Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Manajemen Pemulihan Kondisi Museum Akibat Dampak Bencana Alam

Strategi Manajemen Pemulihan Kondisi Museum Akibat Dampak Bencana Alam

Ratings: (0)|Views: 260|Likes:

More info:

Published by: Dimas Rizky Prasetio on Aug 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
Dimas Rizky Prasetio 210210070025Disaster PreparadnessIlmu Informasi Dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran
1
STRATEGI MANAJEMEN PEMULIHAN KONDISI MUSEUM AKIBAT DAMPAKBENCANA ALAMPENDAHULUANMuseum adalah sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan modern,pada masa sekarang tidak ada bangsa atau negara yang tidak memiliki museum. Seolah-olahmuseum adalah sebuah prasyarat bagi kehadiran suatu bangsa. Perhatian bangsa terhadapmuseum pun berbagai macam, ada bangsa yang bangga terhadap kehadiran sebuah museum,sehingga mereka memeliharanya dengan baik. Perlakuan lain juga terjadi kepada kehadiranmuseum, museum dianggap sebagain bagian yang di buang sayang dari suatu bangsa. Maudihapus keberadaanya, takut dianggap sebagai bangsa yang tidak memperhatikan sejarahnya,atau takut dianggap sebagai bangsa yang kurang beradab. Ingin memberikan perhatiankepada museum takut pada konsekuensi pendanaan yang tidak kecil, sementara itu museum
tidak memberikan keuntungan ekonomi. Akibatnya museum seperti kata pepatah “ kerakaphidup di batu, mati segan hidupun tak mau “.
 Museum menurut
 International Council of Museums
(ICOM) adalah sebuah lembagayang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya,terbuka untuk umum, memperoleh, merewat, menghubungkan, dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan danrekreasi. Sedangkan Museum menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 Pasal 1 ayat(1) adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjangupaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.Menurut koleksi yang dimilikinya, jenis museum dapat dibagi menjadi dua jenismuseum. Pertama, museum umum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti materialmanusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu danteknologi. Kedua, museum khusus adalah museum yang koleksinya terdiri dari kumpulanbukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, cabangilmu atau satu cabang teknologi.
 
Museum berdasarkan kedudukannya, terdiri dari museumnasional, museum propinsi, dan museum lokal. Museum berdasarkan penyelenggaraannya,terdiri dari museum pemerintah dan museum swasta.
 
Dimas Rizky Prasetio 210210070025Disaster PreparadnessIlmu Informasi Dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran
2
Nilai penting yang terkandung dalam sebuah museum, tidak terlepas dari peranmuseum itu sendiri yaitu :a)
 
Menyimpan kekayaan kebudayaan masyarakat tersebut dan masyarakat lainnya.b)
 
Menjadi tongkat kesinambungan budaya masa lalu dengan masa kini.c)
 
Sumber belajar dan inspirasi masyarakat.d)
 
Berfungsi untuk memberikan suasana rekreasi bagi masyarakat.e)
 
Secara khusus sebuah museum memiliki manfaat bagi sejarah sebagai sumberinformasi mengenai kehidupan masyarakat masa lampau.Tinjauan aspek peran yang berhubungan dengan nilai penting yang terkandung dalamsebuah museum tersebut, seharunya memberikan sebuah kesadaran tersendiri bagimasyarakat/ bangsa agar menjaga keutuhan dari museum itu sendiri. Museum sama halnyadengan lembaga-lembaga informasi lainnya, museum adalah tempat dimana kita bercerminkita ini siapa, dan bagaimana proses menjadi diri kita seutuhnya. Dan menjadi sebuahinspirasi untuk kita terus berkarya dan terus membangun bangsa, dalam artian kita melihatdan terus belajar dari berbagai aspek tentang sejarah agar dapat dikembangkan di erasekarang ini.Oleh karena itu, maka salah satu aset perekam kebudayaan zaman dulu ini perlu kitalestarikan dan kita perhatikan. Walaupun tidak menghasilkan secara langsung, tetapi semuainformasi yang disikapi dengan positif dan kerja keras itu yang dapat kita ambil sebagaisebuah segi ekonomi atau pemasukan. Sampai saat ini banyak sekali faktor-faktor yang dapatmerusak sumber-sumber informasi, seperti halnya fenomena bencana alam. Bencana alamtersebut bersifat alamiah dan dapat sangat mengakibatkan kerusakan fatal, apalagi bagisumber-sumber informasi. Sebuah kejadian kebakaran akan banyak mengakibatkankerusakan, dan selain itu juga kejadian banjir dapat menghanyutkan sumber informasi yangbersifat dokumen kertas.KEBENCANAANBencana merupakan interupsi signifikan terhadap kesinambungan kegiatan operasisehari-hari yang bersifat normal dan berkesinambungan bagi suatu entitas, yang berpengaruhkepada anggota dalam entitas, pelanggan entitas dan berbagai stakholder yang lainnya.Dalam konten bahasa lainnya encana adalah peristiwa/rangkaian peristiwa yang mengancam
 
Dimas Rizky Prasetio 210210070025Disaster PreparadnessIlmu Informasi Dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran
3
dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktoralam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnyakorban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologisdan di luar kemampuan masyarakat dengan segala sumber dayanya.Jenis bencana yang akan dibahas dalam artikel disini adalah jenis bencana alam, bencanaalam yang diperkirakan akan merusakan sumber-sumber informasi, contohnya museumsebagai pusat pembelajaran tentang sejarah berbagai hal, agar kedepanya kita dapat membuatinovasi-inovasi untuk memajukan bangsa ini. Bencana alam di bagi dalam beberapa jenis,seperti halnya banjir, kekeringan, gempa bumi, topan-badai, kebakaran karena alam ( gunungmeletus, kebakaran hutan musim kemarau ).Semua hal tersebut tidak dapat diperkirakan jauh-jauh hari, tetapi dapat dicegahsedemikian rupa. Peringatan akan terjadinya pun, akan terjadi singkat beberapa menit atausampai beberapa detik sebelum terjadinya bencana. Sehingga diperlukan pola pikir darimasyarakat/ bangsa sendiri, untuk menunjukan pola pikir yang luwes dalam menghadapinya,tidak panik dan tetap siaga.Untuk membentuk pola kesiagaan tersebut perlu adanya sebuah perencanaan sebelumdatangnya sebuah bencana alam, yang kemungkinan masyarakat/ bangsa tidak mengetahuinya. Perencanaan pemulihan kembali dampak dari bencana atau
 Disaster  Recovery Plan.
Dengan adanya sebuah perencanaan seperti ini diharapkan akan adanyasebuah kesiagaan dan ketidakpanikan ketika dilanda sebuah bencana alam, khususnya daripihak museum sendiri. Pola perencanaan ini sangatlah penting, tetapi sangat disayangkan diindonesia sendiri banyak yang masih acuh tak acuh dengan adanya konsep ini. Sebenarnyaapabila konsep ini diterapkan dan diprioritaskan dalam menyusun sebuah rencana, makanilai-nilai penting yang terkandung di sebuah museum akan dapat terjaga sebagaimanamestinya.
 Disaster Recovery Plan
itu sendiri adalah perencanaan untuk pengelolaan secararasional dan
cost-effective
bencana terhadap sistem informasi yang akan dan telah terjadi.Sedangkan dalam ilmu bisnis
 Disaster Recovery Plan
ini adalah prosedure yang dijalankansaat BCP (
busines continuity plan
) berlangsung (
in action
) berupa langkah-langkah untuk penyelamatan dan pemulihan (
recovery
) khususnya terhadap fasilitas IT dan sisteminformasi.
 Disaster Recovery Plan
merupakan pengaturan yang komprehensive berisikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->