DharmaKedai
bisa memberi kepada orang lain jika kita tetap merasaselalu kekurangan.Sebaliknya, jika kita memberikan yang terbaik untuk oranglain, apakah sesuatu yang terbaik yang dapat kita berikan?Apakah kita memiliki hal yang terbaik tersebut? Apakahkita tahu sesuatu yang baik itu?Jawabannya tergantung pada kita masing-masing. Karenaada orang yang memiliki sesuatu yang terbaik tetapi diasendiri tidak mengetahuinya dan tidak mampumemberikannya. Hal ini disebabkan karena kemelekatanorang itu sendiri.Semua orang boleh saja berkata;"Apa yang bisa saya berikan? Saya orang miskin, tidakpunya apa-apa, kaum papa, orang bodoh, dan selalu kalah.Tidak ada yang bisa saya berikan".Ucapan yang demikian seharusnya tidak perlu munculkarena akan mengembangkan rasa rendah diri, merasapesimis. Ucapan seperti ini sama sekali tidak pantas, tidaksesuai.Kita boleh mengaku sebagai orang yang miskin, tidakpunya, kaum papa, orang bodoh, orang yang selalu kalahatau yang lainnya. Tetapi di balik semuanya itu,sesungguhnya masih banyak yang bisa kita berikan sebagaipemberian yang terbaik, asal kita melihat dan mengerticara memberikannya.Kita tidak punya materi, tetapi kita masih memiliki yanglainnya. Kita dapat memberikan pikiran yang baik, yangtidak diliputi keserakahan dan kebencian. Kita bisamemberikan nasihat, petunjuk, saran-saran, anjuran, danyang sejenis. Inilah pemberian yang terbaik yang mampukita berikan.Apakah perbuatan yang telah kita lakukan kepada oranglain tersebut akan dibalas dengan kebaikan atau tidak? Inimerupakan masalah yang sering menjadi dilema.Janganlah mengharapkan balasan, pamrih atau akibatyang akan diterima terlebih dahulu. Jika dibalas dengankebaikan, terimalah sebagaimana adanya. Jika dibalasdengan perhuatan buruk, itupun kita terima dengan tanganterbuka, juga tidak menjadi masalah. Semuanya tidak kitaharapkan sebelumnya.Bila kita memiliki sesuatu yang terbaik dan memberikanyang terbaik kepada orang lain, mengapa harus menuntutbalasan yang terbaik? Perbuatan ini telah menunjukkansifat manusia yang serakah, tidak ikhlas dalam membantuorang lain karena mengharapkan balasan. Apakah kitatidak mau disebut sebagai manusia serakah?9 Juli 2008, tahun V, No 592Tentu saja, tidak!Tanpa dimintapun, bila perbuatan baik pasti akanmendatangkan kebahagiaan dan perbuatan buruk akanmenghadirkan penderitaan. Ini sudah merupakan hukumalam yang abadi, berlaku kapan saja, di mana saja, dankepada siapa saja; tanpa memandang segala macamperbedaan yang ada.Dengan kenyataan tersebut, sudah seharusnya kitamemberikan sesuatu yang terbaik kepada setiap orangyang sesungguhnya juga dibutuhkan oleh semua orang.Kalau orang bisa melakukan, maka dia akan mengertibahwa ada sesuatu yang terbaik di dalam dirinya.Sesuatu hal yang mustahil jika seseorang dapat memberikansesuatu yang terbaik kepada orang lain tanpa memilikiyang terbaik di dalam dirinya. Dengan memberikan yangterbaik kepada orang lain, orang dapat mengikiskeserakahan yang ada di dalam dirinya sendiri.Dengan memberikan yang terbaik, kita akan merasa bahagiawalaupun pemberian tersebut bukan berupa materi. Kitaakan memiliki sahabat yang banyak, tidak ada perasaancemas, takut, khawatir, dan prasangka buruk yang lainnya.Kehidupan kita akan penuh dengan kedamaian,ketentraman, kebahagiaan dan kesejahteraan.Ini semua adalah akibat dari perbuatan baik yang kitapraktikkan dalam kehidupan ini. Apalagi jika telah menyadarikebenaran Hukum Kamma yang telah ditunjukkan olehSang Buddha —Guru Agung junjungan kita— sejak 2500tahun yang silam, tentunya kita semua tidak inginmendapatkan hal-hal yang buruk di masa yang akan datang.Kita semua mengharapkan segala sesuatunya lebih baikdari hari ini. Jika kita ingin yang baik di masa yang akandatang, marilah kita menanam perbuatan baik terlebihdahulu di masa sekarang. Jangan hanya berharap tapitanpa pernah menanam. Tidak ada buah yang akan dipetiktanpa bibit yang ditanam.Siapkan diri anda untuk menanam (memberikan) yangterbaik kepada orang lain dan anda pasti akan menerimayang terbaik di masa yang akan datang?Apakah anda sudah siap sekarang?Oleh:Yang Mulia Bhikkhu SucittoSumber:Jalan Tengah No. 31 Tahun Ke 3, 9 April 1991
Leave a Comment