Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JURNAL

JURNAL

Ratings: (0)|Views: 149 |Likes:
Published by Bunda Ima
PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI BANDA ACEH
PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI BANDA ACEH

More info:

Published by: Bunda Ima on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 6, No. 3 Juli 2005
PENGARUH PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP PROSESKEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA JAMU DI BANDA ACEH
Rusydi Abubakar
Staff Pengajar Jurusan ManajemaFakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Email : Rusydi_Abubakar @ yahoo.com 
 Abstract:
An effective marketing program collects all of elemen of the marketing mix into one cohesive programdesigned o obtain a company’s terget in order to determine the company’s position towards competition, inorder to win consumers as a target market facing such reality, compnies are required to be able to devlop anactive marketing policy and always follow technological and economical developments. The aim of this study isto (1) analyze the affect of marketing mix on the purchasing decision of consumers in the jamu industry in Banda Aceh (2) Knowing what type of the marketing mix element most effect consumers buying the decisions in the jamu industry in Banda Aceh.The object of the study on independent variable :product, price,promotion and  place. There are 2 methods pf study used,namely th descriptive and verivication methods. The sample in this study consist of 225 jamu industry consumers scattrd through 3(three) distric in Banda Aceh. The methods of data collection is documentation, interview and quistionnaries while the data analysis methods is the descriptiveand paet analysis. The results of this study indicate that the elements of the marketing mix simultaneously affect the consumers buying decision positively and partyaly indicate that the product,price,price and promotionelement have a positive affect,while the place (location) element has a negative effect. At the same time thmarketing mix involving product,price and promotion significantly affect th buyin decision of jamu industry products in Banda Aceh. The most dominant variable the decision of consumers is th promotion variable,whichan be as high as 28,60 %. Keywords : Marketing mix, consumer buying decision.
PENDAHULUAN
Era pasar bebas dunia tahun 2020,akanterjadi liberaliasi ekonomi yan berpangruh trhadapstuktur pasar yang tidak mengenal lagi batas-batasantar negara. Persaingan tidak hanya pada skala kotadn wilayah akan tetapi persaingan kualitas daripadkuantitas poduk dan pelayanan. Namun selaintantangan dan persaingan trdapat peluang bagi pelakuekonomi untuk ikut memberikan kegiatan pemasaranyang makin luas.Dalm erbagai usaha bisnis yang berkmbngsaat ini, baik yang meghsilkan barang maupun jaa, pern pemasaran sangatlah penting karena merupakansalah satu fakto kunci penentu kebrhasilan bisnis.Dengan katalin : pemasaran merupakan inti seluruhaktivitas bisnis.Ini berkitan dengan fungsi pemasaran,sebagai penghubung antara prusahaan dankonsumen (C.M.Lingga Purnama,2001 :1).Liberalisasi perdagangan merupakantuntututan adanya globalisasi, yaitu suatu pelaksanaan regim kesepakatn system perdagngandunia, hilangnya batas-batas negara yang biasmenghambta kelancarn arus barang, jasa, modal danfinansial secara internaioanl.Ada dua sisi darilibralisasi perdgnagn, sisi pertama bahwa liberalisasimembrikan peluang (opportunities), melalui penurunan hambtan-hambatan tariff dannon tariff dnmeningkatk akses produk-produk domstik ke pasar internaional. Sisi kedua, liberlisi perdagnagn jugamenjadi ancaman (threat), karena perdagangan bebamenuntut pnghapusan subsidi danproteksi sehinggadapat membanjirkannay produk-produk asing di pasar dalam negeri.Program pemasaran yang efektif meramusemua unsur-uns0,38ur marketing mix menjadi suatu program terpadu yang dirancang untuk mencapaisasaran perusahaan. Pengambilan keputusan tentang produk,harga, promosi,dan tempat penjualanhendaknya dapat menciptakan program pemasaranyang kohesif di pasar sasaran. Dengan demikian program pemasaran menggabungkan semuakemampuan pemasaran perusahaan tersebut akanmenjadi sekumpulan kegiatan yang menentukan posisi perusahaan terhadap pesaing, dalam rangka bersaing merebut pasar sasaran.Permintaan obat tradisional (jamu) makinmeningkat. Omset penjualan jamu meningkat 40 prsen setiap tahun. Pada tahun 2000 nilai penjualan jamu diperkirakan Rp. 800 milliar. Dengan peningkatan sekitar 38 % berarti nilai pnjualanmenmbus Rp. 1,2 triliun. Adapun hingga akhir tahun2002, diperkirakan terjadi kenaikan setara,setidaknya menembus angka penjualan Rp. 1,8triliun. Yang menggembirakan konsumsi terbesar  jamu tersebut adalah pasar dalam negeri. Artinyamasih banyak konsumen jamu loyal di negeri ini. Halini juga dikuatkan temuan survei MARS (MarketingResearch Specialist) baru-baru ini., bahwa lebih dari85,40 % konsumen jamu adalah konsumen loyal.Disebutkan hanya 12,36 % bisa dibujuk untuk pindah
54
 
Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen padaJamu di Banda Aceh
Rusydi Abubakar 
ke merek lain, dan hanya 2,24 % yang berencana atausiap-siap pindah ke merek lain.Persaingan bisnis industri jamu yangsemakin ketat, memaksa setiap perusahaan selalu berebut perhatian konsumen melalui pemenuhankebutuhan dan keinginan pelanggan, denganmemperhatikan kecenderungan perubahan sosial,menganalisis kiat-kiat pesaing dan mengamati perubahan teknologi,ekonomi,politik dan sosial.Jika ada pelanggan yang menghentikan pembeliannya atau pindah ke produk lain, perludisikapi sebagai suatu perubahan perilaku konsumen.Perubahan perilaku konsumen semacam ini harusdilihat sebagai kenyataan yang buruk.Identifikasi MasalahSejauhmana pengaruh pelaksanaan bauran pemasaranoleh industri jamu terhadap proses pengambilankeputusan pembelian konsumen produk jamu diBanda Aceh. Dan bauran pemasaran yang mana pengaruhnya paling besar terhadap pengambilankeputusan pembelian konsumen pada industri jamu.HipotesisSedangkan sub hipotesis dalam penelitianini adalah :1.
 
Produk berpengaruh terhadap proseskeputusan pembelian konsumen padaindustri jamu di Banda Aceh.2.
 
Harga berpangaruh terhadap proseskeputusan pembelian konsumen pada jamuindustri di Banda Aceh3.
 
Promosi berpengaruh terhadap proseskeputusan pembelian konsumen padaindustri jamu di Banda Aceh.4.
 
tempat berpengaruh terhadap proseskeputusan pembelian pada industri jamu diBanda Aceh
Tinjauan Pustaka
Kotler (2000:4), pemasaran pada umumnyadi pandang sebagai tugas untuk menciptakan,memperkenalkan, dan menyerahkan barang dan jasa,pengayaan pengalaman, peristiwa,orang, tempat,kepemilikan, organisasi, informasi dangagasan.Etzel,et.al (1997:60) bauran pemasaranadalah kombinasi dari empat variabel atau kegiataninti dari system pemasaran perusahaan, yaitu : produk,harga,tempat,dan promosi. Sedangkanmenurut Mc Charthy dalam buku Kotler (2000:15)mengklasifikasikan alat-alat pemasaran ke dalamempat kelompok yang dikenal dengan P dari pemasaran, yaitu : product,price,place, and promotion.(Indriyo,1999 :111), hal ini digambarkan dalamGambar 1.
Sumber : Gito Sudarmo, Indriyo. 1999. Manajemen Pemasaran BPFE. Yogyakarta. (Hal.111). Etzel et al. (1997:193)
55
 
Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 6, No. 3 Juli 2005
‘’ Product I a set of tangiable and attributes, whichmay include packing,colour, price,quality,and brand, plus the seller service and reputation. A product may be a good, service,place, person,or idea’’.Baruan produk menurut Kotler (2000 : 398), pruduct mix is the set of all products and items that a particular seller offers for sale. Jadi baruan produk adalah sekumpulan dari semua produk dan item produk seperti macam produk, kulaitas produk,rancangan produk, ciri-ciri produk, merek produk,kemasan produk, ukuran produk, pelayanan, jaminandan pengembalian serta atribut lainnya yang secarakhusus para penjual menawarkan untuk dijual kepada para pembeli penilaian pelanggan terhadap produk industri jamu. Dapat dilihat dari sisi kemasan,dalamhal ini menurut Arnold (1996:224) kenyataan bahwanilai-nilai inti dari merek cukup konsisten untuk memungkinkan desain kemasan adalah sesuatu yang penting Menurut Stanton (1996:269) menyatakan bahwa merek membedakan produk atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya. Dalam kaitannyadengan produk industri jamu, perusahaanmemproduksi selera dan kondisi ekonomi (daya beli)masyarakat, walupun produk industri jamu bentuknya kecil, tetapi mutunya baik dan manjur.Harga sering menjadi factor penentu dalam pembelian,disamping tidak menutupi kemungkinanfactor-faktor lain.Dengan demikian harga menjadi lebih penting bagi konsumen sebagai tanda dari apa yangdiharapkan. Menurut Macrae (1996: 131), pembeli baik yang baru maupun yang lama menggunakanharga sebagai suatu seleksi terhadap citra kualitassuatu merek. Berdasarkan kualitas dan harga menurutKotler (2000:520) menunjukkan sembilankemungkinan strategi harga – kualitas sepertidisajikan seperti pada Gambar 2.HargaTinggi Sedang Rendah1.Strategi premium 2. Strategi nilai-tinggi 3. Strategi nilai super 4. Strategi penetapan hargaterlalu tinggi5. Strategi nilai menengah 6. Strategi nilai baik 7. Strategi peneuri 8. Strategi yang sesungguhnyatidak menghemat9. Strategi penghematanSumber : Kotler,2000, Manajemen Pemasaran. Edisi Millenium. Prenhallindo. Jakarta (hal. 520).Dalam pengertian umum bauran pemasaranmenurut Kotler (2000:490) tempat adalah sebagai berikut :Faktor tempat atau place berarti marketingchannel (distribution channel) are sets of interdependent organization involved in the processof making a products or service available for use or consumption.Sedangkan menurut Etzel,et al (1997:43)adalah sebagai berikut :‘’ Distribution channel consists of the setof people firms involved in the transfer of title to a product as the product moves from producer toultimate consumer or business user’’.Untuk mengantisipasi kesenjangandiantara produsen dan konsumen, maka Keegan(1996:128) menawarkan alternatif struktur aliransaluran distribusi produk sebagai berikut : pemilik  pabrik produk konsumen dapat menjual langsungkepada pelanggan (menggunakan katalog ataumateri cetakan yang lain), lewat toko sendiriataupun dengan alternatif strukur yang lain untuk  produk konsumenMenurut Sutisna (2000:39). Iklan untuk  produk yang dibeli berdasarkan kebiasaanseharusnya ditampilkan sesering mungkin untuk mengingatkan konsumen. Sedangkan Supranto(2000:44) menyatakan bahwa seorang pelangganyang loyal akan membicarakan hal-hal yang bagustentang produk atau perusahaan yang SelanjutnyaArnol (1996:177) menyatakan :‘’Promosi yang pada akhirnya akan menghasilkan bahwa konsumen naiknya tingkat penjualan. Hal inididasarkan pada anggapan bahwa konsumen yangmembeli berdasarkan kebiasan, biasanya tidak  begitu mengingat apa-apa yang akan dibelinya.Keinginan untuk membeli produk sering munculketika konsumen diingatkan melalui iklan dengancara melihat produk itu di toko’’.Berdasarkan beberapa pendapat pada pakar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan guna memberikan informasi dan promosi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan guna memberikan informasi dan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen melalui beberapa media sesering mungkin untuk membangun kedekatan produk industri jamudengan para pedagang dan konsumen denganharapan agar tertarik untuk membeli produk yangditawarkan.Perilaku konsumen menurut Louden danDelta dalam Marius P. Angipora (1999:94), adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu dalan upaya memperoleh danmenggunakan barang dan jasa (evaluasi,memperoleh, menggunakan barang atau jasa).Dilihat dari derajat keterlibatan konsumenmenurut Kotler (2000 : 177),maka terdapat tipeatau sudut pandang pengambilan keputusenketerlibatan tinggi (high involvement) danketerlibatan rendah(Low Involvement).
56

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->