Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tata Batas Dan Inventarisasi Potensi Pinjam Pakai Kawasan Hutan

Tata Batas Dan Inventarisasi Potensi Pinjam Pakai Kawasan Hutan

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Lukman Maulana

More info:

Published by: Lukman Maulana on Aug 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

 
 
By Beni on August 1, 2011
[Menerjemahkan] Mulai tahun ini tata batas dan inventarisasi potensi untuk pinjam pakai kawasanhutan dilaksanakan oleh perusahaan pemegang izin itu sendiri sedangkan instansipemerintah: Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan Dinas Kehutanan hanyamenjalankan fungsi pengawasan/supervisi. Apakah ini sebuah kemajuan atau justrumemberikan dapak buruk kepada hutan itu sendiri?Saya mempunyai pandangan bahwa instansi pemerintah seperti
DinasKehutanan
dan
BPKH
adalah institusi penyelenggara administrasi teknis. Instansiteknis kehutanan sesungguhnya harus lah instansi pengelola tingkat tapak yaituKesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), IUPHHK, Hutan Adat, dan sebagainya yang benar-benar mengelola hutan dari dalam hutan, bukan hanya sekali-sekali saja kehutan.Terkait keharusan pelaksanaan penataan batas dan inventarisasi potensi untuk pinjam pakai kawasan hutan, menurut saya adalah hal yang memang sebaiknyadilakukan oleh pengelola tingkat tapak. Namun karena pengelola tingkat tapak  belum ada, pelaksanaan yg dilakukan oleh perusahaan itu sendiri melalui konsultanadalah jalan sementara yang cukup baik karena (1) akan memberdayakan kapasitaskonsultan bidang kehutanan di daerah, (2) instansi Dinas Kehutanan dan BPKH bisalebih fokus kepada tugas pokok dan fungsinya, bukan kepada kegiatan pihak-pihak ketiga/tambang, dan (3) secara umum meningkatkan kapasitas instansi pemerintahitu sendiri dengan tidak menjadi
buruh
melakukan kegiatan-kegiatan yang terlaluteknis dan tidak krusial melainkan kepada bagaimana kegiatan ini berjalan dengan baik melalui pengawasan.Namun ada beberapa hal yang kiranya perlu menjadi perhatian sebagai berikut
 
Supervisi yang dilakukan oleh BPKH dan Dinas Kehutanan harus melekat dan bersifat korektif;
 
Konsultan yang melakukan kegiatan diutamakan dari daerah yang bersangkutan;
 
Kalau perlu, dilakukan semacam sosialisasi/workshop bagaimana kegiatanpenataan batas dan inventarisasi potensi dilakukan secara standard danterbuka;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->