Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1.JURNAL Musdalifah

1.JURNAL Musdalifah

Ratings: (0)|Views: 280 |Likes:
Published by fkmump

More info:

Published by: fkmump on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

 
Promotif, Vol.1 No.2 Apr 2012 Hal 58-65 Artikel I58
 
ANALISIS KESIAPAN FUNGSI PELAYANAN FARMASI DI INSTALASI FARMASIRUMAH SAKIT (IFRS) UNDATA PALU MENJADI RS TIPE B PENDIDIKANMusdalipah
Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat FKM Unismuh Palu
ABSTRAK
Rumah sakit Undata Palu merupakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah dengan tipe B non pendidikan.Pelayanan farmasirumah sakit adalah salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanankesehatan bermutu yang mana pelaksanaannya pada suatu Instalasi Farmasi RumahSakit (IFRS). Dalam mengembangkan pelayanannya, RSUD Undata Palu akanmengubah statusnya menjadi rumah sakit tipe B pendidikan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kesiapan IFRS UndataPalu menjadi RS tipe B pendidikan dengan melihat indikator fungsi pelayanan IFRS.Penilaian fungsi pelayanan farmasi menggunakanSK Menkes No.1197/X/2004 tentangsurvei akreditasi farmasi di rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif dan observasional, dengan rancangan penelitian
case study.
Sampel dalam penelitian ini adalah Jajaran Direktur & Wakil Direktur RSUD UndataPalu, Kepala IFRS, Apoteker, & Asisten Apoteker.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan SK MenkesNo.1197/X/2004 tentang survei akreditasi farmasi di rumah sakit tentang FungsiPelayanan Farmasi, meliputi pelayanan dasar farmasi & pelayanan pendukung farmasi. Analisis kesiapan pelayanan dasar farmasi meliputi asuhan kefarmasian 100%,pemantauan & pelaporan ESO (Efek Samping Obat) 60%, Pelayanan Informasi Obat80%, konseling 80%, Ronde/visite pasien 60%, Pengkajian Penggunaan Obat 60%,Pemantauan Kadar Obat dalam Darah belum dilakukan. Analisis kesiapan pelayananpendukung farmasi meliputi produksi dan kontrol kualitas 40%, RDU (
Rational Drug Use 
) 60%, penanganan obat-obat
cytotoxic,
TPN (
Total Parenteral Nutrition 
) dan iv-
admixture 
& farmakoekonomi belum berjalan.Kata Kunci : Instalasi Farmasi, pelayanan farmasi, RS PendidikanDaftar Pustaka : 17 (2006-2011)
PENDAHULUAN
Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Undata Propinsi SulawesiTengah bertugas menyelenggarakansebagian urusan pemerintah dibidangpelayanan kesehatan yang telah menjadiurusan rumah tangga daerah yangtertuang dalam Peraturan DaerahNomor : 02 Tahun 2003 pasal 4 ayat 1dengan tugas pokok melaksanakanupaya kesehatan secara berdaya gunadan berhasil guna mengutamakan upayapenyembuhan, pemulihan yangdilaksanakan secara serasi, terpadudengan upaya peningkatan pencegahantermasuk penanganan limbah RumahSakit dan melaksanakan upaya rujukan,sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Anonim, 2009).Pada tahun 1995, RSUDUndata Palu yang merupakan BadanTekhnis milik Pemerintah DaerahProvinsi Sulawesi Tengah telahmendapat pengakuan sebagai RSUKelas B non Pendidikan sesuai denganSurat KepMenkes No.93 tahun 1995 danpada tahun berikutnya diakui sebagaipusat rujukan tertinggi di SulawesiTengah dengan Peraturan Daerah No.6Tahun 1996. Dasar PembangunanRumah sakit kelas B pendidikanberdasarkan surat keputusan Gubernur No.445/73.79/DisKes G-ST tanggal 29agustus 2003. Surat Keputusan Menteri
 
Promotif, Vol.1 No.2 Apr 2012 Hal 58-65 Artikel I59
 
percepatan pembangunan kawasanIndonesia Timur No.046/KEP./PPTKTI/VII/2003 tanggal 7 juli 2003.Di dukung oleh surat KeputusanRektor Universitas Tadulako N0.4022 j28 PG/2003 yang diperuntukkan FakultasKedokteran UNTAD ke depan (Anonim,2009).Rumah Sakit Pendidikanadalahrumah sakit yang digunakansebagai tempat pelaksanaan programpendidikan profesi dokter dan dokter spesialis. Selain mendidik profesipendidikan dokter, rumah sakitpendidikan juga berfungsi sebagaitempat pelatihan dan pendidikan bagiprofesi lainnya, seperti farmasi, apoteker,kebidanan dan keperawatan. Dalamrangka mengukur suatu rumah sakit yangtelah memenuhi standar RS Pendidikan,maka diperlukan tolak ukur untuk setiapstandar sesuai dengan klasifikasinya(Depkes, 2009)Dalam upaya tersebutdiperlukan alat untuk mengevaluasi mutupelayanan rumah sakit . Salah satustrategi penting yang dilakukan dalammeningkatkan kualitas pelayananpelayanan medik rumah sakit adalahmelalui standarisasi (akreditasi, auditklinis, dan lain-lain). Instalasi Farmasiadalah pusat perawatan untuk pasiendan produk farmasi itu sendiri mewakilisebagian besar pengeluaran rumah sakit(Barnum, D.,T, 2009; Manik, 2009).Pelayanan farmasi rumah sakitmerupakan salah satu kegiatan di rumahsakit yang menunjang pelayanankesehatan bermutu. Hal tersebutdiperjelas dalam Keputusan MenteriKesehatan Nomor :1333/Menkes/SK/XII/1999 tentangStandar Pelayanan Rumah Sakit, yangmenyebutkan bahwa pelayanan farmasirumah sakit adalah bagian yang tidakterpisahkan dari sistem pelayanankesehatan rumah sakit yang berorientasikepada pelayanan pasien, penyediaanobat yang bermutu, termasuk pelayananfarmasi klinik, yang terjangkau bagisemua lapisan masyarakat (Anonim,2006b).Instalasi Farmasi Rumah Sakit(IFRS) Undata adalah unit kerja didalamrumah sakit yang berperan sebagaipelaksana kegiatan yang bertanggung jawab terhadap semua perbekalan danpelayanan farmasi dalam rangkamelaksanakan fungsi rumah sakit.Ketenagaan IFRS Undata Palu hinggatahun 2010 yaitu dipimpin oleh 1apoteker, dibantu oleh 12 apoteker danasisten apoteker 23 orang.Instalasi Farmasi Rumah Sakit(IFRS), selain menjalankan fungsinyasebagai wadah pelayanan kefarmasian juga ikut berpartisipasi dalam memberiedukasi kepada semua programpendidikan farmasi termasukpengalaman praktik mahasiswa danprofesi apoteker, berpartisipasi dalamproyek studi atau penelitian yangditujukan untuk peningkatan pelayananpenderita dan peningkatan pelayananadministratif dan pelayanan rumah sakitlainnya. (Siregar & Amalia, 2004).Dengan berubahnya statusmenjadi rumah sakit pendidikan,tentunya juga memberikan pengaruhpada IFRS menjadi pendidikan.Penelitian ini dilakukan dengan melihatbagaimana kesiapan IFRS Undata Palumenjadi RS tipe B pendidikanberdasarkan penilaian akreditasi SKMenkes No.1197/X/2004 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakitdengan indikator fungsi pelayananfarmasi.
BAHAN & METODELokasi Penelitian
Penelitian akan dilakukan di InstalasiFarmasi Rumah Sakit (IFRS) UndataPalu, Sulawesi Tengah pada bulanDesember 2010
 –
Februari 2011.Penelitian yang dilakukan merupakanpenelitian kualitatif dan observasional,dengan rancangan penelitian
case study.
Sampel Penelitian
 
Promotif, Vol.1 No.2 Apr 2012 Hal 58-65 Artikel I60
 
Sampel dalam penelitian ini adalahDirektur RSUD Undata Palu, Wakildirektur Pelayanan medik, Ketua KFTUndata Palu, Wakil Direktur Umum danKeuangan, Kepala SeksiPengembangan dan PemeliharaanFasilitas Penunjang Medik, KepalaBidang DIKLIT, Kepala BidangPenunjang Medik, Kepala IFRS UndataPalu, Apoteker dan asisten apoteker fungsional pelayanan farmasi.
Analisis Data
 Analisa data dalam penelitian inimenggunakan metode triangulasi sumber dengan cara menggabungkan hasilwawancara, kuesioner dan observasilangsung. Untuk menilai kesiapan IFRSUndata menuju RS Tipe B pendidikanmaka digunakan penilaian berdasarkansurvei akreditasi rumah sakit untukpelayanan farmasi dan disesuaikandengan SK Menkes No.1197/X/2004tentang standar pelayanan kefarmasiandi rumah sakit
HASIL
Fungsi Pelayanan Kefarmasiansesuai SK Menkes Nomor :1197/Menkes/SK/X/2004 dibagi ataspelayanan dasar & pelayananpendukung farmasi, seperti pada tabeldibawah ini :
Tabel 1Kesiapan Fungsi Pelayanan Dasar Farmasi IFRS Undata Palu sesuai SK MenkesNo.1197/X/2004 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah SakitPelayanan Dasar berdasarkan SK Menkes No.1197/X/2004
 No PelayananKefarmasianStandar Hasil SurveyPenilaian(maks 5)1). AsuhanKefarmasian(
Good Dispensing Practice 
)Kebijakan dan Prosedur tertulis kegiatanSudah ada. Revisi SOPdalam tahap proses5Pengkajian resep dimulaidari seleksi persyaratanadministrasi, farmasi danklinis baik rawat jalanmaupun rawat inapSudah dilakukanDispensingEvaluasi mutu pelayananMeliputi validasi,interpretasi, menyiapkandan meracik obat, labelling,penyerahan obat, dandokumentasi.Terakhir dilakukan padatahun 2008. Untuk periodebelum dilakukan.Persentase penilaian asuhan kefarmasian 100%2).Pemantauandan PelaporanESOKebijakan dan prosedur tertulis kegiatanSudah ada. Revisi SOPdalam tahap proses3Proses kegiatan Jarang dilakukanEvaluasi kegiatan Belum dilakukanPersentase penilaian pemantauan dan pelaporan ESO 60%3).PelayananInformasi ObatKebijakan dan prosedur tertulis kegiatanSudah ada. Revisi SOPdalam tahap proses4Proses kegiatan TerlaksanaEvaluasi kegiatan Belum dilakukan

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Gusti Ayu Rara liked this
tsidora liked this
Nyiendha Oizhae liked this
Sadha Mahardhika liked this
Hime Rani liked this
Anisyah Achmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->