Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 3,146 |Likes:
Published by M Mahdi Hanif
UMKM di Indonesia (Satu setengah dekade pasca krisis ekonomi 1997)
UMKM di Indonesia (Satu setengah dekade pasca krisis ekonomi 1997)

More info:

Published by: M Mahdi Hanif on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2014

pdf

text

original

 
 
Working Paper In Economics & FinanceOleh :MOHAMMAD HANIFPERAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DALAMPEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA
(Satu setengah Dekade Pasca Krisis Ekonomi 1997)
 
I.
 
PENDAHULUAN
Pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis ekonomi sebagai imbas dari krisis keuangan di Thailand. Krisisini diawali dengan jatuhnya nilai mata uang Bath Thailand pada bulan Juli 1997 dan berakibat langsungterhadap nilai Rupiah yang terdepresiasi secara eksponensial, dari Rp2.400 per dollar menjadi Rp16.500 perdollar pada bulan Juni 1998. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13.3% daninflasi meningkat hingga sampai 77%. Pada saat itu,
Indonesia boleh dikatakan telah “kehilangan pijakan” 
dalam kancah perdagangan internasional dan praktis Perekonomian Indonesia saat itu berada di titik nadiryang tak ubahnya seperti kertas yang dihempas oleh badai krisis. Jika Indonesia sebelum terkena krisistermasuk negara dengan kemajuan ekonomi yang luar biasa sehingga sering disebut
Miracle 
dengandigolongkan sebagai negara
“High Performing Asian Econ 
om 
ics” 
dan dijadikan contoh bagi negara-negaraberkembang lainnya karena dianggap berhasil, maka ketika terjadi krisis terjadi telah melenyapkan attribut
itu dalam sekejap dan menempatkan kembali Indonesia dalam klasifikasi negara „miskin‟. PDB per kapita
Indonesia pada tahun 1997 yang sempat mencapai $1.200 anjlok tinggal $300 pada Januari 1998, ataukurang lebih sama dengan 20 tahun sebelumnya.Krisis saat itu telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku sektor ekonomi berubah. Banyak Perusahaansaat itu satu persatu pailit karena bahan baku impor meningkat secara drastis dan biaya cicilan utangmeningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menurun dan berfluktuasi. Sektorperbankan juga ikut terpuruk dan turut memperparah sektor industri dari sisi permodalan. Banyak perusahaan yang tidak mampu lagi meneruskan usaha karena tingkat bunga yang tinggi. Berdasarkan DataDepartemen Koperasi dan UKM (Tabel 1) menunjukkan bahwa akibat krisis ekonomi, jumlah unit usahamenurun drastis (7.42%) dari 39.77 Juta unit usaha di tahun 1997 menjadi 36.82 Juta unit usaha di tahun1998.
Unit Usaha (
Ribu 
)1997199819992000%Growth1997-1998%Growth1998-2000UMKM :39,765.1136,813.5837,911.7239,176.79-7.42%6.42%
1. Usaha Kecil (inc Mikro) 
39,704.6636,761.6937,859.5139,121.35-7.41%6.42%
2. Usaha Menengah 
60.4551.8952.2155.44-14.16%6.84% Usaha Besar2.091.831.892.01-12.44%9.84% Total39,767.2036,815.4137,913.6139,178.80-7.42%6.42%
 
 
Dibandingkan Usaha Mikro dan Kecil, Usaha Menengah dan Besar mengalami penurunan jumlah unit usahacukup signifikan yaitu diatas 10%. Bahkan sesudah krisis, dibandingkan Usaha Besar, Usaha Menengahrelatif lebih lambat untuk pulih dari krisis ekonomi, padahal Usaha Menengah memiliki peranan strategisuntuk menjaga dinamika dan keseimbangan struktur perekonomian nasional.Usaha Besar walaupun dengan penurunan jumlah unit usaha yang lebih rendah dibandingkan UsahaMenengah, namun memiliki efek yang luar biasa pada perekonomian nasional. Ada sekitar 260 unit usahayang mengalami kebangkrutan saat itu dan sebagian besar modalnya berasal dari modal asing dan sektorperbankan. Sedangkan dari sisi kontribusi terhadap PDB Nasional, Usaha Besar menyumbang sekitar 42%dari PDB Nasional waktu itu (Grafik 1). Akibatnya, ketika krisis berlangsung Perekonomian Indonesiamengalami kontraksi hebat yaitu mencapai hingga 13.3% (Grafik 2).
Tabel 1 : Data Perkembangan Dunia Usaha Indonesia 1997-2000
Sumber : BPS dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM 2000 (diolah) 
 
 
 
40.45%41.97%43.08%17.41%16.03%15.65%42.14%42.00%41.27%0.00%20.00%40.00%60.00%80.00%100.00%199719981999Usaha Kecil (inc Mikro)Usaha MenengahUsaha Besar
-13.30%-15.00%-10.00%-5.00%0.00%5.00%10.00%199219931994199519961997199819992000% GDP Growth
 Grafik 1 juga menjelaskan bahwa selama tahun 1997-1998, kontribusi Usaha Kecil terhadap perekonomiannasional tetap meningkat walaupun kondisi sedang krisis. Sebaliknya, Usaha Besar dan Usaha Menengahrelatif menurun. Ini menegaskan bahwa UMKM khususnya Usaha kecil sesungguhnya memiliki tingkatkompetisi yang lebih baik daripada Usaha Besar terutama pada saat krisis ekonomi. UMKM telahmenunjukkan kemampuannya dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional saat itu bahkan menjadikatup pengaman, dinamisator dan stabilisator bagi pemulihan ekonomi karena kemampuannya memberikansumbangan yang cukup signifikan pada PDB Nasional maupun penyerapan tenaga kerja. Ketika terjadikrisis, banyak perusahaan formal skala menengah dan besar terpaksa menutup usahanya sebagai akibattekanan inflasi, depresiasi rupiah, dan kekurangan modal yang bersumber dari dana asing dan perbankan.Banyak dari mereka akhirnya beralih profesi menjadi tenaga kerja di sektor Usaha Kecil. Tabel 2menunjukkan daya serap UMKM saat dan pasca krisis.
UMKM (
Ribu Orang 
)199719981999
D
 
1997-1998
D
 
1998-1999Usaha Kecil (inc Mikro)57,48357,34259,940(141)2,598  Usaha Menengah7,7266,9727,230(755)258  Total65,20964,31467,170(895)2,856 
Tabel 2 menunjukkan bahwa saat krisis ekonomi, sektor Usaha Kecil dan Menengah mengalami penyusutantenaga kerja. Namun periode berikutnya, sektor Usaha Kecil mampu menyerap hampir 20 kali lipat jumlahtenaga kerja yang hilang selama periode 1997-1998. Sedangkan Usaha Menengah baru menyerapsepertiganya. Ini menunjukkan Usaha kecil mampu bangkit dari krisis dalam waktu relatif singkat danmenjadi kekuatan pendorong bagi pembangunan perekonomian nasional. Berikut adalah daya serap tenagakerja UMKM menurut sektor ekonomi (Grafik 3) dan distribusinya menurut sektor ekonomi (Grafik 4).
Grafik 1 : Distribusi PDB berdasarkan Skala UsahaGrafik 2 : Pertumbuhan Perekonomian IndonesiaTabel 2 : Daya Serap UMKM Periode 1997-1999
Sumber : BPS dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM 2000 (diolah) 
 
Sumber : BPS dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM 2000 diolah 
 
Sumber : Bank Indonesia (diolah) 
 

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
Haris Sandin added this note
maksih Pak Mohammad
adilarezki liked this
noddme liked this
Tumpal Situmorang added this note
pagi pak hanif,,bisakah saya dapat file pdfnya?
rully_kusuma added this note
Terima kasih sebelumnya
rully_kusuma added this note
Maaf sebelumnya, saya minta informasi untuk dijadikan kutipan dan daftar pustaka. bisa minta tolong di cantumkan tahun selesai penelitian, instansi/lembaga yang mewadahi penelitian (universitas atau apa)
1 thousand reads
1 hundred reads
M Mahdi Hanif added this note
untuk data UMKM terakhir ada untuk periode 2011. Untuk 2012, belum ada release dari BPS dan MenKop
Nina Marfuah added this note
mas kalo data ter lates untuk distribusi UMKM pada sektor industri menurut Unit usaha dan tenaga kerjanya gimana?punya ga?kalo ada bisa di share ga?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->