Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Hasil Penelitian Kebijakan Dan Sistem Pembiayaan Kesehatan Gratis

Laporan Hasil Penelitian Kebijakan Dan Sistem Pembiayaan Kesehatan Gratis

Ratings: (0)|Views: 520|Likes:
Published by Syahrul Mustofa
Studi Pembiayaan Kesehatan Gratis di KSB
Studi Pembiayaan Kesehatan Gratis di KSB

More info:

Published by: Syahrul Mustofa on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/02/2012

pdf

text

original

 
 
KEBIJA
TEAM P
BADAN PER
LEGITI
AN DANK
NELITI LE(LEGI
NCANAAN PE
TH
MID KSB di duk 
LAPORA
SISTEM PBUPAT
BAGA PIMID) KA
ke
BAGANGUN
Di
E ASI
u
 
ng The Asia Fo
HASIL P
EMBIAYN SUMB
TAHUN 200
 
isusun Ole 
NELITIANUPATEN
 jasama de
N DAERAH (
ukung O
FOU
TAHUN2009
ndation
|
Stud 
NELITIAN
 
AN KESWA BA
9
 
DAN ADVUMBAWA
ngan
APPEDA) KA
eh :
DAT
i Kesehatan Grati 
HATANAT
KASI MASBARAT
UPATEN SU
ION
s
 
di KSB
1
 
RATIS D
YARAKAT
BAWA BARAT
 
LEGITIMID KSB di dukung The Asia Foundation
|
Studi Kesehatan Gratis di KSB
2
 
KATA PENGANTAR 
Studi Kebijakan Publik Bidang Kesehatan-Bappeda KSB 2009 merupakanstudi penting yang akan menentukan perbaikan pelayanan kesehatan gratis di KSBdimasa mendatang. Oleh sebab itu, sebagai Lembaga studi dan Advokasi yangbergerak dalam pengembagan kebijakan publik, merasa berkepentingan untuk dapat bekerjasama dengan Bappeda KSB.Kami sangat berterima kasih kepada :1.
 
Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, K.H Zulkifli Muahdli,SH.MM yangtelah memiliki gagasan inovatif dan komitmen yang kuat untuk mendorong lahirnya kebijakan program pelayanan kesehatan gratis diKSB ;2.
 
 Alam Surya, Hanna Satrio, Hari Kusdaryanto dan Team Program CivilSociety Inisiatif Againts Poverty (CSIAP) II The Asia Foundation ;3.
 
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Barat, Bpk. Ir.H.M. Saleh, MSiyang telah berkenan memberikan kesempatan kepada Legitimid KSBuntuk melakukan studi kebijakan Publik ;4.
 
Kepala Bagian Sosial-Budaya Ibu Ayu yang responsive terhadap berbagaiide, gagasan serta telah berkenan untuk meluangkan waktunyamemberikan saran, masukan dan kritik untuk penyempurnaan studi ini5.
 
Kepala Kasi Sosial Budaya-Bappeda KSB Bapak Abdul Muis, S.Sos, danBapak/Ibu lainnya yang telah turut berkonstribusi dalam studi ini,termasuk para peserta seminar hasilKami, menyadari bahwa dalam studi ini mungkin terkesan tidak focus dalamsatu materi atau pokok bahasan, yakni mengenai system pembiayaan kesehatangratis. Semata-mata Team Peneliti di LEGITIMID ingin melihat lebih jauh dankomprehensif tentang pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis di KSB.Tentu, hasil studi ini masih jauh dari harapan bagi para pembaca danbanyak kelemahan atau kekurangan. Oleh sebab itu, kami berharap Bapak/Ibupembaca berkenan untuk memberikan saran, kritik, bahkan caci-maki sekalipundemi kesempurnaan dan perbaikan studi-studi kami dimasa mendatang. Akhirnya dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah dan Do’a ,kamiberharap hasil studi ini dapat bermanfaat. Dengan segala keterbatasan dankerendahan hati kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kehilafan..Taliwang, September 2009
 
LEGITIMID KSB di dukung The Asia Foundation
|
Studi Kesehatan Gratis di KSB
3
 
Tim Peneliti
SUMMMARY EXECUTIVE
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara komprehensif mengenai konsepsi dan pelaksanaan program pelayanan gratis, khususnya sistempelayanan dan pembiayaan kesehatan gratis. Penelitian bersifat eksploratorisdengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Berbagai instrument analisis digunakanuntuk melihat seluruh tahapan pelaksaan program pelayanan kesehatan gratis, baik dari sisi konsepsi maupun pada tingkat implementasi, instrument analisis yangdigunakan antara lain IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat), Appraisal Partisipatoris,Metode Pemecahan Masalah-Analisis ROCCIPI instrument tersebut digunakan/disesuaikan dengan tema/pokok bahasan dan tujuan dari masing-masing topicpembahasan.Dari hasil penelitian ditemukan,
 pertama; 
pada tingkat konsepsi pedomanpelaksanaan pelayanan kesehatan gratis hanya mengacu pada Peraturan BuatiNomor 9 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaran PelayananKesehatan/Pengobatan Gratis di Puskemas dan Jaringannya. Ternyata belumdidukung dengan berbagai peraturan pelaksanaan lainya baik berupa petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksana. Sementara, dari sisi kedudukan, materi danpenegakkan peraturan tersebut masih sangat lemah. Bahkan banyak yang belumdiatur dan multitafsir sehingga dalam proses penerapannya dilapanganmenimbulkan berbagai persoalan.
Kedua,
dampak program pelayanan kesehatangratis sangat dirasakan warga miskin. Sementara pada level masyarakat elit belumcukup dirasakan. Sasaran program pelayanan kesehatan gratis untuk seluruhpenduduk KSB masih diperdebatkan, karena pelayanan kesehatan gratis padaseluruh penduduk cenderung merugikan warga miskin, dengan tidak adanya SistemInformasi Manajemen Kesehatan (data peserta asuransi), penduduk yang telahmemiliki jaminan asuransi dan penduduk luar KSB dapat memperoleh layanankesehatan gratis, praktek ini berpotensi pula merugikan daerah disamping hak-hak warga miskin KSB.
Ketiga,
pelayanan kesehatan gratis berdasarkan hasil IKM menunjukkan nilaiB (Baik) konversi nilai diatas rata-rata 65. Namun hasil appraisal partisipatif padabasis warga miskin dan daerah terpencil masih banyak keluhan (pengaduan), antaralain; pelayanan petugas lamban, tingginya biaya ambulance, tingginya jumlahrujukan, pelayanan gawat darurat yang tidak maksimal, dokter jarang beradaditempat, adanya perlakuan yang diskriminatif dari petugas layanan kesehatan dansebagainya.
Keempat,
aspek menajemen pelayanan kesehatan gratis belummencerminkan prinsip-prinsip
good governance 
cenderung tertutup, tidak partisipatif dan minim akuntabilitas.
Kelima,
kecendrungan terjadi penurunan jumlahkunjungan/pasien dari tahun ke tahun namun belum dibarengi dengan adanya
review utilizations 
sehingga belum dapat diketahui factor penyebab menurunnya jumlah pasien.
Keenam 
, Sistem pendanaan masih menggantungkan dari APBD,disisi lain procedure pengajuan dan pencairan klaim pembayaran berpotensi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->