Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LP Harga Diri Rendah

LP Harga Diri Rendah

Ratings: (0)|Views: 2,552|Likes:
Published by rakatsu

More info:

Published by: rakatsu on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yangmemungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UUKesehatan No. 23 tahun 1992). Selain itu, menurut UU RI Nomor 39 Tahun 2009tentang kesehatan, adapun pengertian kesehatan adalah keadaan sehat, baik secarafisik, mental, spritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Keadaan sehat dicerminkan oleh kelengkapan organ dan sistem tubuh yang berfungsi normal serta adanya zat pengatur fungsi tubuh. Otak adalah organ yang bertugas mengatur fungsi tubuh. Agar otak berfungsi dengan baik diperlukan energidari glukosa, protein, lemak, vitamin, dan oksigen yang berasal dari sistem tubuh.Manusia dikatakan memiliki jiwa jika dia hidup dan organ tubuhnya berfungsi baik.Oleh karena itu, kesehatan otak merupakan inti dari kesehatan jiwa manusia.Jadi bisa disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah keadaan sehat seseorangdimana dapat menerima keadaan diri sendiri, orang lain, dan benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan serta dapat mengatasi masalah yang berhubungandengan pemenuhan kebutuhan kehidupan secara sosial dan ekonomis. MenurutSkinner, ada 4 kriteria sehat jiwa, yaitu menerima diri sendiri, diterima oleh oranglain, efisien dalam bekerja atau studi, dan bebas dari konflik dalam diri sendiri
 
2
diakses 30 Maret 2012)
.Kesehatan jiwa juga didefinisikan sebagai perasaan sehat dan bahagia sertamampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimanaadanya, dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri serta orang lain
).Pengertian “konsep gangguan jiwa” dari PPGD II yang merujuk ke DSM-III(PPGDJ III: 7) adalah sindrom atau pola perilaku, atau psikologik seseorang yangsecara klinik bermakna, dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan(distress) atau hendaya (
impairment/disability
) di dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia.Rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam perawatangangguan mentalserius
(Wikipedia. Online,http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah sakit jiwa , diakses 30 Maret 2012)
. Adapunsalah satu rumah sakit yang mengusung pelayanan kesehatan jiwa adalah RumahSakit Jiwa Daerah Sambang Lihum Gambut Kabupaten Banjar.Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menyebutkan 14,1% penduduIndonesia mengalami gangguan jiwa dari yang ringan hingga berat. Data dari 33rumah sakit jiwa (RSJ) di seluruh Indonesia menyebutkan hingga kini jumlah penderita gangguan jiwa berat mencapai 2,5 juta orang. Di Indonesia, prevalensinyasekitar 11% dari total penduduk dewasa. Hasil survei kesehatan mental rumahtangga (SKMRT) menunjukkan sebanyak 185 orang dari 1.000 penduduk dewasamenunjukkan adanya gejala gangguan jiwa. Gangguan mental emosional yang
 
3terjadi pada usia 15 tahun ke atas dialami 140 per 1.000 penduduk dan ditataranusia 5-14 tahun 104 per 1.000 penduduk. Penelitian terakhir menunjukkan, 37%warga Jawa Barat mengalami gangguan jiwa, mulai dari tingkat rendah sampaitinggi (Aimanullah, 2009).Mengacu pada data WHO, prevalensi (angka kesakitan) penderitaskizofrenia sekitar 0,2-2%, sedangkan insidensi atau kasus baru yang muncul tiaptahun sekitar 0,01%. Lebih dari 80% penderita skizofrenia di Indonesia tidadiobati dan dibiarkan berkeliaran di jalanan, atau bahkan dipasung. Sementara itu, jumlah penderita gangguan jiwa ringan dan sedang juga terus meningkat.Diperkirakan 20-30% dari populasi penduduk di perkotaan mengalami gangguan jiwa ringan dan berat.Keperawatan jiwa adalah proses interpersonal yang berupaya untumeningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mengkontribusikan pada fungsiyang terintegrasi sistem klien dapat berupa individu, keluarga, kelompok,organisasi, atau komunitas. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawatmeyakini bahwa klien adalah manusia yang utuh dan unik yang terdiri dari aspek  bio-psikosial-kultural-spiritual. Selanjutnya, perawat dapat mengidentifikasi statuskesehatan klien yang berfluktuasi sepanjang rentang sehat-sakit. Status kesehatanklien akan mempengaruhi respon klien yang dapat dikaji dari aspek bio-psikososial-kultural-spiritual. Pada pengkajian, seringkali perawat hanya memusatkan perhatian pada aspek biologis atau fisik saja sehingga asuhan keperawatan yang komprehensif tidak tercapai (Kelliat,1999).Umumnya, pasien gangguan jiwa dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Jiwa

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adam_abdurochim liked this
Tito Ahmad liked this
Esthie Andarini liked this
adambitor1713 liked this
Restu Insani liked this
Kurniawati Nia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->