Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Pengangguran Dalam Perspektif Pemikiran Ekonomi Ibn Khaldun

Kajian Pengangguran Dalam Perspektif Pemikiran Ekonomi Ibn Khaldun

Ratings: (0)|Views: 563 |Likes:
Published by i2b
ibadkadabrak.wordpress.com
ibadkadabrak.wordpress.com

More info:

Published by: i2b on Aug 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
PROPOSAL DISERTASI
oleh : Ali Murtadho NIM : 07.3.00.1.08.08.0064
A.Judul :
KAJIAN PENGANGGURAN DALAM PERSPEKTIFPEMIKIRAN EKONOMI
 
IBN KHALDUN
B.Latar Belakang Masalah :
Satu persoalan krusial dalam bidang ekonomi yang berdampak negatif secara luas pada bidang-bidang lainnya adalah masalah pengangguran.
1
Di samping menjadi bebanekonomi sendiri pengangguran bisa menjadi beban psikologis bagi yang bersangkutan danmenjadi beban sosial dengan timbulnya berbagai macam kriminalitas dan tindakan amoral.Dari sisi ekonomi pengangguran merupakan biaya cukup besar yang membebani perekonomian secara keseluruhan. Pengangguran merupakan pemubaziran potensi berhargadari sumber daya manusia yang tentu saja berimbas pada pemubaziran sumber daya alam.Potensi yang hilang, kerugian ekonomi serta kerugian psikologis adalah harga mahal yangharus dibayar dari pengangguran.
2
Dalam bahasa keseharian kalau disebut menganggur maka pemahaman umumnyaadalah tidak bekerja. Demikian juga dalam bahasa Inggris pengangguran di istilahkandengan kata
unemployed 
(tidak bekerja) lawan kata dari
employed 
(bekerja). Tetapi dalam
1 Tidak mengejutkan jika pengangguran menjadi topik yang sering dibicarakan dalam perdebatan politik  bahkan di negara maju seperti Amerika dimana para politisi sering mengklaim bahwa kebijakan yang merekatawarkan akan membantu menciptakan lapangan kerja. Lihat : N. Gregory Mankiw,
 Macroeconomics
, terj. Imam Nurmawan “Teori Makro Ekonomi”, Jakarta : Erlangga, 2003, hlm. 150.2 Literatur-literatur ekonomi makro banyak menyinggung dampak negatif pengangguran. Lihatmisalnya : William A. McEachern,
 Economics : a Contemporary Introduction
, terj. Sigit Triandaru, “EkonomiMakro”, Jakarta : Salemba Empat, 2000, hlm. 124.
1
 
kajian ekonomi makro ada semacam kesepakatan untuk membatasi istilah pengangguran.Pengangguran didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalamangkatan kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.Seseorang yang tidak bekerja tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolongsebagai penganggur, atau kalau mau disebut penganggur diistilahkan sebagai penganggur sukarela.
 Definisi pengangguran sebagaimana yang ada dalam ekonomi konvensional yangmembatasi penganggur hanya pada pencari kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan, adalahdefinisi yang sangat sempit bila dilihat dari kaca mata ajaran Islam tentang kerja. Dalam perspektif Islam kerja (
‘amal 
) menyangkut segala aktifitas kegiatan manusia baik yang bersifat badaniah maupun rohaniah yang dimaksudkan untuk mewujudkan atau menambahsuatu manfaat yang dibolehkan secara
Syar’î 
.
4
Ketika seseorang tidak mau mempergunakan potensinya maka itulah pengangguran yang amat membahayakan diri dan masyarakatnya.Secara moral Islam orang yang demikian adalah menganggur yang memikul dosa.Sedangkan yang terus mengfungsikan potensinya baik modal, tenaga maupun pikirannyatidak termasuk kategori menganggur yang menyalahi ajaran Islam. Ketika seseorang tidak  bekerja namun ia masih terus berfikir keras bagaimana bisa memproduktifitaskan dirinyasehingga bisa menghasilkan kerja yang produktif maka ia secara moral Islam memenuhikewajiban kerja dalam Islam dan tidak menanggung dosa pengangguran.Dari dua pandangan tentang pengangguran tersebut nampak bahwa definisi pengangguran dalam perspektif ekonomi makro konvensional sudah terumuskan secara jelas batasannya dan ukurannya. Sedangkan dalam perspektif ajaran Islam masih berbentuk ajaran moral yang belum terrumuskan secara konkret. Karenanya konsep penanggulangannya pun belum terformulasikan menjadi rumusan konsep yang jelas dan
3 Pembatasan definisi pengangguran tersebut secara umum dijumpai dalam berbagai literaratur ekonomimakro konvensional, antara lain : Bradley R. Schiller,
The Economic Today
, ninth edition, New York : McGraw-Hill/Irwin, 2003, hlm. 116. Lihat pula ; Sadono Sukirno,
 Makroekonomi Teori Pengantar 
, Jakarta : PTRajaGrafindo Persada, 2006, hlm. 13. Juga Arfida BR,
 Ekonomi Sumber Daya Manusia
, Jakarta : GhaliaIndonesia, 2003, hlm. 134.4 Sa’id Sa’d Marthân,
 Madkhal li al-Fikr al-Iqtishâdî fi al-Islâm
, Beirut : Muassasah al-Risâlah, 1999,hlm. 81. Lihat pula : Mahmûd Ibrâhîm al-Khâthib, Al-Nidhâm Al-Iqtishâdî Fi Al-Islâm, Riyadh : Maktabah Al-Haramain, 1989, hlm. 97. Bandingkan dengan : Rafîq Yûnus,
Ushûl al-Iqtishâd al-Islâmî 
, Damaskus : Dâr al-Qalam, 1993, hlm. 87.
2
 
konkret. Diskursus ekonomi Islam yang cukup marak belakangan ini belum secara intensif menyoroti masalah pengangguran, padahal pengangguran adalah persoalan yang amatmembahayakan. Sebagai agama yang membawa misi kesejahteraan lahir batin dan misiakhlaq yang mulia, masalah pengangguran yang merupakan sumber ketidaksejahteraan dansumber tindakan amoral mestinya menjadi sorotan utama. Di tengah membanjirnya kajianekonomi makro yang menyoroti masalah pengangguran, pemikiran ekonomi Islam tentangmasalah terkait terasa masih ketinggalan. Khazanah pustaka ekonomi Islam lebihdiramaikan dengan konsep-konsep ekonomi bebas bunga, prinsip bagi hasil, teori konsumsi, produksi dan distribusi dalam ekonomi Islam, perbankan Syari’ah dan semacamnya,sementara pembahasan masalah pengangguran masih terkesan sambil lalu. Semestinya yang paling berkepentingan dengan problem pengangguran adalah masyarakat muslim yangmemang mayoritas berada di negara berkembang dengan tingkat pengangguran yang tinggi.Para ahli ekonomi Barat banyak mengkaji masalah pengangguran sejak zamanKeynes (1936). Para ahli ekonomi tersebut menyadari betapa krusialnya masalah pengangguran yang mendorong mereka menelaah lebih dalam dengan mengamati berbagaifenomena ekonomi yang muncul di berbagai negara di dunia. Mereka hampir selalumengaitkannya dengan masalah pertumbuhan ekonomi, di mana antara keduanya tidak bisadipisahkan dan saling mempengaruhi. Ketika pertumbuhan ekonomi begitu pesat danmenjadikan suatu negara menjadi maju maka logikanya pengangguran semakin berkurangkarena maraknya aktifitas ekonomi. Tetapi ketika perekonomian tidak jalan maka sudah pasti pengangguran merajalela.Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab klasik (
classical economists
) yaituahli ekonomi yang hidup di antara zaman Adam Smith (1776) dan zaman Keynes (1936),tidak banyak membuat analisis mengenai masalah pengangguran. Kurang adanya perhatiantersebut disebabkan karena menurut keyakinan mereka sistem pasar bebas akanmewujudkan tingkat kegiatan ekonomi yang efisien dalam jangka panjang. Penggunaantenaga kerja penuh (kesempatan kerja penuh /
 full employment 
) akan selalu tercapai dan perekonomian akan mengalami pertumbuhan. Meskipun ketidakstabilan dalam perekonomian yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lambat atau kemunduranekonomi dan pengangguran, dapat saja ada dalam setiap perekonomian, namun masalah-
3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Oriza Sativa liked this
Saud Ramadhan liked this
Bogy Adianto liked this
Bogy Adianto liked this
Bogy Adianto liked this
Bogy Adianto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->