Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tatanan Sosial Dan Pengendalian Sosial

Tatanan Sosial Dan Pengendalian Sosial

Ratings: (0)|Views: 897 |Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
BAB 5Tatanan Sosial dan PengendalianPOKOK PEMBAHASAN MAKROSOSIOLOGISebagaimana telah kita lihat dalam pembahasan mengenai pembagiansosiologi dalam mikrosoaiologi dan makrososiologi, maka mesososiologi danmakrososiologi mempelajari tatanan makro
 — 
mempelajari struktur sosial; menurutRandall Collins (1981) makrososiologi menganalisis proses sosial berskala besardan berjangka panjang. Dalam skala ruang dan waktu yang disusun Collins pokok perhatian makrososiologi bergerak dari kerumunan, organisasi ke arah komunitasdan masyarakat territorial, dan dari hari, minggu, bulan, tahun kea bad. Makro-sosiologi tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan individu atau kelompok kecil dan apa yang terjadi dalam jangka waktu pendek seperti detik, menit, dan jammelainkan proses jangka panjang seperti sekularisasi, rasionalisasi, industrialisasi,modernisasi, munculnya kapitalisme, urbanisasi.Berbeda dengan mikrososiologi yang menggunakan sudut pandang sehari-hari, maka makrososiologi menggunakan sudut pandang struktur; makrososiologimenggunakan sudut pandang klasik Emile Durkheim (Douglas, 1973). MenurutDouglas ciri makrososiologi ialah, antara lain, mengikuti ilmu-ilmu alamiah sepertipencarian hokum sebab-akibat dalam masyarakat, pengukuran variable, danpengujian proposisi, dan penekanan pada penelitian terapan.Apa yang menjadi pokok bahasan makrososiologi? Menurut Alex Inkeles(1965) sosiologi mempelajari hubungan sosial, institusi, dan masyarakat. Di antaratiga pokok perhatian ini, institusi dan masyarakat merupakan pokok perhatianmesososiologi dan makrososiologi. Perumusan Emile Durkheim mengenai pokok 
 
bahasan sosiologi menunjukkan bahwa pokok perhatian sosiologi ialah tatananmeso dan makro, karena fakta sosial mengacu pada institusi yang mengendalikanindividu dalam masyarakat. Selain itu, sebagaimana dikemukakan oleh Inkeles(1965), Durkheim berpandangan bahwa sosiologi ialah ilmu masyarakat danmempelajari institusi.Gambaran visual mengenai apa yang merupakan pokok perhatian sosiologidapat kita amati pada beberapa karikatur yang menghiasi buku Peter L.Berger
Sociology: A Biographical Approach
(1981). Pada gambar sampul diperlihatkanseorang laki-laki yang duduk di kursi malas sambil membaca surat kabar di depantelevise, dan di bawah kursi terdapat kompor gas dengan masakan di atasnya; laki-laki dengan berbagai fasilitas tersebut berada dalam sebuah sangkar yangtergantung sehingga ia laksana seekor burung yang terkurung. Pada halaman 13buku tersebut disajikan suatu karikatur lain yang menggambarkan tiga orangmanusia yang sedang bercakap-cakap; ketiganya berada di suatu tempat yangdikelilingi tembok tebal berwajah manusia dan berbentuk lingkaran yang seakan-akan mengurung ketiga orang tersebut. Agaknya gambar kedua ini ada kaitannyadengan pandangan Berger dalam buku
 Invitation to Sociology,
bahwa
“ society isthe walls of our imprisonment in history”
(Berger, 1978:109)
 — 
masyarakat adalahtembok keterkungkungan kita dalam sejarah.Meskipun karikatur-karikatur yang disajikan Berger dan Berger ini tentutidak dapat secara tepat menggambarkan apa yang menjadi pokok perhatianmesososiologi dan makrososiologi, namun kedua gambar tersebut dapat menuntunkita ke apa yang dibayangkan Durkheim tatkala ia menyatakan bahwa sosiologimempelajari fakta sosial-
mempelajari ―cara bertindak, berfikir dan merasakan di
 
luar individu, dan mempunyai kekuatan memaksa, yang mengendalikan individu‖
(Durkheim, 1986:30).STRUKTUR SOSIALMenurut Douglas (1973) mikrososiologi mempelajari situasi sedangkanmakrososiologi mempelajari struktur. Apa yang dimaksudkan ahli sosiologidengan konsep struktur sosial? Ternyata jawabnya tidak semudah yang kita duga,mengingat bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempunyai banyak teori danparadigm. Seseorang yang mempelajari mikrososiologi seperti George C.Homansmengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam hubungan sosialsehari-hari, sedangkan orang yang mempelajari makrososiologi, seperti misalnyaGerhard Lenski, berbicara mengenai struktur masyarakat yang diarahkan olehkecendrungan jangka pan jang yang menandai sejarah. Kalau Talcott Parsons, yangbekerja pada jenjang makrososiologi, berbicara mengenai struktur ia berbicaramengenai kesalingterkaitan antara institusi, bukan kesalingterkaitan antarmanusia,maka Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan antarmanusia danantarkelompok manusia (mengenai pandangan Lenski, Parsons dan Coleman inilihat Blau, 1975).Yang penting untuk diperhatikan ialah bahwa manakala seorang ahlisosiologi berbicara mengenai struktur maka ia berbicara mengenai suatu yangterdiri atas bagian yang saling tergantung dan membentuk suatu pola tertentu.Bagian dari sesuatu tersebut dapat terdiri atas pola prilaku individu atau kelompok,institusi, maupun masyarakat. Satu contoh dari konsep struktur sosial yangmenekankan pada pola prilaku individu dan kelompok ialah definisi Kornblum
(1988:77) berikut ini: ―
the recurring patterns of behavior that create relationships

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Hilda Rahayu liked this
Ikha Solikha liked this
Valentini Lande liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->