Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH

PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:
Published by Benny Fitra

More info:

Published by: Benny Fitra on Jul 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

 
MAKALAH
PENGEMBANGAN KURIKULUMSEKOLAH
 
[Tugas akhir Mata KuliahManajemen dan Kepemimpinan KurikulumSemester II]
Oleh
Benny Fitra, B.Ed
[0805 S2 829]
Dosen Pembimbing
DR. H. YASMARUDDIN BARDANSYAH, Lc, MA
1
PROGRAM PASCA SARJANAUIN SULTAN SYARIF KASIM (SUSKA)PEKANBARU2009
 
PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH
Oleh: Benny Fitra, B.Ed
BAB IPENDAHULUAN
Banyaknya siswa yang tidak lulus di suatu sekolah dan di daerah-daerah, mendatangkan pertanyaan besar, ada apa dan kenapa? Hal inimenjadikan pekerjaan rumah bagi kita, demikian juga bagi pemerintahtentang pengadaan sarana prasarana, dan peningkatan sumber dayamanusia.Menteri Pendidikan Nasional Bambang sudibyo, mengatakanmemperbaiki kualitas pendidikan bukan dengan cara menurunkan standartetapi melakukan perbaikan mutu,
ibarat orang main voli, bukan net yangditurunkan, tetapi pemain yang diperbaiki.
Peningkatan kualitas denganmemperbaiki sistem pendidikan, mulai dari penerapan kurikuluk, prosespembelajaran, lulusan, pendidikan dan tenaga pendidik, sarana-prasarana,pengelola pendidikan, pembiayaan, dan penilaian.Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 dan dilanjutkan denganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006, memiliki muatankeilmuan umum, akademis, keterampilan dan kejujuran. Keilmuan iniuntuk membekali para lulusan untuk memasuki dunia kerja dalamberbagai bidang keahlian, sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuanmasing-masing individu. Suatu keahlian dalam dunia kerja merupakantuntutan yang tidak dapat dielakkan, Rasulullah SAW pernah bersabdabahwa
suatu pekerjaan harus diserahkan kepada seseorang yangmemiliki keahlian, bila pekerjaan itu tidak diserahkan kepadayang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran
”.
Demikian jugakurikulum dipersiapkan secara komprehensif, agar dapat menjawabkebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia dalam menyonsong eraglobalisasi.
2
 
BAB IIPEMBAHASANA.Pengertian Kurikulum
Banyak definisi kurikulum yang pernah dikemukakan para ahli.Definisi-definisi tersebut bersifat operasional dan sangat membantu prosespengembangan kurikulum tetapi pengertian yang diajukan tidak pernahlengkap. Ada ahli yang mengungkapkan bahwa kurikulum adalahpernyataan mengenai tujuan (MacDonal; Popham), ada yangmengemukakan bahwa kurikulum adalah suatu rencana tertulis (Tannerand Tanner, 1980), ada yang menyatakan bahwa kurikulum adalahpengalaman nyata yang dialami peserta didik dengan bimbingan sekolah(Saylor dan Alexander, 1980). Definisi-definisi ini tidak lengkap dan hanyaberkenaan dengan salah satu dimensi kurikulum dari tiga kurikulum yaitudimensi ide, dimensi dokumen, dimensi implementasi (Hasan, 1999; Hasan, 2006). Padahal, kurikulum terdiri dari dimensi ide, dokumen tertulis,implementasi, dan hasil (Hasan, 2000).Pengertian operasional juga dianut dalam Undang-Undang nomor 20tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional dan digunakan dalamPeraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005. Pasal 1.19 UU nomor 20tahun 2003 merumuskan kurikulum sebagai “seperangkat rencana danpengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yangdigunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaranuntuk mencapai tujuan pendidikan nasional”. Definisi operasional memangdirumuskan sedemikian teknis karena fungsinya adalah digunakan untukproses pengembangan yang bersifat teknis pula. Definisi yangdikemukakan UU nomor 20 tahun 2003 tersebut menggambarkanketerkaitan antara apa yang dikembangkan sebagai rencana dan apa yangseharusnya terjadi dalam proses pembelajaran. Definisi tersebut mengakuibahwa proses pembelajaran adalah proses pelaksanaan dari apa yangdirencanakan tetapi ada pengakuan yang implicit bahwa apa yang terjadidalam proses tidak harus sama persis dengan apa yang direncanakan.Definisi UU nomor 20 tahun 2003 tersebut tersebut memberikankelonggaran (space) bahwa kondisi tertentu suatu lingkungan belajar
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->