Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mahalnya Biaya Pendidikan Dokter Spesialis

Mahalnya Biaya Pendidikan Dokter Spesialis

Ratings:

5.0

(6)
|Views: 2,859 |Likes:
Published by sutopo patriajati
Wapres RI beberapa waktu yang lalu melalui beberpa media massa berjanji akan meninjau ualng tentang mahalnya biaya pendidkan dokter spesialis. Seberapa mahal estimasi biaya unutk pendidikan dokter spesialis dan apa motif yang miungkin melatar belakangi kenekatan seorang dokter umum untuk mau merogoh koceknya dalam-dalam demi meraih gelar dokter spesialis?
Wapres RI beberapa waktu yang lalu melalui beberpa media massa berjanji akan meninjau ualng tentang mahalnya biaya pendidkan dokter spesialis. Seberapa mahal estimasi biaya unutk pendidikan dokter spesialis dan apa motif yang miungkin melatar belakangi kenekatan seorang dokter umum untuk mau merogoh koceknya dalam-dalam demi meraih gelar dokter spesialis?

More info:

Categories:Types, Research
Published by: sutopo patriajati on Jan 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

 
MAHALNYA BIAYA PENDIDIKAN DOKTER SPESIALISOleh : Sutopo Patria JatiPENDAHULUAN
Dalam sebuah seminar kesehatan tanggal 15 Januari 2004 di FakultasKesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, salah seorang pembicara dari Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan Pemberdayaan KonsumenKesehatan Indonesia yaitu dr. Taufik Kresno Dwiyono, SpPD, menyatakan bahwa“ Akhir-akhir ini sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menempuh pendidikandokter spesialis di Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP terutama yang menggunakan jalur pendidikan mandiri (bukan dari PNS) cenderung dikenakan biaya seleksimasuk yang sangat besar, khususnya bagai masyarakat yang akan memilih beberapa jenis pendidikan spesialis yang dikenal favorit, salah satu informasi yangmembuat heboh kita adalah agar dapat diterima menjadi peserta pendidikan dokter spesialis bagian Kulit dan Kelamin salah seorang calon dimintai kontribusi sebesar Rp 1 Milyar dan dia dikabarkan telah menyanggupinya !”Kebijakan pemerintah untuk menjadikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)sebagai sebuah Badan Hukum Milik Negara (BHMN) diidikasikan telah membuatmasyarakat semakin terbebani dalam pembiayaan pendidikannya. Konsekuensilogis akibat kebijakan tersebut menyebabkan setiap PTN berusaha keras mencarisumber pendanaan baru secara mandiri / otonom agar dapat menutup kehilangansubsidi dana pendidikan yang selama ini diperoleh dari anggaran pemerintah.Salah satu upaya mencari dana kompensasi yang relatif paling mudah dilakukanadalah dengan cara memungut dana pendidikan yang lebih tinggi bagi para pesertadidik / masyarakat. Ada beberapa pola yang dipakai dalam penggalian danatersebut antara lain melalui metode menjual beberapa jatah kursi bagi calonmahasiswa agar dapat diterima tanpa test (jalur khusus) dari setiapfakultas/program studi dengan tarif yang berbeda tergantung kefavoritan masing-masing Di UNDIP juga telah menerapkan metode yang sama, untuk dapatditerima jalur khusus selain harus masuk dalam rangking 10 besar disekolah makacalon mahasiswa/masyarakat harus berani melakukan proses tawar menawa
 
dengan panitia khusus pada saat tahap penyeleksian. Meskipun berdasarkan suratedaran dari pimpinan UNDIP telah ditetapkan plafon tarif standar ditiap fakultas / prodi, namun pada kenyataanya sering terjadi masyarakat rela membayar jauhlebih tinggi diatas plafon tarif terutama di beberapa fakultas/prodi favorit. Salahsatu contoh terjadi di pendidikan S1 FK UNDIP yang seharusnya ditetapkan plafon tarif Rp.100.000.000,- ternyata berdasarkan informasi dari calonmahasiswa/ masyarakat yang diterima di jalur khusus tersebut berani membayar hampir dua kali dari plafon tariff tersebut.Ilustrasi diatas sekedar menggambarkan sebuah fenomena yang bagimasyarakat awam tentu sangat mengherankan dan membingungkan serta sangatironis terlebih lagi jika dihubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yangmasih diterpa berbagai krisis multidimensi sebagai akibat dari krisis keuangan dan perekonomian negara sejak tahun 1997. Sampai sekarang dan mungkin sampaimasa mendatang akan terus terjadi berbagai keironisan tersebut terkait problem pembiayaan atau pendanaan yang harus ditanggung masyarakat untumendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lebih tinggi termasuk di pendidikan dokter spesialis. Hal yang menarik meskipun telah diketahui olehmasyarakat luas terkait dengan munculnya fenomena semakin mahalnya ( semakintidak rasionalnya) pembiayaan pendidikan bagi dokter spesilai tersebut, ternyatadisisi lain masih sangat langka dijumpai upaya melakukan kajian yangkomprehensif dari berbagai pihak (
 stakeholders
) termasuk para ahli pendidikantentang bagaimana dampak penerapan kebijakan pembiayaan khususnya bagi pendidikan dokter spesialis yang cenderung tidak memenuhi rasa keadilanmasyarakat dan dikhawatirkan mungkin akan semakin dieksploitasi untukepentingan-kepentingan diluar pendidikan itu sendiri.Atas dasar kondisi tersebut maka paper ini akan berusaha mengkritisifenomena tersebut menggunakan pendekatan disiplin ilmu ekonomi pendidikandan dilihat dari perspektif kepentingan konsumen / masyarakat, institusi penyelenggara (provider) jasa pendidikan dan pemerintah selaku regulator bidang pendidikan.
 
PEMBAHASAN
TEORI PERILAKU KONSUMEN JASA PENDIDIKAN DOKTER SPESIALISSetiap konsumen dalam membeli produk mempunyai perilaku yang berbeda.Untuk mempelajari perilaku calon dokter spesialis dapat menggunakan konsepkotak hitam pembeli seperti yang terlihat dalam gambar 1 dibawah ini :
Rangsangan dari Luar Kotak Hitam Pembeli (calondokter spesialis)TanggapanPembeliLingkunganPemasaranKarakteristiPembeliProsesKeputusanPembeliPilihan Produk /Jasa Pendidikan
Ekonomi Produk Kebudayaan Masalah Pilihan JenisSpesialisasiTeknologi Harga Informasi Pilihan Disain(Jalur Kedinasanatau biayasendiri/mandiri)Politik Distribusi Sosial Evaluasi
Timing 
& alokasiwaktu untuk  pendidikanBudaya Promosi Keputusan JenjangPendidikan(spesialis – superspeialis )Fisik Individu PerilakuPurna BeliPilihan TempatPendidikan
Gambar1 : Modifikasi Model Perilaku Calon Dokter Spesialis
(Sumber :Modifikasi dari
Membongkar Kotak Hitam Konsumen
.)
1)
 Agar dapat lebih memahami perilaku konsumen jasa pendidikan harusdibedakan berbagai peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembeliansebagai berikut:
2)
1.
Siapa yang mengambil inisiatif dalam pembelian (
inisiator)
2.
Siapa yang mempengaruhi atau memberi nasehat dalam pembelian (
influencer 
)
3.
Siapa yang mengambil keputusan membeli meliputi apa, bagaimana dandimana membelinya (
decider 
)
4.
Siapa yang melakukan pembelian (
buyer 
)

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tommy Darmadi liked this
Doly Syamsuarni liked this
Indo Habeahan liked this
Yuvi So liked this
Bend Al-Haq liked this
Penny Sari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->