksud dengan :1.Izin lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orangyang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib amdal atauUKL-UPL dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkunganhidup sebagai prasyarat untuk memperoleh izin usaha dan/ataukegiatan.2.Izin usaha dan/atau kegiatan adalah izin yang diterbitkan olehinstansi teknis untuk melakukan usaha dan/atau kegiatan.3.Analisis mengenai dampak lingkungan hidup, yang selanjutnyadisebut Amdal, adalah kajian mengenai dampak penting suatu usahadan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yangdiperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentangpenyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.4.Upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauanlingkungan hidup, yang selanjutnya disebut UKL-UPL, adalahpengelolaan dan pemantauan terhadap usaha dan/atau kegiatanyang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yangdiperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentangpenyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan5.Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang selanjutnyadisingkat DPLH, adalah dokumen yang memuat pengelolaan danpemantauan lingkungan hidup yang dikenakan bagi usaha dan/ataukegiatan yang sudah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapibelum memiliki UKL-UPL.Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau disingkat dengan AMDALdiatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 sebelumnya diatur dalam UU No. 23 Tahun 1997, penjelasan lebih jauh mengenai pengaturannya tersebardalam berbagai Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri LingkunganHidup, maupun Peraturan Gubernur sebagai Kepala Daerah.Dalam UU No 32 Tahun 2009, AMDAL mendapat porsi yang cukupbanyak dibandingkan instrumen lingkungan lainnya, dari 127 pasal yangada, 23 pasal diantaranya mengatur tentang AMDAL. Tetapi pengertianAMDAL pada UU No. 32 Tahun 2009 berbeda dengan UU No. 23 Tahun1997, yaitu hilangnya
“dampak besar”.
Jika dalam UU No. 23 Tahun1997 disebutkan bahwa “AMDAL adalah kajian mengenai
dampak besar
dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakanpada lingkungan hidup ......”, pada UU No. 32 Tahun 2009 disebutkan
1
 
bahwa “ AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu usahadan/atau kegiatan yang direncanakan .....”.Dari ke 23 pasal tersebut, ada pasal-pasal penting yang sebelumnyatidak termuat dalam UU No. 23 Tahun 1997 maupun PP No.27 Tahun1999 dan memberikan implikasi yang besar bagi para pelaku AMDAL,termasuk pejabat pemberi ijin.Hal-hal penting baru yang terkait dengan AMDAL yang termuat dalamUU No. 32 Tahun 2009, antara lain :
1.
AMDAL dan UKL/UPL merupakan salah satu instrumen pencegahanpencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup;
2.
Penyusun dokumen AMDAL wajib memiliki sertifikat kompetensipenyusun dokumen AMDAL;
3.
Komisi penilai AMDAL Pusat, Propinsi, maupun kab/kota wajibmemiliki lisensi AMDAL;
4.
Amdal dan UKL/UPL merupakan persyaratan untuk penerbitan izinlingkungan;
5.
Izin lingkungan diterbitkan oleh Menteri, gubernur, bupati/walikotasesuai kewenangannya.Selain ke - 5 hal tersebut di atas, ada pengaturan yang tegas yangdiamanatkan dalam UU No. 32 Tahun 2009, yaitu dikenakannya sanksipidana dan perdata terkait pelanggaran bidang AMDAL. Pasal-pasal yangmengatur tentang sanksi-sanksi tersebut, yaitu:
1.
Sanksi terhadap orang yang melakukan usaha/kegiatan tanpamemiliki izin lingkungan;
2.
Sanksi terhadap orang yang menyusun dokumen AMDAL tanpamemiliki sertifikat kompetensi;
3.
Sanksi terhadap pejabat yang memberikan izin lingkungan yangtanpa dilengkapi dengan dokumen AMDAl atau UKL-UPL.
B.
Latar Belakang
Opini hukum ini dibuat sebagai dasar acuan Management Perusahaanuntuk mengambil kebijakan perlu atau tidaknya diadakan suatudokumen mengenai lingkungan untuk kepentingan Perusahaan dandemi terwujudnya Good Corporate Governance
C.Pembahasan
Merunut pendahuluan dan latar belakang diatas, dalam hal Perusahaanbelum memiliki dokumen lingkungan hidup (AMDAL/UKL/UPL) danapakah harus diadakan suatu dokumen terkait lingkungan hidup sepertiAmdal/UKL/UPL perlu dirunut melalui Peraturan terkait.
2
 
Menurut Paragraf 6 UU No. 32 Tahun 2009 mengenai UKL-UPLPasal 34
1).
Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasukdalam kriteria wajib amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23ayat (1)
wajib memiliki UKL/UPL
.2).Gubernur atau bupati/walikota menetapkan jenis usahadan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL.Pasal 23 UU No. 32 Tahun 2009, seperti disebut dalam Pasal 34 UU No.32 Tahun 2009 berisi mengenai :(1).Kriteria usaha dan/atau kegiatan yang berdampakpenting yang wajib dilengkapi dengan amdal terdiri atas:a.pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;b.eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupunyang tidak terbarukan;
c.
proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkanpencemaran dan/atau kerusakan lingkungan idup sertapemborosan dan kemerosotan sumber daya alam dalampemanfaatannya;d.proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhilingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial danbudaya;e.proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhipelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan/atauperlindungan cagar budaya;f.introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasad renik;g.pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati;
h.
kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dan/ataumempengaruhi pertahanan negara; dan/ataui.penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensibesar untuk mempengaruhi lingkungan hidup.(2).Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis usaha dan/ataukegiatan yang wajib dilengkapi dengan amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri.
Adapun lebih lanjut mengenai ketentuan UKL/UPL diatur dalam PERATURANMENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANGUPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUANLINGKUNGAN HIDUP DAN SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAANDAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP, dalam Pasal 2 dinyatakan bahwa :
(1).Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasukdalam kriteria wajib amdal wajib memiliki UKL-UPL.(2).Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajibdilengkapi UKL-UPL wajib membuat SPPL.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->