Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masalah Dan Kebijakan Makro Ekonomi Di Indonesia

Masalah Dan Kebijakan Makro Ekonomi Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 670 |Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2014

pdf

text

original

 
PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Disusun Oleh :
ARNOLD JAYENDRA
1002120562
Masalah dan Kebijakan MakroEkonomi Di Indonesia
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS RIAU2011
 
Kebijakan Ekonomi Makro
Kebijakan Makro adalah kebijakan Pemerintah di bidang ekonomi untuk mengendalikan danmenjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan ekonomi dilakukan dengan mengendalikan / memanipulasi variable-variable ekonomi.
Misalnya saran Wallace yang terkenal dengan : “
Three Fair Economic Variables”,
yaitu :I - S (Invesment and saving)G - T (Goverment Expenditure and Taxes)X - M (Export and Import)Bila :(I
 – 
S) + (G
 – 
T) + (X
 – 
M) = 0 maka ekonomi stabil(I
 – 
S) + (G
 – 
T) + (X
 – 
M) > 0 maka ekonomi inflasi(I
 – 
S) + (G
 – 
T) + (X
 – 
M) < 0 maka ekonomi deflasiPermasalahan perekonomian suatu negara sangat beraneka ragam diantaranya lajuinflasi, pengangguran,pertumbuhan ekonomi,dll. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintahdapat melakukan kebijakan, sebagai berikut.
1.
 
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal
pada prinsipnya merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaandan pengeluaran negara. Sumber-sumber penerimaan negara antara lain dan pajak,penerimaan bukan pajak serta bantuan/pinjaman dan luar negeri. Selain itu, pengeluarandibagi menjadi dua kelompok besar yakni pengeluaran yang bersifat rutin sepertimembayar gaji pegawai, belanja barang serta pengeluaran yang bersifat pembangunan.Dengan demikian, kebijakan fiskal merupakan kebijakan pengelolaan keuangan negaradan terbatas pada sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yangtercantum dalam APBN.
 2.
 
Kebijakan Moneter
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bab 1 Pasal 10 yang dimaksud dengan Kebijakan Moneter adalah kebijakanyang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan memeliharakestabilan nilai rupiah yang dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uangberedar dan atau suku bunga.
 
Beberapa kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pemerintah pada saat krisis untuk merespons anjloknya nilai rupiah adalah sebagai berikut.
a)
 
Kontraksi rupiah secara besar-besaran melalui kebijakan fiskal (APBN) dengan caramenekan pengeluaran dan menunda pembayaran-pembayaran yang tidak mendesak.
b)
 
Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, sehingga suku bunga SBI
(
Sertifikat Bank Indonesia) mencapai 70% dengan maksud membatasi ekspansi kredit perbankan dan
 
menarik uang yang beredar dan sistim perbankan yang dikonversikan ke dalam SBIpada Bank Indonesia.
c)
 
Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar pada saatdiperlukan jika rupiah menunjukkan tanda-tanda yang benar-benar mengkhawatirkan.
d)
 
Pembatalan dan penundaan berbagai mega proyek pemerintah guna memperketatpengeluaran melalui APBN serta mengurangi laju impor barang
 
agar
 
cadangan devisa
 
tidak semakin terkuras. Demikian pula pihak swasta dihimbau untuk menundaberbagai proyek yang bernilai besar agar impor dapat dikurangi guna menolongcadangan devisa nasional. Ada 3 instrumen kebijakan instrumen yang digunakan untuk mengatur jumlah uang yangberedar yaitu :1. Operasi pasar terbuka ( open market operation )Yaitu kebijakan pemerintah mengendalikan jumlah uang yang bredar dengan caramenjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah. Di Indonesia operasipasar terbuka dilakukan dengan menjual atau membeli Sertifikat Bank Indonesia(SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU).2.
 
Fasilitas
 
Diskonto ( Discount Rate )Salah satu fasilitasnya yaitu adanya tingkat bunga diskonto yang maksudnya adalahtingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umun yang meminjam kebank sentral. Jika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar, makapemerintah melakukan suatu cara yaitu menurunkan tingkat bunga penjaman ( tingkatdiskonto ). Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar, sehingga jumlahuang yang beredar bertambah dan sebaliknya.3.
 
Rasio Cadangan Wajib ( Reserve Requirement Ratio )Penetapan ratio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang yang beredar. Jikarasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akanlebih kecil dibandingkan sebelumnya.
4.
 
Kebijakan Pendapatan5.
 
Kebijakan Luar Negeri
Permasalahan Ekonomi Makro
 
a. Masalah Kemiskinan dan Pemerataan
 Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar11,4% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun, sebagai akibat dari krisis ekonomiyang berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997, jumlah penduduk miskin pada akhirtahun itu melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari jumlah keseluruhan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sandika Chandra liked this
akhmad113 liked this
Icksan Jpwk liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->