Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Economist Reading List

Economist Reading List

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:
Published by DharendraWardhana

More info:

Published by: DharendraWardhana on Aug 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

 
1
Economists
Reading List
Informasi dan berita mengenai ekonomi senantiasa menghiasi tajuk dan kolom pemberitaan di mediamassa. Hal ihwal perdagangan, perbankan, keuangan, dan topik lainnya selalu menjadi fokus danpembahasan dalam setiap edisi. Selain dari tulisan redaksi, berbagai pengamat dengan bermacam latarbelakang juga hampir selalu hadir untuk mengomentari maupun memberikan analisis tajam atasberbagai fenomena dan peristiwa yang baru terjadi. Para pembaca yang berasal dari berbagai kalanganseperti investor ataupun masyarakat awam tidak luput untuk memberikan perhatian bahkan terkadangikut serta berpartisipasi memberikan tanggapan.Banyak media yang mengambil spesialisasi pada pemberitaan ekonomi, meskipun demikian mediamassa umum juga menunjukkan kebonafidan substansi berita dengan
line-up
redaksi khusus yanghandal. Tulisan ini akan menampilkan berbagai contoh media cetak massal khusus dalam bidangekonomi yang berperan banyak sebagai
opinion leader 
maupun
news maker 
.Sejarah penerbitan harian khusus ekonomi diwarnai oleh raksasa dan pionir seperti
Wall Street Journal 
 (WSJ) yang berbasis di Amerika,
Financial Times
(FT) dan
The Economist 
yang berbasis di Inggris. Di luaritu, masih terdapat
Business Week 
. Beberapa terbitan yang tidak spesifik ekonomi seperti
Newsweek,Foreign Policy,
dan
Time
juga sering menampilkan
op-ed 
terkait isu-isu ekonomi. Media tersebutmemang diawali sebagai terbitan cetak, namun seiring dengan perkembangan zaman mereka jugamenampilkan edisi online yang dapat dikunjungi melalui berbagai macam
gadget 
. Khusus untuk wilayahAsia, dulu terdapat publikasi besar Far Eastern Economic Review (FEER) yang menerbitkan
 final issue
 pada Desember 2009.Channel TV khusus mengenai ekonomi seperti
Bloomberg
atau
CNBC 
tampaknya masih menjadi acuanpara pemirsa maupun investor di Wall Street. Stasiun TV ini pada umumnya juga terkadangmenghadirkan tokoh terkemuka seperti George Soros atau Joseph Stiglitz untuk mengupas tuntasberbagai persoalan perekonomian dunia. Diskusi dan debat juga sering diadakan oleh stasiun TVkonvensional seperti CNN dan BBC dengan mendatangkan para pakar dan praktisi.
 
2Yang menarik adalah, hampir seluruh media tersebut memberikan porsi lebih pada industrifinansial/keuangan. Hal ini jamak terjadi karena perkembangan situasi industri ini yang sangat dinamisdan bersifat global. Media tersebut juga tidak selalu netral, bahkan selalu memiliki kecenderunganuntuk mendukung aliran politik atau kebijakan politik tertentu dan seringkali memiliki
stance
yangberubah-ubah.Saat ini, masyarakat lebih banyak memiliki pilihan selain media terkenal diatas. Beberapa blog yangdirilis oleh ekonom, akademisi, praktisi maupun pemangku kepentingan bidang ekonomi menghiasi jagatinternet. Greg Mankiw, Paul Krugman, Dani Rodrik, William Easterly, Dan Ariely, dan Jeffrey Sachsadalah beberapa tokoh yang aktif menyumbangkan pemikirannya melalui blog pribadi mereka. Tak jarang komenta rdan tanggapan dari para pengunjung blog ditanggapi serius sehingga mirip seperti pada
situasi diskusi ilmiah. Beberapa ekonom juga memperluas “peredaran”
-nya dengan berkicau di jaringan
twitter 
. Media sosial seperti blog dan
twitter 
juga dimanfaatkan kegunaannya oleh lembagainternasional seperti Bank Dunia dan IMF dalam rangka memberikan informasi secara aktif kepadakhalayak.Untuk pembaca serius, dapat mengakses jurnal ilmiah. Beberapa yang paling terkenal adalah terbitan
National Bureau of Economic Research
(NBER),
 American Economic Association
(AEA),
Royal EconomicSociety 
(RES). Sedangkan untuk literatur bisnis (non-ekonomi) dapat mengakses
Harvard BusinessReview 
. Selain itu, jurnal ilmiah kebanyakan ditampung oleh pusat studi maupun fakultas ekonomi dariberbagai universitas kenamaan. Publikasi ilmiah juga ditampung dalam jaringan penyimpanan virtualdan penyedia layanan akses seperti JSTOR atau EBSCO.
 
3Di Indonesia, oplah media massa khusus ekonomi didominasi oleh terbitan dengan frekuensi mingguanseperti Warta Ekonomi, Info Bank, Trust, Kontan. Untuk publikasi harian, Investor Daily Indonesia, BisnisIndonesia, dan Neraca adalah yang memiliki sirkulasi terbesar. Beberapa media mainstream sepertiKompas, Media Indonesia, Republika, dan Jawa Pos juga memberikan perhatian khusus pada kolompemberitaan ekonomi dengan memberikan ruang yang cukup besar serta memiliki
desk 
atau tim khusustersendiri, majalah mingguan Tempo baru-baru ini menyisipkan suplemen khusus bertajuk TheIndonesian Financial Services bekerjasama dengan lembaga
Independent Research & Advisory Indonesia
.Hal yang menarik ditemui akhir-akhir ini adalah artikel bertemakan ekonomi juga dapat ditemui padamajalah atau terbitan yang sebelumnya bertema gaya hidup atau
entertainment 
seperti PlayboyIndonesia atau Esquire yang pernah memuat tulisan Poltak Hotradero (Analis Bursa Efek Indonesia),Fadhil Hassan (INDEF), dan Fauzi Ichsan (Kepala Ekonom dari Standard Chartered).Jurnal ilmiah khusus ekonomi umumnya diterbitkan oleh fakultas ekonomi di berbagai universitas atauinstitusi publik di Indonesia seperti Jurnal Ekonomi dan Pembangunan dari FE UI, Jurnal Ekonomi BisnisIndonesia dari FEB UGM, Jurnal Prisma dari Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomidan Sosial (LP3ES), dan Buletin Ekonomi Moneter Perbankan dari Bank Indonesia. Akreditasi atau ISSNadalah komponen terpenting sebagai pengakuan ilmiah atas publikasi yang diterbitkan, biasanyadiberikan oleh institusi resmi yang ditunjuk sebagai wadah (
clearing house
) seperti Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia (LIPI) atau Kementerian Pendidikan Nasional.Kemajuan teknologi informasi membuka peluang pertukaran informasi menjadi lebih besar dari yangterbayangkan sebelumnya. Hal ini dimanfaatkan oleh sejumlah ekonom, akademisi, pengamat,
scholar 
,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->