Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Pemerintahan Di Berbagai

Sistem Pemerintahan Di Berbagai

Ratings: (0)|Views: 556|Likes:

More info:

Published by: Putri Ardiana Puspita Sari on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2012

pdf

text

original

 
Sistem Pemerintahan di Berbagai Negara
1.
 
Pengertian Pemerintahan
 
 
Dalam arti luas
 Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislatif,eksekutif dan yudikatif di suatu negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara.
 
Dalam arti sempit
 Pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara.
 
Menurut Utrecht
 Istilah pemerintahan punya pengertian yang tidak sama. Beberapa pengertian tersebut adalahsebagai berikut:1.
 
Pemerintahan sebagai gabungan dari semua badan kenegaraan yang berkuasamemerintah. Jadi, yang termasuk badan-badan kenegaraan di sini bertugasmenyelenggarakan kesejahteraan umum, misalnya badan legislatif, badan eksekutif danbadan yudikatif.2.
 
Pemerintahan sebagai gabungan badan-badan kenegaraan tertinggi yang berkuasamemerintah di wilayah satu negara, misalnya raja, presiden, atau Yang Dipertuan Agung(Malaysia).3.
 
c.
Pemerintahan dalam arti kepala negara (presiden) bersama dengan kabinetnya.Adapun sistem pemerintahan diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagaikomponen pemerintahan yang bekerja saling bergantung dan mempengaruhi dalam mencapaitujuan dan fungsi pemerintahan. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputilembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Jadi, sistem pemerintahan negara menggambarkanadanya lembaga-lembaga negara, hubungan antar lembaga negara dan bekerjanya lembaganegara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan.Dalam pandangan
Offe,
bahwa pemerintahan merupakan hasil dari tindakan administratif dalamberbagai bidang dan bukan merupakan hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah berdasarkanperaturan perundang-undangan yang ditetapkan sebelumnya; tetapi lebih merupakan hasil darikegiatan produksi bersama (
coproduction
) antara lembaga pemerintahan dengan
klien
masing-masing. Pemerintahan (
governing
) menurut
Kooiman
, merupakan proses interaksi antaraberbagai aktor dalam pemerintahan dengan kelompok sasaran atau berbagai individu masyarakat.Oleh sebab itu, pola penyelenggaraan pemerintahan dalam masyarakat dewasa ini pada intinyamerupakan proses koordinasi (
coordinating
), pengendalian (
steering
), pemengaruhan(
influencing
) dan penyeimbangan (
balancing
) setiap hubungan interaksi tersebut.
 
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa penyelenggaraan pemerintahan (
governing
)
dapat dipandang sebagai “intervensi perilaku politik dan sosial yang berorientasi hasil, yang
diarahkan untuk menciptakan pola interaksi yang stabil atau dapat diprediksikan dalam suatusistem (sosial-politik), sesuai dengan harapan ataupun tujuan dari para pelaku intervensi
tersebut”.
 Bonus Info KewarganegaraanDalam masyarakat modern atau
 post-modern
dewasa ini, pola pemerintahan yang dapatdikembangkan sesuai dengan karakteritiknya masing-masing adalah sebagai berikut :1.
 
Kompleksitas
, yaitu dalam menghadapi kondisi yang kompleks, maka polapenyelenggaraan pemerintahan perlu ditekankan pada fungsi koordinasi dankomposisi.2.
 
Dinamika,
yaitu dalam hal ini pola pemerintahan yang dapat dikembangkanadalah pengaturan atau pengendalian (
steering
) dan kolaborasi (pola interaksisaling mengendalikan diantara berbagai aktor yang terlibat dan ataukepentingan dalam sesuatu bidang tertentu.3.
 
Keanekaragaman,
yaitu masyarakat dengan berbagai kepentingan yangberagam dapat di atasi dengan pola penyelenggaraan pemerintahan yangmenekankan pada pengaturan (
regulation
) dan integrasi atau keterpaduan(
integration
).1.
 
2. Bentuk Pemerintahan
 1.
 
a. Bentuk Pemerintahan Klasik
 Teori-teori tentang bentuk pemerintahan klasik pada umumnya masih menggabungkan bentuk negara dan bentuk pemerintahan. Hal ini sejalan dengan pendapat
Mac Iver
 
dan
LeonDuguit
yang menyatakan bahwa bentuk negara sama dengan bentuk pemerintahan.
Prof. PadmoWahyono, SH
 
 juga berpendapat bahwa bentuk negara aristokrasi dan demokrasi adalah bentuk pemerintahan klasik, sedangkan monarki dan republik adalah bentuk pemerintahan modern.Dalam teori klasik, bentuk pemerintahan dapat di bedakan atas jumlah orang yang memerintahdan sifat pemerintahannya. €
Ajaran Plato (429
 – 
347SM)
 
Plato
mengemukakan lima bentuk pemerintahan negara. Kelima bentuk itu menurut Plato harussesuai dengan sifat-sifat tertentu manusia. Adapun kelima bentuk itu sebagai berikut.
Fokus Kita :
 Bentuk pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur alat-alat perlengkapannegara dan hubungan antara alat-alat perlengkapan itu.
 
1)
Aristokrasi,
yaitu bentuk pemerintahan yang di pegang oleh kaum cendikiawan yangdilaksanakan sesuai dengan pikiran keadilan.2)
Timokrasi
, yaitu bentuk pemerintah yang di pegang oleh orang-orang yang inginmencapai kemasyuran dan kehormatan.3)
Oligarki
, yaitu bentuk pemerintahan yang di pegang oleh golongan hartawan4)
Demokrasi,
yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat jelata, dan5)
Tirani,
yaitu bentuk pemerintahan yang di pegang oleh seorang tiran ( sewenang-wenang)sehingga jauhdari cita-cita keadilan. €
Ajaran Aristoteles (384
 – 
322 SM)
 
Aristoteles
membedakan bentuk pemerintahan berdasarkan dua kriteria pokok, yaitu jumlahorang yang memegang pucuk pemerintahan dan kualitas pemerintahannya. Berdasarkan duakriteria tersebut, perbedaan bentuk pemerintahan adalah sebagai berikut.1)
Monarki,
yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang demi kepentinganumum, sifat pemerintahan ini baik dan ideal.2)
Tirani,
yaitu bentuk pemerintah yang dipegang oleh seseorang demi kepentingan pribadi.Bentuk pemerintahan ini buruk dan merupakan kemerosotan.3)
Aristokrasi
, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok cendikiawandemi kepentingan umum. Bentuk pemerintahan ini baik dan ideal.
4) Oligarki
, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok cendikiawan demikepentingan kelompoknya. Bentuk pemerintahan ini merupakan pemerosotan dan buruk.
5) Pliteia,
yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seluruh rakyat demi kepentinganumum. Bentuk pemerintahan ini baik dan ideal.
6) Demokrasi,
yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang tertentu demikepentingan sebagian orang. Bentuk pemerintahan ini kurang baik dan merupakan pemrosotan. €
Ajaran Polybios (204-122 SM)
 Ajaran
Polybios
yang dikenal dengan
Cyclus Theory
sebenarnya merupakan pengembangnalebih lanjut dari ajaran aristoteles dengan sedikit perubahan, yaitu dengan mengganti bentuk pemerintahan ideal
 pliteia
dengan
demokrasi.
 Teori siklus menurut
Polybios
dapat digambarkan pada bagan berikut ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->