Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Akhir Pelimpahan Kewenangan

Laporan Akhir Pelimpahan Kewenangan

Ratings: (0)|Views: 891 |Likes:
Published by Syahrul Mustofa

More info:

Published by: Syahrul Mustofa on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2014

pdf

text

original

 
LAPORAN STUDI TENTANG KECAMATANDI KABUPATEN SUMBAWA BARAT
STUDI PELIMPAHAN KEWENANGAN PEMERINTAHKABUPATENKEPADA PEMERINTAH KECAMATAN[PELIMPAHAN KEWENANGAN BUPATI KEPADA CAMAT]KERJASAMA LEGITIMID SUMBAWA BARATdenganBAPPEDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT
TALIWANG2011
1
 
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Kebijakan otonomi daerah telah mendorong terjadinya berbagaiperubahan, baik secara struktural, fungsional, maupun kultural dalamtananan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu perubahan yang sangat mendasar adalah menyangkut kedudukan, tugas pokok danfungsi Pemerintahan Kecamatan.Pada satu sisi, Pemerintahan Kecamatan yang sebelumnyamerupakan “perangkat wilayah” dalam rangka asas dekonsentrasi, berubah statusnya menjadi “perangkat daerah” dalam rangka asasdesentralisasi. Pada sisi lain, Pemerintah Desa yang sebelumnyamerupakan unit pemerintahan terendah dan berada di bawah PemerintahKecamatan (
sub ordinasi 
), pada saat sekarang kedudukannya otonom dantidak bersifat sub ordinasi dengan pemerintahan kecamatan. Perubahantersebut telah menggeser posisi kecamatan dari “wilayah jabatan” menjadi“lingkungan kerja”.Meskipun terjadi perubahan status, Kecamatan tetap merupakan bagian dari struktur pemerintahan yang diberi kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kepadamasyarakat merupakan fungsi utama pemerintah. Demikian pentingnyafungsi pelayanan ini, sehingga menjadi tolok ukur bagi terselenggaranyatata kelola pemerintahan yang baik 
(good governance)
terutama di tingkatpemerintahan daerah.Kondisi faktual selama ini masih menunjukkan bahwa kualitaspelayanan publik terutama yang diselenggarakan oleh pemerintah daerahmasih memprihatinkan. Padahal, kebijakan otonomi daerah dimaksudkanuntuk mendekatkan jarak antara pemberi pelayanan (pemerintah daerah)dengan yang dilayani (warga masyarakat), sehingga kualitas pelayananpublik diharapkan sesuai dengan aspirasi masyarakat dan menjadisemakin berkualitas.
 
Rendahnya kualitas pelayanan publik yang terjadi selama ini ditandaioleh terbatasnya sarana pelayanan, perilaku petugas yang belum bersifatmelayani, dan tidak jelasnya waktu serta biaya yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan publik, serta panjangnya prosedur yang harusdilalui untuk menyelesaikan suatu jenis pelayanan publik.Salah satu yang menjadi kendala dalam pemberian pelayanan publik selama ini adalah belum adanya standar yang jelas mengenaipenyelenggaraan pelayanan publik itu sendiri. Padahal, standar itu sangat berguna sebagai panduan bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan.Dalam rangka mengefektifkan dan meningkatkan kualitas pelayanankepada masyarakat perlu ada upaya untuk menyusun standar pelayananpublik yang diselenggarakan oleh aparat pemerintah kecamatan. Selainitu, kewenangan kecamatan dalam pelayanan publik juga perlu diperjelas. Agar kedua hal tersebut dapat berjalan dengan baik maka perlu dilakukansebuah kajian melalui kegiatan penelitian.Penelitian yang dilakukann mencakup
existing condition
kewenangankecamatan di Sumbawa Barat; jumlah dan jenis pelayanan publik yangdiselenggarakan kecamatan, analisis mengenai posisi dan perankecamatan dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan PeraturanPemerintah (PP) tentang Kecamatan, jumlah dan jenis kewenangan yangdapat dilimpahkan kepada kecamatan, dan rekomendasi mengenai jenis- jenis pelayanan publik yang dapat diselenggarakan oleh kecamatan.Sehubungan dengan pemahanan tersebut, guna menjaga arah tugasdan fungsi Camat dalam membina penyelanggaraan pemerintahan umumdiwilayahnya kewenangan delegatif adalah mutlak harus diberikan olehBupati, dimana pembinaan dan pengawasan sebagai piranti bagi Camatuntuk bisa melakukan
bargaining
untuk melakukan segala tindakan yangdipandang perlu guna menjadikan pemerintahan desa lebih bertanggungjawab dan mampu mengurusi penyelenggaraan rodapeemerintahan secara lebih baik.Fakta dilapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan UU No. 32 tahun2004 dan PP No. 19 tahun 2008 belum dilaksanakan oleh PemerintahKabupaten Sumbawa Barat, dimana secara optimal kecamatan yang ada di
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
jerrathena liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Boby Wahju liked this
Leeny Chor liked this
Gandos Windos liked this
Rani Sitepu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->