Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
perawatan paliatif geriatrik

perawatan paliatif geriatrik

Ratings: (0)|Views: 325|Likes:
Published by Ferdi Dan Dhian

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Ferdi Dan Dhian on Aug 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2014

pdf

text

original

 
PERAWATAN PALIATIF GERIATRIK 
Di lingkungan kita saat ini, mayoritas kematian adalah dari kalangan lansia. Paralansia tersebut biasanya meninggal perlahan-lahan karena penyakit kronis, setelahmelalui suatu jangka waktu yang panjang, dengan banyak masalah yang turutmenyertai, ketergantungan terhadap orang lain yang semakin progresif, dankebutuhan akan perawatan kesehatan yang semakin besar yang harus dihadapi olehanggota keluarga lainnya. Mereka menghabiskan mayoritas bulan-bulan dan tahun-tahun terakhirnya di rumah namun, pada sebagian besar lokasi di negara ini, merekameninggal dikelilingi oleh orang-orang asing di rumah sakit atau rumah perawatan.Banyak fakta yang menegaskan bahwa kualitas hidup selama proses lansia tersebutmeninggal seringkali buruk, yang digambarkan juga oleh distres fisik yangditangani secara inadekuat, sistem perawatan yang terpecah-pecah, buruk hinggatiadanya komunikasi diantara dokter dan pasien serta keluarganya, dan tekananyang besar terhadap pihak keluarga yang memberi perawatan dan sistem suport.Dalam Bab ini, kami memfokuskan diri pada perawatan paliatif yang dibutuhkanoleh orang dewasa yang sudah tua.
BIOLOGI PENUAANKomposisi Tubuh
Penuaan adalah proses yang mengkonversi orang dewasa yang sehat menjadi orangyang lemah dengan berkurangnya sebagian besar fungsi dari sistem fisiologis dandengan peningkatan secara eksponensial dari kerentanan terhadap penyakit dankematian (1). Penuaan adalah faktor risiko yang paling umum dan signifikan dari penyakit secara umum. Proses penuaan itu sendiri masih merupakan misteri, masihsedikit sekali dipahami bahkan di masa ini dimana sudah terdapat perkembanganyang lanjut dalam kemampuan bioteknologi. Penuaan yang normal nampaknyamerupakan suatu proses yang cukup jinak. Fungsi dan kontrol homeostasis darisistem organ dalam tubuh terus menurun lambat dan pasti. Umumnya, erosi yanglambat ini hanya menjadi jelas pada waktu dimana terdapat stres maksimum padatubuh atau penyakit yang serius. Namun, seiring dengan berlanjutnya proses, makin
 
kecil gangguan yang dibutuhkan oleh kelemahan fisiologis yang mendasar untuk memberikan manifestasinya. Sulit untuk membedakan efek penuaan saja dari penyakit konkuren-konkuren yang berhubungan atau dengan faktor-faktor lingkungan. Pada akhirnya, sebuah titik kritis akan tercapai, ketika sistem padatubuh tak sanggup lagi untuk menampung, dan kematian pada akhirnya akandihasilkan. Morbiditas seringkali terkompresi hingga periode terakhir hidupnya (2).Perubahan-perubahan yang substansial terjadi pada komposisi tubuh seiring proses penuaan. Perubahan-perubahan tersebut menjadi penting ketika dihubungkandengan kebutuhan nutrisional, farmakokinetik, dan aktivitas metabolik. Seiring satuorang dewasa semakin menua, proporsi lipid dalam tubuh akan mengganda dan
lean body mass
semakin menurun. Tulang dan organ visera mengecil dan
basal metabolic rate
juga menurun. Walaupun perubahan-perubahan yang berhubungandengan usia secara spesifik terjadi pada tiap sistem organ, perubahan-perubahandalam komposisi tubuh dan metabolisme sangat bervariasi bagi tiap-tiap individual.
Fungsi Ginjal
Ginjal yang semakin menua akan kehilangan nefron-nefronnya yang masih berfungsi. Penelitian
cross-sectional 
dan longitudinal telah menunjukkan sebuah penurunan dalam klirens kreatinin. Terdapat juga bukti untuk menunjukkan penurunan aliran plasma ginjal, penurunan sekresi tubuler dan reabsorpsi, penurunan sekresi hidrogen, dan penurunan absorpsi dan ekskresi air (3). Jika penyakit ginjal berkomplikasi dalam proses penuaan ini, hasil yang didapat bisasangat mengganggu.Fungsi ginjal yang mendasar merupakan masalah penting pada farmakologigeriatri. Banyak obat yang bergantung pada mekanisme ginjal untuk eksresinya daridalam tubuh dan metabolit obatnya dapat tertimbun sehingga menyebabkanterjadinya efek samping atau cedera toksik pada sebuah sistem yang mengalamigangguan. Sebagai contoh, metabolit meperidin yang mengalami klirens lewatginjal, normeperidin, dapat terakumulasi pada lansia dan menjadi predisposisidelirium, eksitasi sistem saraf pusat, atau kejang. Obat-obatan yang umumdigunakan kemungkinan besar dapat merusak ginjal pada lansia, termasuk juga
 
obat-obatan anti-inflamasi non-steroid/
non-steroid anti-inflammatory drugs
(NSAID), aminoglikosida, dan cat kontras intravena (4).
Fungsi Hepar dan Gastrointestinal
Traktus gastrointestinal tidak terlalu berubah pada penuaan daripada sistem normallain, namun tetap terdapat beberapa defisiensi yang dapat mempengaruhi pengantaran dan pemecahan obat, sebagaimana juga status nutrisi dan metabolisme.Esofagus dapat menunjukkan waktu transit yang tertunda. Gaster dapat mengalamiatrofi dan memproduksi lebih sedikit asam. Transit di kolon juga sangat melambat,sedangkan waktu transit di usus halus nampaknya tidak terpengaruh. Fungsi pankreas biasanya terjaga dengan cukup baik, walaupun sekresi tripsin dapatmengalami penurunan.Hepar biasanya menjaga fungsinya dengan cukup adekuat, walaupunterdapat perubahan variabel yang dapat dilihat pada jalur metaboliknya. SitokormP-450 dapat menurun dalam hal efisiensinya dan enzim hepar dapat menjadi sulitterinduksi. Perubahan yang paling signifikan adalah penurunan tajam dalamdemetilisasi, proses yang akan memetabolisir obat seperti benzodiazepin di hepar.Perubahan ini dapat menyebabkan munculnya kebutuhan untuk dilakukan penyesuaian dosis sebelum obat diberikan. Sebagai tambahan, obat yang menjalanimetabolisme
 first-pass hepatic
lewat ekstraksi dari darah dapat mengubah klirensseiring dengan usia yang semakin bertambahn karena adanya penurunan alirandarah di hepar.
Perubahan Pada Otak dan Sistem Saraf Pusat
Otak dan sistem saraf pusat akan mengalami atrofi secara perlahan-lahan seiringusia. neuron berhenti berproliferasi dan tidak digantikan saat orang tersebutmeninggal, sehingga menyebabkan terjadinya kehilangan neuron sebagaimana jugahilangnya neurotransimter dan reseptor. Perluasan kehilangan ini tidak dipahamidengan baik.Perubahan-perubahan dalam persepsi nyeri yang terkait dengan usia bisaada, namun kepentingan klinisnya masih belum jelas. Walaupun perubahan-

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
rahmanhamid liked this
Jatu Sarasanti liked this
AGuzz SLepperz liked this
diah_kinanti liked this
renirun liked this
Dwi Krisna Cukup liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->