Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Persalinan Dengan Kala II Memanjang

Persalinan Dengan Kala II Memanjang

Ratings: (0)|Views: 200 |Likes:
Published by Bevy Aryah Andini

More info:

Published by: Bevy Aryah Andini on Aug 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

 
Persalinan dengan kala II Memanjang
A. Pengertian
 Persalinan kala II memanjang (prolonged expulsive phase) atau disebut juga partus tak majuadalah suatu persalinan dengan his yang adekuat namun tidak menunjukkan kemajuan padapembukaan serviks, turunnya kepala dan putaran paksi selama 2 jam terakhir. Biasanyapersalinan pada primitua dapat terjadi lebih lama. Menurut Harjono, persalinan kala IImemanjang merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalulama sehingga timbul gejala
 – 
gejala seperti dehidrasi, infeksi, kelelahan ibu serta asfiksiadan kematian janin dalam kandungan (IUFD).
B. Etiologi
 Sebab
 – 
sebab terjadinya yaitu multikomplek atau bergantung pada pengawasan selagihamil, pertolongan persalinan yang baik dan penatalaksanaannya.Faktor
 – 
faktor penyebabnya adalah :1. Kelainan letak janin2. Kelainan
 – 
kelainan panggul3. Kelainan his dan mengejan4. Pimpinan partus yang salah5. Janin besar atau ada kelainan kongenital6. Primitua7. Perut gantung atau grandemulti8. Ketuban pecah dini
C. Gejala Klinik
 a. Pada ibuGelisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat, pernafasan cepat. Di daerahlokal sering dijumpai : Ring v/d Bandl, edema vulva, edema serviks, cairan ketuban berbaudan terdapat mekonium.b. Pada janin- Denyut jantung janin cepat/hebat/tidak teratur bahkan negatif.- Air ketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan dan berbau- Caput Succedeneum yang besar- Moulage kepala yang hebat- IUFD (Intra Uterin Fetal Death)
D. Penatalaksanaan
 Penatalaksanaan yang dilakukan pada ibu dengan kala II memanjang yaitu dapat dilakukanpartus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forceps, sectio caesaria, dan lain-lain.Penatalaksanaannya yaitu sebagai berikut :a. Tetap melakukan Asuhan Sayang Ibu, yaitu :- Anjurkan agar ibu selalu didampingi oleh keluarganya selama proses persalinan dankelahiran bayinya. Dukungan dari suami, orang tua dan kerabat yang disukai ibu sangatdiperlukan dalam menjalani proses persalinan.Alasan : Hasil persalinan yang baik ternyata erat hubungannya dengan dukungan darikeluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan (Enkin, et al, 2000).
 
- Anjurkan keluarga ikut terlibat dalam asuhan, diantaranya membantu ibu untuk bergantiposisi, melakukan rangsangan taktil, memberikan makanan dan minuman, teman bicara danmemberikan dukungan dan semangat selama persalinan dan melahirkan bayinya.- Penolong persalinan dapat memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan anggotakeluarganya dengan menjelaskan tahapan dan kemajuan proses persalinan atau kelahiran bayikepada mereka.- Tentramkan hati ibu dalam menghadapi dan menjalani kala II persalinan. Lakukanbimbingan dan tawarkan bantuan jika diperlukan.- Bantu ibu memilih posisi yang nyaman saat meneran- Setelah pembukaan lengkap, anjurkan ibu hanya meneran apabila ada dorongan kuat danspontan untuk meneran. Jangan menganjurkan untuk meneran berkepanjangan dan menahannafas. Anjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi.Alasan : Meneran secara berlebihan menyebabkan ibu sulit bernafas sehingga terjadikelelahan yang tidak perlu dan meningkatkan resiko asfiksia pada bayi sebagai akibatturunnya pasokan oksigen melalui plasenta (Enkin, et al, 2000).- Anjurkan ibu untuk minum selama kala II persalinanAlasan : Ibu bersalin mudah sekali mengalami dehidrasi selama proses persalinan dankelahiran bayi. Cukupnya asupan cairan dapat mencegah ibu mengalami hal tersebut (Enkin,et al, 2000).- Adakalanya ibu merasa khawatir dalam menjalani kala II persalinan. Berikan rasa aman dansemangat serta tentramkan hatinya selama proses persalinan berlangsung. Dukungan danperhatian akan mengurangi perasaan tegang, membantu kelancaran proses persalinan dankelahiran bayinya. Beri penjelasan tentang cara dan tujuan dari setiap tindakan setiap kalipenolong akan melakukannya, jawab aetiap pertanyaan yang diajukan ibu, jelaskan apa yangdialami oleh ibu dan bayinya dan hasil pemeriksaan yang dilakukan (misalnya TD, DJJ,periksa dalam).b. Mendiagnosa kala II persalinan dan memulai meneran :- Cuci tangan (Gunakan sabun dan air bersih yang mengalir)- Pakai sarung tangan DTT/steril untuk periksa dalam- Beritahu ibu saat, prosedur dan tujuan periksa dalam- Lakukan periksa dalam (hati-hati) untuk memastikan pembukaan sudah lengkap (10cm) lalulepaskan sarung tangan sesuai prosedur PI- Jika pembukaan belum lengkap, tentramkan ibu dan bantu ibu mencari posisi nyaman (bilaingin berbaring) atau berjalan-jalan disekitar ruang bersalin. Ajarkan cara bernafas selamakontraksi berlangsung. Pantau kondisi ibu dan bayinya dan catatkan semua temuan dalampartograf - Jika ibu merasa ingin meneran tapi pembukaan belum lengkap, beritahukan belum saatnyauntuk meneran, beri semangat dan ajarkan cara bernafas cepat selama kontraksi berlangsung.Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman dan beritahukan untuk menehan diri untuk meneran hingga penolong memberitahukan saat yang tepat untuk itu.- Jika pembukaan sudah lengkap dan ibu merasa ingin meneran, bantu ibu mengambil posisiyang nyaman, bimbing ibu untuk meneran secara efektif dan benar dan mengikuti doronganalamiah yang terjadi. Anjurkan keluarga ibu untuk membantu dan mendukung usahanya.Catatkan hasil pemantauan dalam partograf. Beri cukup minum dan pantau DJJ setiap 5-10menit. Pastikan ibu dapat beristirahat disetiap kontraksi.- Jika pembukaan sudah lengkap tapi ibu tidak ada dorongan untuk meneran, bantu ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman (bila masih mampu, anjurkan untuk berjalan-jalan). Posisiberdiri dapat membantu penurunan bayi yang berlanjut dengan dorongan untuk meneran.
 
Ajarkan cara bernafas selama kontraksi berlangsung. Pantau kondisi ibu dan bayi dancatatkan semua temuan dalam partograf.- Berikan cukup cairan dan anjurkan / perbolehkan ibu untuk berkemih sesuai kebutuhan.Pantau DJJ setiap 15 menit, stimulasi puting susu mungkin dapat meningkatkan kekuatan dankualitas kontraksi.- Jika ibu tidak ada dorongan untuk meneran setelah 60 menit pembukaan lengkap, anjurkanibu untuk mulai meneran disetiap puncak kontraksi. Anjurkan ibu mengubah posisinya secarateratur, tawarkan untuk minum dan pantau DJJ setiap 5-10 menit. Lakukan stimulasi putingsusu untuk memperkuat kontraksi.- Jika bayi tidak lahir setelah 60 menit upaya tersebut diatas atau jika kelahiran bayi tidak akan segera terjadi, rujuk ibu segera karena tidak turunnya kepala bayi mungkin disebabkanoleh disproporsi kepala-panggul (CPD).- Upaya mengedan ibu menambah resiko pada bayi karena mengurangi jumlah oksigen keplasenta. Dianjurkan mengedan secara spontan (mengedan dan menahan nafas terlalu lama,tidak dianjurkan)a. Jika malpresentasi dan tanda-tanda obstruksi bisa disingkirkan, berikan infus oksitosinb. Jika tidak ada kemajuan penurunan kepala :1) Jika kepala tidak lebih dari 1/5 di atas simfisis pubis atau bagian tulang kepala di stasion(O), lakukan ekstraksi vakum atau cunam2) Jika kepala diantara 1/5-3/5 di atas simfisis pubis, atau bagian tulang kepala di antarastasion (O)-(-2), lakukan ekstraksi vakum3) Jika kepala lebih dari 3/5 di atas simfisis pubis atau bagian tulang kepala di atas stasion (-2) lakukan seksio caesarea.
Persalinan dengan kala II Memanjang
A. Pengertian
 Persalinan kala II memanjang (prolonged expulsive phase) atau disebut juga partus tak majuadalah suatu persalinan dengan his yang adekuat namun tidak menunjukkan kemajuan padapembukaan serviks, turunnya kepala dan putaran paksi selama 2 jam terakhir. Biasanyapersalinan pada primitua dapat terjadi lebih lama. Menurut Harjono, persalinan kala IImemanjang merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalulama sehingga timbul gejala
 – 
gejala seperti dehidrasi, infeksi, kelelahan ibu serta asfiksiadan kematian janin dalam kandungan (IUFD).
B. Etiologi
 Sebab
 – 
sebab terjadinya yaitu multikomplek atau bergantung pada pengawasan selagihamil, pertolongan persalinan yang baik dan penatalaksanaannya.Faktor
 – 
faktor penyebabnya adalah :1. Kelainan letak janin2. Kelainan
 – 
kelainan panggul3. Kelainan his dan mengejan4. Pimpinan partus yang salah5. Janin besar atau ada kelainan kongenital6. Primitua7. Perut gantung atau grandemulti8. Ketuban pecah dini

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->