Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Perawatan Luka

Askep Perawatan Luka

Ratings: (0)|Views: 118 |Likes:
Published by Bayu Permana

More info:

Published by: Bayu Permana on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
 
Askep Perawatan Luka
2010 January 29Posted by supriyono01
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangDewasa ini perawatan luka telah mengalami perkembangan yangsangat pesat terutama dalam dua dekade terakhir ini. Teknologidalam bidang kesehatan juga memberikan kontribusi yang
sangat
untuk menunjang praktek perawatan luka ini. Disampingitu manajemen perawatan luka ini berkaitan dengan perubahanprofil pasien, dimana pasien dengan kondisi penyakit degeneratif dan kelainan metabolik semakin banyak ditemukan. Kondisitersebut biasanya sering menyertai kekompleksan suatu lukadimana perawatan yang tepat diperlukan agar proses penyembuhanbisa tercapai dengan optimal.Dengan demikian, perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuandan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatanluka yang dimulai dari pengkajian yang komprehensif,perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasihasil yang ditemukan selama perawatan serta dokumentasi hasilyang sistematis. Disamping itu perawat juga berkaitan denganbiaya perawatan luka yang efektif. Manajemen perawatan lukamodern sangat mengedepankan hal tersebut. Hal ini ditunjangdengan semakin banyaknya inovasi terbaru dalam perkembanganproduk-produk yang bisa dipakai dalam merawat luka. Dalam halini, perawat dituntut untuk memahami produk-produk tersebutdengan baik sebagai bagian dari proses pengambilan keputusanyang sesuai dengan kebutuhan pasien.1.2 Tujuanzcs
BAB IIPEMBAHASAN
2.1 PengertianLuka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit(Taylor, 1997). Luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosamembran dan tulang atau organ tubuh lain (Kozier, 1995).Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yangdisebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu,zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan (R. SjamsuHidayat, 1997).Luka adalah terganggunya (disruption) integritas normal dari kulitdan jaringan di bawahnya yang terjadi secara tiba-tiba ataudisengaja, tertutup atau terbuka, bersih atau terkontaminasi,superficial atau dalam.(Menurut Koiner dan Taylan).Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul:1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ2. Respon stres simpatis3. Perdarahan dan pembekuan darah4. Kontaminasi bakteri5. Kematian sel2.1KulitKulit adalah salah satu indera peraba pada tubuh manusia2.2Tulang
 
2.3Fungsi Kulit a.Sebagai pelindung tubuh atau protektor.Kulit merupakan benteng pertahanan pertama dari berbagaiancaman yang datang dari luar, seperti: bakteri, Sel-sel langerhansbagian dari sistem kekebalan tubuh.b.Sebagai alat pengeluaran sekresi.Minyak yang dihasilkan kelenjar minyak dikeluarkan melalui kulit.Kandungan urea hasil metabolisme tubuh sebagian dikeluarkanmelalui kulit (yaitu dengan berkeringat).c.Sebagai thermoregulator atau pengatur suhu tubuh.Dalam kulit juga terdapat syaraf-syaraf yang jika terstimulasi akanditeruskan ke otak sehingga dapat memberikan sensasi panas,dingin, tekanan, getaran, rasa sakit. Kulit juga berfungsi sebagaitempat penyimpanan air dan lemak, sekaligus mensintesa vitaminD, dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.d.Menyimpan kelebihan lemak 2.4Klasifikasi LukaTindakan Terhadap Luka1.Luka disengaja (Intentional Traumatis)2.Luka tidak disengaja (Unintentional Traumatis)Integritas Luka1.Luka tertutup2.Luka terbukaMekanisme Luka1.Luka insisi (Incised wounds), terjadi karena teriris olehinstrumen yang tajam. Misal yang terjadi akibat pembedahan. Lukabersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura seterah seluruhpembuluh darah yang luka diikat (Ligasi)2.Luka memar (Contusion Wound), terjadi akibat benturan olehsuatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringanlunak, perdarahan dan bengkak.3.Luka lecet (Abraded Wound), terjadi akibat kulit bergesekandengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.4.Luka tusuk (Punctured Wound), terjadi akibat adanya benda,seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengandiameter yang kecil.5.Luka gores (Lacerated Wound), terjadi akibat benda yang tajamseperti oleh kaca atau oleh kawat.6.Luka tembus (Penetrating Wound), yaitu luka yang menembusorgan tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternyakecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.7.Luka Bakar (Combustio) adalah suatu trauma yang disebabkanoleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit,mukosa dan jaringan yang lebih dalam.2.5 Tipe Luka2.5.1 AberasiAberasi adalah luka dimana lapisan terluar dari kulit tergores. Lukatersebut akan sangat nyeri dan mempunyai resiko tinggi terhadapinfeksi, karena benda asing dapat masuk ke lapisan kulit yang lebihdalam dan dalam jaringan subkutan. Perdarahan biasanya sedikit.2.5.2Punktur (Luka Tusuk)Luka tusuk merupakan cedera penetrasi. Penyebabnya berkisar daripaku sampai pisau atau peluru. Walaupun perdarahan nyataseringkali sedikit, kerusakan jaringan internal dan perdarahandapat sangat meluas dan mempunyai resiko tinggi terhadap infeksisehubungan adanya benda asing pada tubuh.2.5.3 AvulsiAvulsi terjadi sebagai akibat jaringan tubuh tersobek. Avulsiseringkali dihubungkan dengan perdarahan yang hebat. Kulitkepala dapat tersobek dari tengkorak pada cedera degloving.Cedera dramatis seringkali dapat diperbaiki dengan scar-scar kecil.Apabila semua bagian tubuh seperti telinga, jari tangan tangan, jarikaki, mengalaqmi sobekan maka pasien harus dikirim ke rumahsakit dengan segera untuk memungkinkan perbaikan(penyambungan kembali).2.5.4 Insisi (Luka sayatan)Insisi adalah terpotong dengan kedalaman yang bervariasi. Hal iniseringkali menimbulkan perdarahan hebat dan kemungkinan bisaterdapat kerusakan pada struktur dibawahnya sedemikian rupa,seperti saraf, otot atau tendon. Luka-luka ini harus dilindungi utuk menghambat terjadinya infeksi, bersamaan dengan pengontrolanperdarahan.2.5.5 LaserasiLaserasi adalah luka bergerigi yang tidak teratur. Serigkalimeliputi kerusakan jaringan yang berat. Luka-luka ini seringkalimenyebabkan perdarahan yang serius dan kemudian pasien akanmengalami syok hipovolemik.Penolong pertama harus mempertimbangkan kondisi luka yangterjadi sepeti perlukaan itu dapat merupakan akibat cedera olehdirinya sendiri.2.6DekubitusUlkus Dekubitus (Luka akibat penekanan, Ulkus kulit, Bedsores)adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat kekurangan aliran darahdan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimanakulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda,gips, pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang.
 
PenyebabBerkurangnya aliran darah ke kulit adalah tekanan. Jika tekananmenyebabkan terputusnya aliran darah, maka kulit yangmengalami kekurangan oksigen pada mulanya akan tampak merahdan meradang lalu membentuk luka terbuka (ulkus).Tanda dan Gejala, stadium dan komplikasi1. Stadium Satua. Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Apabiladibandingkan dengan kulit yang normal, maka akan tampak salahsatu tanda sebagai berikut: perubahan temperatur kulit (lebihdingin atau lebih hangat)b. perubahan konsistensi jaringan (lebih keras atau lunak)c. perubahan sensasi ( gatal atau nyeri)d. Pada orang yang berkulit putih, luka mungkin kelihatan sebagaikemerahan yang menetap. Sedangkan pada yang berkulit gelap,luka akan kelihatan sebagai warna merah yang menetap, biru atauungu.2. Stadium DuaHilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis, ataukeduanya. Cirinya adalah lukanya superficial, abrasi, melempuh,atau membentuk lubang yang dangkal.3. Stadium TigaHilangnya lapisan kulit secara lengkap, meliputi kerusakan ataunekrosis dari jaringn subkutan atau lebih dalam, tapi tidak sampaipada fascia. Luka terlihat seperti lubang yang dalam4. Stadium EmpatHilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yangluas, nekrosis jaringan, kerusakan pada otot, tulang atau tendon.Adanya lubang yang dalam serta saluran sinus juga termasuk dalam stadium IV dari luka tekan.Resiko tinggi terjadinya ulkus dekubitus ditemukan pada:1.Orang-orang yang tidak dapat bergerak (misalnya lumpuh,lemah)2.Orang-orang yang tidak mampu merasakan nyeri, kerusakansaraf (misalnya akibat cedera, stroke, diabetes) dan koma bisamenyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri.3.Orang-orang yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) tidak memiliki lapisan lemak sebagai pelindung4.Gesekan dan kerusakan lainnya pada lapisan kulit paling luarbisa menyebabkan terbentuknya ulkus.PengobatanUlkus biasanya membaik dengan sendirinya setelah tekanandihilangkan. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi proteindan kalori tambahan bisa mempercepat penyembuhan.mencegah terbentuknya ulkus bisa dilakukan beberapa tindakanberikut:
Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri,minimal setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan
Melindungi bagian tubuh yang tulangnya menonjol denganbahan-bahan yang lembut (misalnya bantal, bantalan busa)
Mengkonsumsi makanan sehat dengan zat gizi yang seimbang
Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetapkering.2.7Penyembuhan LukaTubuh yang sehat mempunyai kemampuan alami untuk melindungi dan memulihkan dirinya. Peningkatan aliran darah kedaerah yang rusak, membersihkan sel dan benda asing danperkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan.Proses penyembuhan terjadi secara normal tanpa bantuan,walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Sebagai contoh, melindungi areayang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihanmembantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan (Taylor,1997).Prinsip Penyembuhan Luka menurut Taylor (1997) yaitu:1.Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringandipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatantiap orang,2.Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetapdijaga,3.Respon tubuh secara sistemik pada trauma,4.Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka,5.Keutuhan kulit dan mukosa membran disiapkan sebagai garispertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme, dan6.Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari bendaasing tubuh termasuk bakteri.2.8 Tahap Penyembuhan LukaPenyembuhan luka adalah suatu kualitas dari kehidupan jaringanhal ini juga berhubungan dengan regenerasi jaringan. Fasepenyembuhan luka digambarkan seperti yang terjadi pada lukapembedahan (Kozier,1995).Menurut Kozier, 19952.8.1 HemostasisHemostasisDefinisi :Hemostasis merupakan proses kesimbangan tubuh yangmenyatukan beberapa faktor, terbaru sebanyak lima faktor, antaralain: pembuluh darah, trombosit, faktor koagulasi, sistemfibrinolitik, dan faktor inhibisi.Hemostasis bertujuan :untuk menjaga agar darah tetap cair di dalam arteri dan vena,mencegah kehilangan darah karena luka, memperbaiki aliran darahselama proses penyembuhan luka. Hemostasis juga bertujuanuntuk menghentikan dan mengontrol perdarahan dari pembuluhdarah yang terluka.Hemostasis terdiri dari 3 tahap:1. Hemostasis primer.Jika terjadi desquamasi dan luka kecil pada pembuluh darah,.Hemostasis primer ini melibatkan tunika intima pembuluh darahdan trombosit. Luka akan menginduksi terjadinya vasokonstriksidan sumbat trombosit. Hemostasis primer ini bersifat cepat dantidak tahan lama. Karena itu, jika hemostasis primer belum cukupuntuk mengkompensasi luka.2. Hemostasis Sekunder.Jika terjadi luka yang besar pada pembuluh darah atau jaringanlain, vasokonstriksi dan sumbat trombosit belum cukup untuk mengkompensasi luka ini. Maka, terjadilah hemostasis sekunderyang melibatkan trombosit dan faktor koagulasi. Hemostasissekunder ini mencakup pembentukan jaring-jaring fibrin. danbersifat delayed dan long-term response. Kalau proses ini sudahcukup untuk menutup luka, maka proses berlanjut ke hemostasistersier.3. Hemostasis Tersier.Hemostasis tersier ini bertujuan untuk mengontrol agar aktivitaskoagulasi tidak berlebihan. Hemostasis tersier melibatkan sistemfibrinolisis.2.8.2 InflamatoryFase ini terjadi segera setelah luka dan berakhir 3
 – 
4 hari. Duaproses utama terjadi pada fase ini yaitu hemostasis dan pagositosis.Hemostasis (penghentian perdarahan) akibat fase konstriksipembuluh darah besar di daerah luka, retraksi pembuluh darah,endapan fibrin (menghubungkan jaringan) dan pembentukanbekuan darah di daerah luka. Bekuan darah dibentuk oleh platelet

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->