Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Sosiologi

Metode Sosiologi

Ratings: (0)|Views: 354 |Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

 
1
METODE SOSIOLOGI
Sebagaimana telah kita lihat, maka, seperti juga ilmu-ilmu pengetahuanlainnya, sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang lahir, tumbuh, dan berkembang. Agar ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai segi kehidupan sosialmanusia ini dapat tumbuh dan berkembang, perlu dilakukan kegiatan yang dinamakan penelitian sosial. Melalui penelitian sosial para ahli sosiologi mengumpulkan datayang dapat menambah pengetahuan kita mengenai sasaran perhatian mereka, yaitumasyarakat; melalui penelitian sosial para ahli sosiologi menemukan fakta baru yangmemperluas cakrawala serta memperdalam pemahaman kita sehingga merupakansumbangan ke arah pengembangan sosiologi.Bagaimanakah para ahli sosiologi mempelajari sasaran perhatian mereka?.Sebagaimana Anda mungkin masih ingat di kala kita membahas Comte (denganmetode positifnya) dan Durkheim (dengan aturan metode sosiologinya), maka dalamsosiologi dikenal berbagai cara-metode-untuk mempelajari gejala sosial. Metode penelitian yang digunakan ahli sosiologi tidak selalu sama, karena ruang lingkupsasaran perhatian para ahli sosiologi tidak selalu sama; ada yang mempelajari faktasosial (Durkheim), sistem sosial (Parsons), institusi sosial (Durkheim), tindakan sosial(Weber). Sebagaimana akan kita lihat pada akhir buku ini, maka metode yangdigunakan seorang ahli sosiologi terkait secara erat dengan teori atau paradigma yangdianutnya.Dalam usaha mengumpulkan data yang dapat menghasilkan temuan-temuan baru dalam sosiologi, para ahli sosiologi perlu memperhatikan tahap penelitian, yangsaling berkaitan secara erat. Walaupun jumlah serta jenis tahap yang dijabarkan dalam berbagai buku penuntun metode penelitian tidak selalu sama, namun dalamkebanyakan buku tersebut dijumpai beberapa tahap yang dianggap pokok, yaitu tahap perumusan masalah, penyusunan desain penelitian, pengumpulan data, analisis datadan penulisan laporan penelitian.
 
2
PERUMUSAN MASALAH
Berkat hasil pemikiran serta hasil penelitian sejumlah besar ahli sosiologi,terutama mereka yang telah berhasil mengungkapkan temuan-temuan baru, sosiologimakin berkembang. Usaha-usaha untuk memperluas cakrawala sosiologi dibangun diatas hasil temuan para ahli sosiologi terdahulu, dan setiap temuan baru merupakansuatu sumbangan pada suatu himpunan pengetahuan sehingga pengetahuan kitamengenai masyarakat bertambah. Karena itulah, sebelum memulai suatu usaha penelitian seorang ahli sosiologi tertebih dahulu harus melakukan tinjauan pustaka
(literature review),
yaitu tinjauan terhadap bahan-bahan pustaka yang ada di bidangyang bersangkutan agar dapat mengetahui temuan-temuan apa sajakah yangsebelumnya pernah dilakukan oleh ahli sosiologi lain. Seseorang yang ingin menelitimasalah sosiologi agama, misalnya, sekurang-kurangnya perlu mengenai tulisan tokohklasik seperti Emile Durkheim dan Max Weber maupun tokoh masa kini seperti RobertBellah dan Peter Berger mengenai pokok bahasan tersebut. Sukar dibayangkan suatu penelitian terhadap sistem kasta di India yang tidak didahului dengan tinjauan terhadaptulisan ahli sosiologi Srinivas dari India mengenai kasta.Suatu studi terhadap nasionalisme dan revolusi Indonesia pada tahun 1945harus memanfaatkan karya relevan ilmuwan sosial seperti George McTurnan Kahinatau Benedict R.O.G. Anderson. Dan tulisan ilmuwan sosial Indonesia seperti SeloSoemardjan, Koentjaraningrat, Sajogyo, Soedjito Sosrodihardjo, Loekman Soetrisnomerupakan bacaan wajib bagi mereka yang ingin mempelajari masayarakat desa diJawa. Hanya melalui cara tinjauan pustakalah seseorang dapat mengetahui sumbanganapa yang dapat diberikannya kepada pengembangan ilmu melalui penelitian yang akandilakukannya itu.Kadang-kadang seorang peneliti melakukan penelitian terhadap suatu objek tertentu tanpa terlalu memperhatikan hasil karya ahli sosiologi lain yang berkecimpungdalam bidang yang sama. Dalam hal demikian mungkin saja beberapa orang penelitimelakukan kegiatan penelitian serupa, tanpa saling mengetahui kegiatan masing-masing; dan masing-masing mungkin lalu merasa bahwa ia melakukan sesuatu yangasli, menemukan sesuatu yang baru. Dalam sejarah ilmu pengetahuan peristiwa
 
3semacam ini banyak dijumpai, dan tidak jarang menimbulkan konflik perihal masalahkeaslian temuan yang telah dilakukan masing-masing peneliti (lihat, antara lain,Merton, 1974). Selama tujuh tahun, misalnya, baik Luc Montagnier dari InstitutPasteur di Paris maupun Gallo dari Institut Kesehatan Nasional A.S. di Bethesda,Maryland masing-masing bersiteguh bahwa ialah yang pertama kali menemukan virusHIV yang menjadi penyebab penyakit AIDS. Semula tercapai kata sepakat bahwakedua-duanya berhak mendapat penghargaan sebagai penemu virus HIV (lihat TIME,20 Mei 1991), tetapi kemudian Gallo dituduh telah melakukan kecurangan.Kemungkinan lain ialah bahwa seseorang merasa telah menemukan sesuatuyang sebenarnya sudah lama ditemukan oleh ahli lain terdahulu. Masalah seperti initerutama banyak dijumpai dalam masyarakat yang sedang berkembang dimana saranakomunikasi ilmiah seperti perpustakaan, buku, majalah, makalah ilmiah masih langkadan tradisi melakukan komunikasi ilmiah seperti tukar-menukar informasi ilmiahmasih lemah, sehingga seorang ilmuwan seolah-olah bekerja sendiri secara terisolasitanpa banyak mengetahui perkembangan yang terjadi di dalam bidang ilmunya (lihat,antara lain, Shils, 1972).Dengan semakin majunya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkanuntuk keperluan komunikasi ilmiah, termasuk di dalamnya penggunaan komputer, jaringan internet, antena parabola, faksimili, komunikasi ilmiahpun menjadi semakinefektif dan efisien, dan daya jangkaunya semakin luas. Dengan demikian kemungkinanuntuk tertinggal perkembangan ilmupun menjadi semakin besar bagi para ilmuwanyang tidak mau ataupun tidak mampu memanfaatkan teknologi komunikasi mutakhir tersebut.Selain mempelajari karya ahli sosiologi tertentu, dan menggunakannya dalamrangka usahanya untuk merumuskan masalah penelitian (
research problem
), makaseorang ilmuwan wajib pula menyatakan pengakuannya terhadap hasil karya ahlisosiologi lain tersebut dengan jalan menyebutkan nama dan hasil karya mereka didalam tulisannya. Asas ini mencerminkan dianutnya norma kerendahan hati Ilmuwan,yang antara lain terwujud dengan pernyataan Newton mengeni
 standing on
 
the

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Herti Srd liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->