Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial

Ratings: (0)|Views: 391 |Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

 
 
TUGAS PENGANTAR SOSIOLOGINAMA KELOMPOK :
-
 
Monina Selfi Karlina
-
 
Lola Silvayana
-
 
Wahyu Puspita Sari
-
 
Ivana Triany Putri
BAB 7Stratifikasi Sosial
KONSEP STRATIFIKASI
in all societies
 — 
 from societies that are meagerly developed and have barely attained thedawning of civilization, down to the most advance and powerful societies
 — 
two classes of  people appear 
 — 
a class that rules and a class that is ruled (Mosca, 1939)
 
 
Dalam bab ini kita akan memusatkan perhatian pada suatu ciri yg menandai tiapmasyarakat, yaitu pada adanya ketidaksamaan (
inequality
) diantara status individu dankelompok yg terdapat didalamnya.Dalam kebudayaan masyarakat kita menjumpai berbagai pernyataan yg menyatakanpersamaan manusia. Di bidang hukum, misalnya, kita mengenai anggapan bahwa dihadapanhukum semua orang adalah sama; pernyataan serupa kita jumpai pula di bidang agama.
Dalam hal adat Minangkabau kita mengenal ungkapan ―tagok sama tinggi, duduk samorendah‖ yg berarti bahwa setiap orang dianggap sama.
 Namun, dalam kenyataan sehari-hari, kita mengalami adanya ketidaksamaan. Dalamkutipan dari buku Mosca tersebut diatas misalnya, kita melihat bahwa dalam semuamasyarakat dijumpai ketidaksamaan di bidang kekuasaan: sebagian anggota masyarakatmempunyai kekuasaan, sedangkan sisanya dikuasai. Kita pun mengetahui bahwa anggotamasyarakat dibeda-bedakan berdasarkan kriteria lain; misalnya berdasarkan kekayaan danpenghasilan, atau berdasarkan prestise dalam masyarakat.
Pembedaan anggota masyarakatberdasarkan status yg dimilikinya dalam sosiologi dinamakan stratifikasi sosial (
 social  stratification
) .
Kita telah melihat uraian Ralph Linton bahwa sejak lahir orang memperoleh sejumlahstatus tanpa memandang perbedaan antarindividu atau kemampuan. Berdasarkan status ygdiperoleh dengan sendirinya ini, anggota masyarakat dibeda-bedakan berdasarkan usia, jeniskelamin, hubungan kekerabatan, dan keanggotaan dalam kelompok tertentu seperti kasta dankelas. Berdasarkan status yg diperoleh ini, kita menjumpai adanya berbagai macamstratifikasi.Suatu bentuk dari stratifikasi berdasarkan perolehan ialah stratifikasi usia (
agestratification
). Dalam sistem ini anggota masyarakat yg berusia lebih muda mempunyai hak 
 
dan kewajiban berbeda dengan anggota masyarakat yg lebih tua. Dalam hukum adatmasyarakat tertentu, mialnya, anak sulung memperoleh prioritas dalam pewarisan harta ataukekuasaan.Asas senioritas yg dijumpai dalam stratifikasi berdasarkan usia ini dijumpai puladalam bidang pekerjaan. Dalam berbagai organisasi modern, misalnya, kita sering melihatadanya usia antara karyawan yg memangku jabatan sama. Ini terjadi karena dalam organisasitersebut pada asasnya karyawan hanya dapat memperoleh kenaikan pangkat setelah berselangsuatu jangka waktu tertentu
 — 
misalnya dua tahun, atau empat tahun; karena jabatan dalamorganisasi hanya dapat dipangku oleh karyawan yg telah mencapai suatu pangkat minimaltertentu; dan karena dalam hal terdapat suatu lowongan jabatan baru, karyawan yg diper-timbangkan untuk mengisinya ialah mereka yg dianggap paling senior. Sistem yg dianut dikalangan pegawai negeri kita, misalnya, merupakan perpaduan antara
merit system
(sistempenghargaan terhadap prestasi) dan sistem senioritas. Oleh sebab itu tidaklah terlalumengherankan bilamana kita menjumpai bahwa jabatan yg dipangku dosen didalam strukturorganisasi perguruan tinggi negeri (seperti jabatan ketua jurusan, pembantu dekan, dekan dansebagainya) serta jabatan fungsional mereka (seperti asisten ahli,lektor,guru besar)memperlihatkan hubungan erat dengan usia para pemangku jabatan, meskipun usia memangbukan satu-satunya ukuran yg dipakai untuk mengusulkan seorang pemangku jabatan.Masih pentingnya asas senioritas dijumpai pula dalam sistem kenaikan pangkat dosen.Dosen tetap pada perguruan tinggi negeri yg tidak berhasil naik pangkat ke golongan IVsebelum mencapai usia tertentu, misalnya, akan dipensiunkan dan tidak dapatdipertimbangkan untuk jabatan guru besar, apapun gelar akademik yg dimilikinya dan apapun prestasi dan sumbangannya dalam bidang keahliannya.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Vera Angel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->