• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 4
    CommentGo Back
 
BAB 1PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke pelanggan (konsumen)diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang handal, terutama dari sisi pemeliharaanyang bisa membebaskan sistem dari gangguan. Gangguan merupakan kendala terbesar dalam menyalurkan energi listrik ke pelanggan, karena dengan terjadinya gangguan,maka akan merugikan pelanggan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang handaluntuk dapat mengurangi kemungkinan gangguan yang akan terjadi dan mengurangiresiko akibat dari terjadinya gangguan, khususnya pada jaringan distribusi.Pada penyulang yang menggunakan sistem radial, keandalan sistem masihtergolong rendah karena pada sistem ini hanya terdapat satu penyulang utama. Apabilasalah satu seksi/wilayah dari sistem ini mengalami gangguan, maka seksi berikutnyaatau didepannya ikut padam. Berbeda dengan sistem lain yang sudah berbentuk loop(saling terhubung), apabila satu seksi mengalami gangguan, maka seksi lain tidak  padam karena ada penyulang cadangan yang memasok listrik keseksi tersebut.Pada kondisi tertentu untuk keperluan pemeliharaan atau perbaikan peralatandisuatu titik diperlukan perpindahan penyaluran tenaga listrik dari penyulang satu ke penyulang lainnya, untuk meminimalkan pemadaman. Kondisi yang sifatnya sementaraini tetap harus diperhitungkan koordinasi pengamannya, sehingga apabila terjadigangguan dimanapun titiknya, kinerja pengaman jaringan akan tetap dipenuhi.Salah satu gangguan yang sering kali terjadi adalah gangguan arus lebih, untuk mengatasi gangguan ini diperlukan suatu pengaman arus lebih
OCR (Over Current  Relay).
Koordinasi antar 
OCR
tersebut perlu diperhitungkan, sehingga kerusakan peralatan akibat arus lebih dapat dihindari dan keandalan sistem tetap tinggi.
B.Pembatasan Masalah
Topik pembahasan pada makalah ini dibatasi pada :1.Perhitungan arus Hubung Singkat yang terjadi pada jaringan distribusi.2.Perhitungan waktu kerja Relai Arus Lebih
 
dankoordinasinya.1
 
BAB IIPEMBAHASANA.Sistem Kelistrikan Indonesia
Energi listrik sudah menjadi kebutuhan vital pada kehidupan manusia modern,seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya pertumbuhanekonomi maka kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat. Untuk memenuhisemua ini maka diperlukan suatu penambahan sumber energi baru dan juga peningkatan terhadap keandalan sistem tenaga listrik.Di Indonesia terdapat tiga bagian penting yang menunjang proses penyampaiantenaga listrik, yakni : Pembangkitan, Penyaluran ( transmisi ), dan distribusi.
PembangkitTransmisiDistribusi
Gambar 1. Garis Besar Penyampaian Sistem Tenaga Listrik Pembangkit memiliki fungsi sebagai pengonversi sumber energi primer menjadienergi listrik, beberapa macam pembangkit yang digunakan seperti : PembangkitListrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PembangkitListrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), danPembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD). Karena biasanya pusat beban berada jauhdari pusat energi primer maka diperlukan suatu saluran transmisi yang tegangannyatelah dinaikkan terlebih dahulu oleh Trafo penaik tegangan ( step up transformer ).Saluran transmisi akan berakhir di gardu dan tegangannya diturunkan kembali olehTrafo penurun tegangan ( step down transformer ) lalu akan disebarkan ke bebanmelalui saluran distribusi.
B.Struktur Jaringan Tegangan Menengah
Struktur jaringan tegangan menengah dapat dikelompokkan menjadi lima model,yaitu :a.Jaringan RadialSistem distribusi dengan pola Radial adalah sistem distribusi yang paling sederhanadan ekonomis. Pada sistem ini terdapat beberapa penyulang yang menyuplai
 
 beberapa gardu distribusi tetapi penyulang ini tidak saling berhubungan. Kerugiantipe jaringan ini apabila jalur utama pasokan terputus maka seluruh penyulang akan padam, kerugian lain mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling akhir kurang baik, hal ini dikarenakan besarnya rugi – rugi pada saluran.
150 kVPMT 150 kVTrafo DayaPMT 20 kV20 kVPMT 20 kVTrafoDistribusiTrafoDistribusiTrafoDistribusi
Gambar 2. Konfigurasi Jaringan Radial b.Jaringan hantaran penghubung (
Tie Line
)Sistem ini memiliki minimal dua penyulang sekaligus dengan tambahan AutomaticChange Over / Automatic Transfer Switch, setiap penyulang terkoneksi ke gardu pelanggan khusus tersebut sehingga bila salah satu penyulang mengalami gangguanmaka pasokan listrik akan di pindah ke penyulang lain.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...