Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Kimfis-kinetika Reaksi

Makalah Kimfis-kinetika Reaksi

Ratings: (0)|Views: 2,508|Likes:
Published by shle
makalah kimfis kinetika reaksi
makalah kimfis kinetika reaksi

More info:

Published by: shle on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IJAWABAN PERTANYAANI.
 
Etanol Dalam Tubuh Manusia1.
 
Untuk mengetahui bagaimana perjalanan etanol dalam tubuh manusia, kita dapatmemanfaatkan ilmu farmakokinetik, cabang ilmu farmakologi. Analisa dilakukanterhadap darah, dimana konsentrasi etanol waktu tertentu. Suatu percobaandilakukan dan hasil analisis terhadap darah sampel adalah sebgai berikut:t, min 30 60 120 150 240 360 480c x 10, g/cm
 
0,699 0,622 0,413 0,292 0,152 0,060 0,024a.
 
Ada berapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan kinetika reaksietanol dalam darah berdasarkan data yang diberikan? Jelaskan dan berikancontoh untuk masing-masing metode tersebut.b.
 
Berdasarkan data tersebut, metode apakah yang paling sesui, dan tentukanlahorde reaksi, konstanta laju reaksi, dan waktu paruh dari etanol dalam sampeldarah.
 Jawaban
a. Metode-Metode untuk Menentukan Laju Reaksi
Metode-metode yang digunakan untuk menentukan laju reaksi ada 5, antara lain:1.
 
Metode Integrasi
 
Pada metoda integrasi, orde reaksi dapat ditentukan dengan mencocokan datapercobaan dengan persamaan laju reaksi standar setiap orde reaksi. Setelahmengamati perubahan konsentrasi dengan waktu yang diukur, harga k dapatdihitung dengan menggunakan persamaan terintegrasi. Harga k ini berbeda untuk orde reaksi yang berbeda.Sebagai contoh, untuk reaksi orde satu, persamaan laju reaksinya sesuaidengan persamaan (1.1-1)Setelah diintegrasikan, persamaan tersebut menjadi (1.1-2)Dengan persamaan (1.1-2), nilai k dapat dicari, lalu dibandingkan dengan datalaju reaksi dari beberapa data untuk menentukan orde reaksi dari tiap reaktan.Metode integrasi memiliki kelemahan, yaitu orde reaksi yang didapatkankurang akurat apabila terjadi reaksi samping (reaksi paralel) dan reaksi reversibel.
AAd-
dt 
.t][][ln
0
 A A
 
2.
 
Metode Grafik Pada metode grafik, kita menggambarkan terlebih dahulu setiap data yangada. Konstanta laju reaksi dapat ditentukan berdasarkan informasi yang didapatdari grafik.
Tabel 1.
Kurva reaksi berbagai orde
3.
 
Metode DiferensiasiDalam metode ini, data tidak dikumpulkan dalam bentuk konsentrasiterhadap waktu, tetapi dinyatakan sebagai laju perubahan konsentrasi waktuterhadap konsentrasi reaktan. Misalnya, persamaan laju umum yang melibatkandua reaktan A dan B yaitu
 
(1.1-3)
l
(atau
m
) dapat dievaluasi dari kemiringan plot antara log dan log
 A
 (atau log
 B
) dengan menjaga
 B
(atau
 A
) tetap,
dapat dihitung dari intersepdan orde reaksi.4.
 
Metode Laju Reaksi Awal (
 Initial Rates Method 
)Metode ini dilakukan dengan laju reaksi awal dengan konsentrasi awalreaktan yang berbeda-beda. Misalnya, laju suatu reaksi =
k a
 x
b
 y
c
 z
, maka dalammetode ini mula-mula
a
 x
b
 y
c
 z
dibuat tetap dengan jalan menambahkan
a
dan
b
 dalam konsentrasi yang tinggi sehingga banyaknya a dan b yang bereaksi dengan
c
dapat diabaikan, dengan demikian persamaan laju reaksinya akan menjadi:Laju reaksi =
1
c
2
 Dengan mengubah-ubah konsentrasi
c
, kita dapat mengukur laju awal tiapreaksi dan dibuat kurva perubahan konsentrasi c terhadap waktu, seperti padagambar 1 di bawah ini.
Orde Nol Orde Pertama Orde Kedua
,-  
 
 
garis horizontal
 ,-  
 
garis lurus
,-  
 
garis lurus
 Bm Al dt  A
loglogloglog
    
ml
 B Adt  A
    
dt  A
 
 
Gambar 1.
Metode laju reaksi awal untuk menentukan orde reaksi
sumber:
Bird, Tony. 1993.
Kimia Fisik Untuk Universitas
. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
 
Misalkan laju reaksi
awal adalah γ, maka dari gambar di atas diperoleh:
 
γ
1
=
k’ 
(
c
0
)
z1
(1.1-4)
γ
2
=
k’ 
(
c
0
)
z2
(1.1-5)
γ
3
=
k’ 
(
c
0
)
z3
(1.1-6)dengan
 z
= orde reaksi terhadap c,
c
0
= konsentrasi awal c,
k’ 
 
= konstanta lajureaksi (termasuk di dalamnya a
x
b
y
).Bila persamaan diatas di-log-kan, akan diperoleh:l
og γ
= log
k’ 
+
 z
log
c
0
(1.1-7)Jika kita membuat kurva melalui persamaan (1.1-7) di atas diperoleh garislurus dengan gradien
 z
. Dengan demikian orde reaksi terhadap
c
dapat ditentukan.Kita dapat mengulangi cara di atas untuk reaktan
a
dan
b
, sehingga orde reaksiterhadap
a
dan
b
juga dapat ditentukan. Akan tetapi, dengan cara ini sulit untuk memperoleh nilai orde reaksi yang tepat.5.
 
Metode Waktu ParuhWaktu paruh didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan bila separuhkonsentrasi dari suatu reaktan digunakan. Waktu paruh dapat ditentukan dengantepat hanya jika satu jenis reaktan yang terlibat. Namun, jika suatu reaksiberlangsung antara jenis reaktan yang berbeda, waktu paruh harus ditentukanterhadap reaktan tertentu saja. Metode ini memerlukan penentuan waktu paruhsuatu zat (t
1/2
) sebagai suatu fungsi konsentrasi. Waktu paruh bergantung padakonsentrasi awal zat.Untuk sistem satu komponen, waktu paruh dihubungakan dengan konsentrasiawalnya oleh persamaan,
untuk n ≠ 1
(1.1-8), untuk n = 1 (1.1-8a) dan , untuk n = 2 (1.1-8b)
 An
nn
.]).[1( 12
1012 / 1
693,0
2 / 1
021
1
 A

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mita Dwi liked this
Yogi Nugraha liked this
Miftahul Jannah liked this
Nash Stockhom liked this
Ray Althafunnisa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->