Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Antarkelompok

Hubungan Antarkelompok

Ratings: (0)|Views: 2,287 |Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

 
BAB 10
Hubungan Antar Kelompok
KONSEP KELOMPOK DAN HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK
Kalau dalam bab-bab sebelumnya bahasan kita dipusatkan pada apa yng terjadi dikala seseorang atau beberapa orang anggota masyarakat berinteraksi dengan seseorang ataubeberapa orang lain, maka dalam bab ini bahasan akan kita pusatkan pada hubungan antar-kelompok 
(intergroup relations)
, hubungan antara dua kelompok atau lebih yang mempunyaiciri khusus. Pettigrew (1968:277) mendefinisikan
intergroup relations
sebagai
“the social interactions between any two or more groups.”
 
Dalam pembahasan kita mengenai kelompok kita telah melihat tipologi kelompok menurut Robert Bierstedt, yaitu pembagian dalam empat tipe kelompok yaitu
statisticalgroup, societal group, social group, dan associational group
. Dalam pembahasan kitamengenai hubungan antar-kelompok, yang dimaksudkan kelompok mencakup keempat tipekelompok yang disebutkan oleh Bierstedt tersebut. Dengan demikian kita menggunakankonsep kelompok dalam arti luas.
KLASIFIKASI KELOMPOK YANG TERLIBAT DALAMHUBUNGAN ANTARKELOMPOK
Dalam bahasan berikut ini kata kelompok dalam konsep hubungan antar kelompok mencakup semua kelompok yang diklasifikasikan oleh Kinloch (1979). Kriteria pertama yangdisebutkan Kinloch terdiri atas ciri fisiologis. Atas dasar ini dijumpai pengelompokan yang
 
didasarkan pada persamaan jenis kelamin (laki-laki-perempuan), usia (tua-muda), dan ras(antara lain Hitam-Putih).Kriteria kedua adalah kebudayaan. Menurut kinloch kategori ini mencakup kelompok yang diikat oleh persamaan kebudayaan, seperti kelompok etnik (misalnya Aceh,Minangkabau, Minahasa, Ambon, Dayak dan sebagainya).Meskipun Kinloch tidak menyabutkan faktor agama, namundalam banyak kasus pengelompokan berdasarkanpersamaan agama pun dapat dimasukkan dalam kategori ini.Kriteria ketiga ialah kriteria ekonomi. Atas dasar kriteria ini Kinloch membedakanantara mereka yang tidak mempunyai kekuasaan ekonomi dan mereka yang mempunyainya.Kriteria terakhir ialah prilaku. Atas dasar ini dijumpai pengelompokan berdasarkancacat fisik, berdasarkan cacat mental, dan penyimpangan terhadap aturan masyarakat.
DIMENSI HUBUNGAN ANTARKELOMPOK
Hubungan antarkelompok mempunyai berbagai dimensi.Dalam hubungan ini Kinlochmengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi kelompok minoritas dapat dikaji denganmenggunakan enam dimensi berlainan. Dimensi utama yang dijabarkannya ialah dimensisejarah, dimensi demografi, dimensi sikap, dimensi institusi, dimensi gerakan sosial, dandimensi tipe utama hubungan antarkelompok (lihat Kinloch, 1979:3-10). Disini kita akanmembatasi diri pada empat dari enam dimensi tersebut, yaitu dimensi sejarah, dimensi sikap,dimensi institusi, dan dimensi gerakan sosial.Kajian dari sudut dimensi sejarah diarahkan pada masalah tumbuh danberkembangnya hubungan antarkelompok. Bilamanakah, misalnya, kontak pertama antara
 
kelompok ras Kulit Putih dan Kulit Hitam terjalin? Bagaimanakah kontak tersebut kemudianberkembang menjadi hubungan dominasi, dan bahkan perbudakan?Melalui dimensi sikap kita mengamati sikap anggota suatu kelompok terhadapanggota lain, dan sebaliknya. Bagaimanakah, misalnya, sikap anggota kelompok etnik Tionghoa terhadap kelompok pribumi di Indonesia, dan bagaimana pula sikap kelompok pribumi terhadap anggota kelompok etnik Tionghoa? Stereotip dan prasangka apakah yang dipunyai suatu kelompok mengenai anggota kelompok lain, misalnya stereotip dan prasangkaorang kaya mengenai orang miskin, orang heteroseks mengenai orang homoseks, orang mudamengenai orang tua, orang bertubuh utuh normal mengenai para penyandang cacat, dan orangbermental sehat mengenai orang cacat mental?Sikap yang dipunyai suatu kelompok terhadap kelompok lain sering kali ditunjangdan bahkan diperkuat oleh institusi dalam masyarakat seperti institusi ekonomi dan politik.Diskriminasi dan prasangka orang Kulit Putih terhadap orang Kulit Hitam di Republik AfrikaSelatan, misalnya, ditunjang oleh kebijaksanaan
apartheid 
yang di masa lampau ditegakkanoleh institusi politik dan ekonomi. Pemahaman mengenai peran institusi dalam hubunganantar-kelompok ini diperoleh dengan kajian yang memusatkan perhatian pada dimensiinstitusi.Dimensi gerakan sosial merupakan suatu dimensi lain dalam hubunganantarkelompok. Kajian dari sudut pandang ini memperhatikan berbagai gerakan sosial yangsering dilancarkan suatu kelompok untuk membebaskan diri dari dominasi kelompok lain;misalnya gerakan ANC
(African
 
 National Congress)
di Republik Afrika Selatan, ataugerakan kelompok usia lanjut
(Grey Panthers),
gerakan pembebasan perempuan
(Women’s
 Liberation Movement),
gerakan Kulit Hitam moderat NAACP
(National Association for the

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Vera Nita liked this
Zhan Wei Ly liked this
Yu'n Yunita liked this
Riska Junitasari liked this
Syarifah Ainum liked this
Erni Tri Indarti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->