Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kasus Pelanggaran UUD ITE

Kasus Pelanggaran UUD ITE

Ratings: (0)|Views: 500|Likes:
Published by Ahmad Rezky Fahlevi

More info:

Published by: Ahmad Rezky Fahlevi on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/27/2012

pdf

text

original

 
Kasus Prita: (Isi Pasal 28 UUD 1945 dan UU ITE)
 
Melihat kasus yang dialami oleh Ibu Prita Mulyasari vs Omni International Hospital bikinsaya gregatan. Saya tahu Ibu Prita tidak pernah bermaksud sengaja hendak mencemarkannama baik rumah sakit ini seperti yang dituduhkan kepadanya tapi ia hanya ingin berbagipengalaman kepada teman-temannya via e-mail. Kebetulan saja ia mengalami pengalamankurang enak terhadap rumah sakit ini.Setiap hari saya bekerja dan duduk berjam jam di depan internet dari pagi hingga sore danterkadang sampai malam hari. Sambil kerja saya sempatkan chatting, ngeblog, kirim e-maildan download lagu-lagu keren. Selama 4 tahun inilah pekerjaan saya dan baru sekarang sayamengetahui adanya Undang-Undang no 11 tahun 1998 tentang Informasi dan TransaksiElektronik ( ITE).Sama seperti teman-teman lainnya di sini saya juga mencoba mengeluarkan segala unek-unek di hati dan pikiran saya agar tidak membludak. Saya jadi kawatir jangan-jangan menulis diblog pun juga dilarang, salah sedikit aja bisa-bisa kena hukuman penjara 6 tahun. Saya emangngak ngerti hukum dan saya hanya tahu bahwa pada pasal 28 UUD 1945 telah mengaturmengenai Hak Asasi Manusia terutama pada pasal 28F yang berbunyi :
“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan me
mperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan infomasi dengan
menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”
 Untuk lebih jelasnya bisa dilihat diwikipedia dan isi dari Undang-Undang 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektonik ( ITE).Saya berharap semoga kasus Ibu Prita ini cepat tuntas karna saya percaya ia tidak bersalahdan kasian kedua balitanya jika harus berpisah dengan ibunya. Semoga Allah membukakanmata hati semua pihak yang terkait. Buat para dokter-dokter di mana saja berada bersikaplahprofessional dan jangan kami yang tak mengerti dunia medis ini malah kalian bodohi.Sumber :http://orangefloat.wordpress.com/2009/06/05/isi-pasal-28-uud-1945-dan-uu-ite/ 
Kasus Narliswandi Piliang
 
(Mereka Terjerat di Dunia Maya: Undang-undang ITE menjerat sejumlahorang di dunia maya. Ada yang mendekam tahanan)
 
VIVAnews -
 HOYAK Tabuik Adaro dan Sukanto.
Itu judul artikel. Ditulis NarliswandiPiliang di Presstalk.com tanggal 18 Juni 2008. Di situ dia menyebutkan bahwa Alvin Lie,anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Amanat Nasional (PAN) meminta uangRp 6 miliar dari PT Adaro Energy.Narliswandi menulis bahwa Alvin meminta uang sebanyak itu bertujuan agar anggotadewan di Senayan tidak melakukan hak angket untuk menghambat Initial Public Offering(IPO) Adaro.
 
Saat itu rencana go public Adaro terhambat sengketa kepemilikan saham. Sebelumsengketa itu tuntas, rencana IPO itu bisa kandas . Tapi Badan Pengawas Pasar Modal(Bappepam) dan Lembaga Keuangan kemudian meloloskan IPO itu. Kabar lalu beredarbahwa anggota dewan di Senayan segera menggelar hak angket atas lolosnya IPO itu.Narliswandi Piliang mengaku meminta konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait, sebelumdia mulai menulis. Iwan, begitu dia disapa, juga meminta klarifikasi dari Alvin Lie danSutrisno Bachir, Ketua Umum PAN.Dari berbagai upaya verifikasi itu, cuma Soetrisno Bachir yang menjawab pertanyaannya."Alvin Lie tidak juga membalas SMS saya ataupun menelepon saya balik," katanya.Sutrisno Bachir, kisah Iwan, menelepon dirinya pada pukul 12.53 siang. Ketua Umum PANitu menyangsikan semua informasi yang diperoleh Iwan. "Narliswandi Piliang, Anda jangansuudzon dong," kata Sutrisno sebagaimana ditirukan Iwan kepada Vivanews.Sutrisno menegaskan bahwa kalau betul Alvin Lie meminta uang sebanyak itu, atas namapartai atau atas nama pribadi, maka Alvin akan dipecat.Tapi Sutrisno meminta bukti yangkuat dari Iwan.Iwan merasa upaya verifikasi yang dilakukan sudah cukup. Dia lantas membuat tulisan yangkemudian dipublikasikan di blognya di laman presstalk.com. Tulisan pun dipublikasikan pada18 Juni 2008.Belum lagi sebulan tulisan itu nampang, Alvin Lie yang merasa nama baiknya dicemarkan,melapor ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Iwan diperiksa polisi beberapa waktu
 berselang.“Dan setelah itu saya dengar polisi sudah menetapkan saya sebagai tersangka,"
 jelas Iwan. Dia memastikan bahwa hingga saat ini dirinya sama sekali belum menerimasurat penetapan tersangka itu.Iwan dinilai melanggar ketentuan dalam Pasal 27 ayat UU ITE. Jika melanggar aturan dalampasal itu, maka seseorang dapat dipidana penjara maksimal enam tahun penjara dan dendamaksimal Rp 1 miliar.Iwan yang merasa tersudut melakukan aneka cara. Dia mengajukan uji materiil ketentuanPasal 27 UU ITE ke Mahkamah Konstitusi. Iwan yang merasa memiliki kedudukan hukumuntuk mengajukan permohonan pengujian UU ITE ini merasa terancam dengan berlakunyaPasal 27 ayat (3) UU ITE.Permohonan serupa juga diajukan tiga blogger yakni Edy Cahyono, Nenda Inasa Fadhilah,dan Amrie Hakim.Upaya itu kandas. Majelis Konstitusi yang diketuai Mahfud MD menolak permohonan IwanPiliang dan Amrie Hakim Cs.Mahkamah menilai Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak bertentangan dengan nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan prinsip negara hukum. Majelis menilai ketentuan dalam pasal itubertujuan menjaga keseimbangan antara kebebasan dan perlindungan individu, keluarga,kehormatan, dan martabat dengan kebebasan mengemukakan pendapat dan pikiran dalamsuatu masyarakat yang demokratis.Permohonan Amrie dan kawan-kawannya ditolak. Mejelis menilai permohonan Amrie sama
 
Kasus Agus Hamonangan
 Tulisan 'Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto' tidak hanya menjerat Iwan Piliang. Tapi jugamenjerat moderator milis, Agus Hamonangan.Tapi Agus masih lebih beruntung. Statusnya cuma saksi dalam perkara pencemaran namabaik yang dilaporkan Alvin Lie. "Untuk Agus tidak diproses, karena tulisan itu menjadi
tanggung jawab saya,’ujar Iwan’.
 Iwan memastikan bahwa saat itu dirinya tidak berniat mencemarkan nama baik siapa pun.
“Niat saya menulis adalah karena saya senang menulis dan belajar menjadi citizen
 journalism," kata Iwan kepada VIVAnews, Jumat 5 Juni 2009.Kini kasus ini belum jelas ujungnya. Hingga kini, lanjut Iwan, dirinya belum pernah lagidipanggil kepolisian. "Sampai saat ini kasus saya tidak jelas," ujarnya.Walau baru saja diundangkan, UU ITE sudah menjerat banyak orang. Erick JazierAdriansyah, misalnya, masuk ruang tahanan sejak 17 November 2008, gara-gara mengirimsurat elektronik yang dianggap meresahkan banyak orang.Dalam surat elektroniknya pada 14 November 2008, Erick yang juga adalah broker pialang diPT Bahana Securities, itu menyebutkan lima bank di Indonesia mengalami masalahlikuiditas dan kegagalan dalam menyelesaikan transaksi antarbank.Bank yang dituding bermasalah itu adalah Bank Panin, Bukopin, Artha Graha, Bank CIC,dan Bank Victoria.Surat elektronik Erick ini membuat dunia perbankan heboh. Pemerintah dan pelakuperbankan sempat panik. Mereka takut terjadi penarikan uang besar-besaran dan pemilik modal mengalihkan dananya ke luar negeri.Polisi mengambil langkah cepat. Dalam waktu tak kurang dari satu hari, polisi berhasilmenangkap Erick.Kanit V IT dan Cyber Crime Direktorat II Ekonomi dan Khusus Badan Reserse KriminalMabes Polri, Kombes Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan Erick diduga melanggar Pasal27 ayat (3) dan Pasal 28 (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik."Setelah melakukan pemeriksaan mendalam dan didukung oleh digital evidence, tersangka
ditahan ,” ujar Petrus kepada wartawan, Minggu 16 November 2008. Saat diperiksa, Erick 
mengaku mengirimkan berita itu hanya untuk kliennya.Kasus heboh yang menimpa Prita Mulyasari juga karena penerapan undang-undang ini. IwanPiliang yang sudah lama dijerat dengan undang-undang ini berharap banyak dari kasus Pritaini. "Kasus mbak Prita ini kembali melecutkan semangat saya."

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->