Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan

Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan

Ratings: (0)|Views: 406|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Aug 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
 1
 
PERENCANAANSISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
 
 2
I.
PENDAHULUAN
Penurunan kinerja pengelolaan persampahan dalam beberapa tahun terakhir ini tidak lepas dari dampak perubahan tatanan pemerintahan di Indonesia dalam erareformasi, otonomi daerah serta krisis ekonomi yang telah melanda seluruh wilayahdi Indonesia. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh berbagai hal seperti : menurunnyakapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena banyaknya pergantian personil yangsebelumnya pernah terdidik dalam bidang persampahan melalui program trainingatau
capacity building 
; tidak jelasnya organisasi pengelola sampah karena adanyaperubahan kebijakan organisasi; menurunnya alokasi APBD bagi pengelolaansampah; menurunnya penerimaan retribusi (secara nasional hanya dicapai 22 %);menurunnya tingkat pelayanan (tingkat pelayanan dari data BPS tahun 2000 hanya40 % yang sebelumnya pernah mencapai 50 %); menurunnya kualitas TPA yangsebagian besar menjadi open dumping yang mencemari lingkungan danmenyebabkan terjadinya
NIMBY 
(
Not In My Back Yard 
)
Syndrome 
; timbulnya friksiantar daerah / sosial; pengelolaan teknis pembuangan yang tidak bertanggung jawabsehingga menimbulkan korban jiwa seperti dalam kasus longsornya TempatPengolahan Akhir (TPA) Leuwigajah dan Bantar Gebang; tidak adanya penerapansanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat yang membuang sampahsembarangan, dan lain-lain.Timbulnya pencemaran lingkungan disekitar TPA disebabkan karena tidak adanyaproses pemilihan lokasi TPA yang layak dan tidak adanya alokasi lahan TPA dalamRencana Tata Ruang Wilayah sehingga lokasi TPA yang ada saat ini tidak memenuhipersyaratan teknis sesuai dengan standar nasional. Selain itu fasilitas TPA yangsangat minim terutama berkaitan dengan terbatasnya fasilitas perlindunganlingkungan (buffer zone, pengumpulan dan pengolahan leachate, ventilasi gas danpenutupan tanah), dan pengoperasian TPA yang cenderung dioperasikan secaraopen dumping. Larangan ijin mendirikan bangunan disekitar TPA juga tidak dilakukansehingga lokasi TPA yang semula jauh dari permukiman kemudian justru dikelilingioleh permukiman penduduk.
 
 3
Saat ini hampir seluruh pengelolaan sampah berakhir di TPA sehingga menyebabkanbeban TPA menjadi sangat berat, selain diperlukannya lahan yang cukup luas, jugafasilitas perlindungan lingkungan yang sangat mahal. Hal tersebut disebabkan karenabelum dilakukannya upaya pengurangan volume sampah secara sungguh-sungguhsejak dari sumber, termasuk pemisahan sampah B3 (Bahan Buangan Berbahaya)rumah tangga.Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) 16/2005 tentang PengembanganSistem Penyediaan Air Minum yang berkaitan dengan perlindungan air baku,mensyaratkan beberapa ketentuan, antara lain :-
 
Ketentuan penerapan standard pelayanan minimal-
 
Ketentuan metode pembuangan akhir dengan
sanitary landfill 
(kotabesar/metropolitan) dan
controlled landfill 
(kota kecil/sedang)-
 
Ketentuan zona penyangga disekitar TPA -
 
Ketentuan melakukan monitoring kualitas
leachat 
e-
 
Melarang dilaksanakannya
open dumping 
sampai tahun 2008Disamping itu Pemerintah Indonesia juga telah ikut serta dalam meratifikasi berbagaikesepakatan/komitmen Internasional yang harus diupayakan pemenuhannya sebagaibangsa yang bermartabat. Kesepakatan tersebut mencakup : Agenda 21 mengenaipengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA (3R/
Reduce-Reuse-Recycle 
),Prinsip Dublin, Kesepakatan Rio, MDGs (
Millenium Development Goals 
) mengenaipeningkatan separuh dari jumlah masyarakat yang belum mendapatkan aksespelayanan pada tahun 2015, Kyoto Protocol mengenai mekanisme pembangunanbersih (CDM/
Clean Development Mechanism 
) dan lain-lain;Menindak lanjuti
kebijakan nasional pengelolaan persampahan
yangsasarannya adalah :-
 
Tercapainya kondisi kota dan lingkungan yang bersih-
 
Pencapaian pengurangan kuantitas sampah 20 %-
 
Pencapaian sasaran cakupan pelayanan 60 % penduduk -
 
Tercapainya kualitas pelayanan minimal sesuai standar pelayanan minimal

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->