Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
7Activity
×
P. 1
Konsep Nafs (Jiwa Menurut Al-qur'an)

Konsep Nafs (Jiwa Menurut Al-qur'an)

Ratings: (0)|Views: 1,626|Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL
Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs
Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs Konsep Nafs

More info:

Published by: JAMRIDAFRIZAL on Aug 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/13/2013

pdf

text

original

 
1
 NAFS (JIWA) MENURUT KONSEP AL-QUR’ANBAB IOLEH JAMRIDAFRIZAL, S.Ag.,M.HUMA. Al-Qur’aan dan Metode Tafsir
Mawdlu’i 
 Dalam bahasa Arab,
nafs
mempunyai banyak arti, dan salah satunyaadalah jiwa.
1
Oleh karena itu, ilmu jiwa dalam bahasa Arab disebut dengan nama
ﺲﻔﻨﻟﺍﻢﻠﻋ  
.
2
 
 Nafs
dalam arti jiwa telah dibicarakan para ahli sejak kurun waktu yangsangat lama. Dan persoalan
nafs
telah dibahas dalam kajian filsafat, psikologi dan juga ilmu tasawuf.Dalam filsafat, pengertian jiwa diklasifikasi dengan bermacam-macamteori, antara lain:1. Teori yang memandang bahwa jiwa itu merupakan substansi yang berjeniskhusus, yang dilawankan dengan substansi materi, sehingga manusiadipandang memiliki jiwa dan raga.2. Teori yang memandang bahwa jiwa itu merupakan suatu jenis kemampuan,yakni semacam pelaku atau pengaruh dalam kegiatan-kegiatan.3. Teori yang memandang jiwa semata-mata sebagai sejenis proses yang tampak  pada organisme-organisme hidup.4. Teori yang menyamakan pengertian jiwa dengan pengertian tingkah laku.
3
Dalam psikologi, jiwa lebih dihubungkan dengan tingkah laku sehinggayang diselidiki oleh psikologi-psikologi adalah perbuatan-perbuatan yangdipandang sebagai gejala-gejala dari jiwa. Teori-teori psikologi, baik psikoanalisa,Behaviorisme maupun Humanisme memandang jiwa sebagai suatu yang berada di belakang tingkah laku.
4
Sedangkan di kalangan ahli tasawuf,
nafs
diartikan sesuatu yangmelahirkan sifat tercela. Al-Ghazali (w. 1111 M.) misalnya menyebut
nafs
sebagai
1
Bahasa Arab menggunakan term
nafs 
untuk menyebut banyak hal, seperti: roh,diri manusia, hakikat sesuatu, darah, saudara, kepunyaan, kegaiban, ukuran samakankulit, jasad, kedekatan, zat, mata, kebesaran dan perhatian (lihat Ibn Manzhur,
lisan al-  Arab,
Dar al Ma’arif Jilid Vi, tt h. 4500-4501)
2
Misalnya judul buku
‘Ilm al-Nafs al-Islamii 
karangan Dr. Ramadlan Muhammad al-Qazzafi, (Tripoli: Mansyuran Shahifah al-Da’wah al-Islamiyah, 1990)
3
Louis O. Kattsoff,
Elements of Philosophy,
alih bahasa Soeyono Soemargonodengan judul
Pengantar Filsafat 
(Yogyakarta: Tiara Wacana, 1986), cet ke-1, h. 301
4
Teori psikoanalisa menempatkan keinginan bahwa sadar sebagai penggeraktingkah laku. Behaviorisme menempatkan manusia sebagai makhluk yang tidak berdayamenghadapi lingkungan sebagai stimulus, sedangkan teori Psikologi Humanisme sudahmemandang manusia sebagai makhluk yang memiliki kemauan baik dalam meresponlingkungan. Lihat Hassan Langgulung.
Teori-teori kesehatan mental, perbandingan Psikologi modern dan pendekatan pakar-pakar pendidikan Islam 
(Kuala Lumpur: PustakaHuda, 1983), cett. Ke-1, h. 9-26
 
2 pusat potensi marah dan syahwat pada manusia
ﻥﺎﺴﻧﻻﺍﰲﺓﻮﻬﺸﻟﺍﻭﺐﻀﻐﻟﺍﺓﻮﻘﻟﻊﻣﺎﺍ
5
dansebagai pangkal dari segala sifat tercela
ﻥﺎﺴﻧﻷﺎﻨﻣﺔﻣﻮﻣﺬﳌﺍﺕﺎﻔﺼﻠﻟﻊﻣﺎﺍﻞﺻﻷﺃ
6
 pengertian iniantara lain dipahami dari hadits yang berbunyi
ﻚﻴﺒﻨﺟﲔﺑﱴﻟﺍﻚﺴﻔﻧﻙﻭﺪﻋﻯﺪﻋﺍ
7
yangartinya musuhmu yang paling berat adalah
nafsumu
yang ada di dua sisimu.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
nafs
(nafsu) juga dipahami sebagaidorongan hati yang kuta untuk berbuat kurang baik,
8
 padahal dalam al-Qur’an
 nafs
tidak selalu berkonotasi negatif.Kajian tentang
nafs
merupakan bagian dari kajian tentan hakikat manusiaitu sendiri. Manusia adalah makhluk yang bisa menempatkan dirinya menjadisubyek dan obyek sekaligus. Kajian tentang manusia selalu menarik, tercermin pada disiplin ilmu yang berkembang, baik ilmu murni maupun ilmu terapan.
9
Tentang manusia, al-Qur’an menggunakan tiga nama, yaitu (1)
ﺱﺎﻧ –ﺱﺎﻧﺍ – ﺲﻧﺍ-ﻥﺎﺴﻧﺍ
(2)
ﺮﺸﺑ
dan (3)
ﻡﺩﺁﲔﺑ
atau
ﻡﺩﺁﺔﻳﺭﺫ
.
10
menurut kebanyakan tafsir, manusiasebagai basyar lebih menunjukkan sifat lahiriah serta persamaannya denganmanusia sebagai satu keseluruhan sehingga Nabi pun disebut sebagai
basyar,
11
 
sama seperti yang lain, hanya saja beliau diberi wahyu oleh Tuhan, satu hal yangmembuatnya berbeda dengan
basyar 
yang lain, seperti dijelaskandalam surat al-Kahfi/18: 110
ﻠﺜﻣﺮﺸﺑﺎﻧﺍﺎﺍﺍﻰﺣﻮﻳﻢﻜ
.Sedangkan nama
insan
yang berasal dari kata
ﺲﻧﺍ
(
‘uns)
12
 
yang berarti jinak, harmoni dan tampak, atau dari kata
ﻲﺴﻧ
(
nasiya)
13
 
yang artinya lupa, ataudari
ﺱﻮﻨﻳﺱﺎﻧ
(
nasa yanusu)
 
14
yang artinya berguncang, menunjuk kepada manusia
5
Imam al-Ghazali,
Ihya’ Ulum al-Din 
(tt: kitab al-Syu’ab, tth), vol. II h. 1345
6
 
Ibid 
 
7
 
ibid 
 
8
Depdikbud,
Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka, 1994), cet ke-3, h.679.
9
Dr. Muhammad Muhammad Jabir yang men-
tashhih al-Munqizh min al-Dlalal-
nya Imamal-Ghazali mengatakan bahwa filsafat (sebagai ilmu dasar) sebenarnya merupakan symbol darirevolusi melawan manipulator yang mengarahkan manusia tanpa bendera kemanusiaan.Menurutnya, filsafat tidak bermaksud menghancurkan agama, tetapi keduanya berhubungan dalamhal mencari kebajikan bagi manusia (lihat Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad IbnMuhammad al-Ghazali,
al-Munqizh min al-Dlala, wa Kimya al-Sa’adah wa al-Qawa’id al-Asyrahwa al-Adab fi al-Din
(Beirut: al-Maktabah al-Saqafiyah, tth), h. 16
10
Al-Qur’an menyebut term
insane
sebanyak 65 kali,
ins
12 kali,
unas
lima kali,
nasiya
satukali,
al-Nas
250 kali,
basyar 
37 kali,
bani Adam
tujuh kali dan
dzurriyah Adam
satu kali.
11
Ibn Kastsir menafsirkan
basyar 
dari surat al-Kahfi 110 ini dengan menyebutkan bahwaMuhammad sebagai
basyar 
tidak mengetahui hal-hal yang gaib, tidak mengetahui pula datasejarah masa lalu dari bangsa-bangsa yang disebut al-Qur’an. Apa yang disampaikan oleh Nabi bukan pengetahuannya karena beliau sebagai
basyar 
pengetahuannya terbatas seperti keterbatasan pengetahuan
basyar 
yang lain, hanya saja Allah memberi beliau informasi tentang hal tersebutmelalui wahyu. (Muhammad Ali-al Shabuni,
Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir 
(Beirut : Dar al-Qur’an, 1981), jilid II, h. 440
12
Ibn Manzhur,
Lisan al-Arab
(Kairo: dar al-Ma’arif, tth), Jilid I, h. 147-150
13
 
ibid,
h. 147. menurut Ibn Abbas, manusia disebut
insane
karena sifat pelupanya terhadap janji,
linisyanibi.
 
14
 
 Ibid,
jilid VI, h. 4575
 
3dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga. Perbedaan manusia antara yang satudengan yang lain, bisa merupakan perbedaan fisik, bisa juga perbedaan mentaldan kecerdasan. Kata
nafs
sendiri, dalam al-Qur’an mempunyai aneka makna.Dalam surat al-Maidah/5:32, berbunyi
ﺎﺴﻔﻧﻞﺘﻗﻦﻣ
menunjuk pada arti totalitasmanusia, sedang pada surat al-Ra’d/13/11 yang berbunyi
ﺎﻣﺍﻭﲑﻐﻳﺣﻡﻮﻘﺑﺎﻣﲑﻐﻳﻻﷲﺍﻥﺍﻢﻬﺴﻔﻧﺄﺑ
menunjuk pada apa saja yang terdapat dalam diri manusia yangmenghasilkan tingkah laku, dan pada surat al-An’am/ 6:12 yang berbunyi
ﻰﻠﻋﺐﺘﻛﺔﲪﺮﻟﺍﻪﺴﻔﻧ
menunjuk kepada diri Tuhan.
Nafs
dalam konteks pembicaraan tentangmanusia menunjuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk.Penelitian tentang hakikat manusia atau sekurang-kurangnya tentang sifat-sifat manusia yang secara alami melekat pada manusia, atau hokum-hukum yang berlaku pada kejiwaan manusia dalam hal ini konsep
nafs
dalam al-Qur’an adalahsangat penting. Pentingnya penelitian tentang
nafs
bukan hanya terbatas padakebutuhan pengetahuan, tetapi juga pada kepentingan mengurai, meramalkan danmengendalikan tingkah laku manusia, baik secara individual maupun secarakelompok, baik dalam kaitannya dengan bidang dakwah atau pendidikan maupununtuk kepentingan menggerakkan masyarakat dalam pembangunan nasional.Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa
nafs
sebagai sisi dalam manusia berhubungan dengan dorongan-dorongan tingkah laku, sikap dan dengan tingkahlaku itu sendiri. Oleh karena itu kajian tentang
nafs
dalam al-Qur’an mencakup (1)makna yang dapat di pahami dari ungkapan
nafs
, (2)
nafs
sebagai penggerak ataudorongan tingkah laku dan (3) hubungan
nafs
dengan tingkah laku manusia.
 
B. Jiwa Menurut Term
Nafs
 Al-Qur’an menyebut
nafs
dalam bentuk-bentuk kata jadian
ﻥﻮﺴﻓﺎﻨﺘﻣﺺﻟﺎﻨﺘﻳﺲﻔﻨﺗﺲﻔﻧﺃﺱﻮﻔﻧﺲﻔﻧ 
. Dalam bentuk
mufrad,
nafs disebut 77 kali tanpa
idlafah
dan 65 kalidalam bentuk
idlafah.
Dalam bentuk jamak
nufus disebut 2 kali,
sedang dalambentuk jamak
anfus
disebut 158 kali. Sedangkan kata
tanaffasa, yatanaffasu
dan
al-mutanaffisun
masing-masing hanya disebut satu kali.Dalam bahasa Arab, kata
nafs
mempunyai banyak arti,
15
tetapi yangmenjadi obyek kajian Dallam tulisan ini adalah nafs seperti yang dimaksuddalam al-Qur’an. Term
nafs
dalam al-Qur’an semuanya disebut dalam benttuk
 ism
atau kata benda, yakni
nafs, nufus
dan
anfus.
Sedangkan kata
ﺲﻔﻨﺗ 
dalam surat
 al-Takwir/ 
81:18 (
ﺲﻔﻨـﺗﺍﺫﺍﺢﺒﺼـﻟﺍﻭ
dan kata
ﺲﻓﺎـﻨﺘﻳ
dalam surat al-Muthaffifin/ 83: 26(
ﻥﻮﺴـﻓﺎﻨﳌﺍﺲﻓﺎﻨﻴﻟﺎﻓ
) meskipun kata-kata itu berasal juga dari kata
nafasa/ nafisa,
dalamkata jadian seperti itu mempunyai arti yang tidak berhubungan dengan
nafs.
 Sastra Arab kuno menggunakan kata
nafs
untuk menyebut diri atauseseorang, sementara kata roh digunakan untuk menyebut nafas dan angina.Pada masa awal turunnya al-Qur’an, kata
nafs
di gunakan untuk menyebut jiwa
15
Bahasa Arab menggunakan term
nafs
untuk menyebut banyak hal, seperti roh, dirimanusia, hakikat sesuatu, darah, saudara, kepunyaan, kegaiban, ukuran samakan kulit, jasad,kedekatan, zat, mata, kebesaran dan perhatian (lihat Ibn Manzhur,
Lisan al-Arab
(Ttp: dar al-Ma'arif, tth), Jilid h. 4500-4501)

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Velayati Zahra liked this
Septin Suryani liked this
Afrijal Nagan liked this
Fitry Honesty liked this
Rohizan Ya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->