Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab Vii Operasi Sistem-naja

Bab Vii Operasi Sistem-naja

Ratings: (0)|Views: 9 |Likes:
Published by Uchee Gendok

More info:

Published by: Uchee Gendok on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

 
141
BAB VIIOPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK7.1 OPERASI OPTIMAL SISTEM TENAGA LISTRIK7.1.1 Pendahuluan
Sistem tenaga listrik terdiri atas komponen tenaga listrik yaitu pembangkit tenaga listrik,sistem transmisi dan sistem distribusi. Pembangkit pembangkit tenaga listrik yanglokasinya berjauhan satu sama lain terhubung ke sistem melalui sistem transmisi yangluas untuk mencatu tenaga listrik pada beban yang tersebar, disebut sebagai sisteminterkoneksi. Adanya sistem interkoneksi menyebabkan :1. Keandalan sistem yang semakin Tinggi2. Effisiensi pembangkitan tenaga listrik dalam sistem meningkat3. Mempermudah penjadwalan pembangkitSebuah sistem tenaga listrik merupakan sebuah unit usaha dimana selain faktorteknis, faktor ekonomis sangat dominan dalam pengoperasiannya. Secara umum selaludijaga kondisi
balance
(kesetimbangan) antara pendapatan (penjualan) dan pengeluaran(pembiayaan) agar dapat diperoleh margin keuntungan yang layak, sehingga unit usahadapat dijaga kelangsungannya. Demikian pula untuk unit usaha tenaga listrik, Penjualanlistrik dalam bentuk pemakaian energi (kWh) oleh konsumen yang harganya diatur dalamsistem tarif tertentu ( di Indonesia menggunakan Keppres). Pengeluaran (pembiayaan)dalam mengoperasikan sistem tenaga listrik meliputi : 1) Belanja pegawai, 2) Belanjabarang dan jasa, 3) Pemeliharaan dan Penyusutan, 4) Penelitian/pengembangan, 5) Pajak,dsb, 6) Bahan baku energi ( BBM, Batubara, Nuklir, Air dsb), 7) Losses, dan lain lain.Bagian terbesar dari pembiayaan adalah untuk bahan baku energi ( sekitar 80 %),selain itu naik/turunnya pemakaiannya selalu terkait dari penggunaan energi listrik olehbeban. Pembiayaan terbesar ini terletak di pembangkit
 – 
pembangkit , sehingga sangatdiperlukan cara pengoperasian total pembangkitan yang efisien.Dengan terhubungnya banyak pembangkit kedalam sebuah sistem interkoneksimemberikan kemungkinan pengaturan output setiap pembangkit juga biayapembangkitannya dapat diatur pada tingkat yang rendah/optimum.
 
142Tujuan utama dari operasi system tenaga listrik memenuhi kebutuhan daya
demand 
 dengan biaya yang minimum, dimana sistem harus aman dengan dampak terhadaplingkungan di bawah standar, mempunyai keandalan yang memenuhi standar dan dapatmelayani permintaan secara
continue
sepanjang waktu. Berkaitan dengan itu dalammencapai tujuan di atas, maka perlu dijadualkan pembangkit secara efisien atau denganOPF. Dengan OPF maka biaya total produksi dari suplai/pembangkit minimum.
7.1.2 Pemodelan Biaya Bahan Bakar Pembangkit Thermal.
 Di atas telah dijelaskan tujuan operasi optimal secara umum, pada bagian ini dibahasmodel biaya bahan bakar untuk pembangkit thermal yang beroperasi optimal. Modelbiaya bahan bakar di sini adalah berkaitan dengan daya aktif yang diproduksi olehpembangkit. Timbul suatu pertanyaan mengapa daya aktif yang menjadi pokok pembahasan, karena bahan bakar digunakan pada penggerak mula, sedangkan telahdiketahui bahwa penggerak mula menghasilkan daya aktif. Pembahasan bahwa bahanbakar yang merupakan input dan keluaran adalah daya aktif. Demikian model biayabahan bakar dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut:(7.1)Persamaan (7.1) biasa disebut
model
input-output
(F-P),
dengan kurva input
 – 
outputseperti gambar 7.1.Gambar 7.1 Kurva Input
 – 
Output sebuah Pembangkit Listrik TenagaThermal
2
)(
p p p
    
 
143Dalam satuan standar internasional (SI) yang merupakan input adalah thermaldengan satuan MJ/h atau Kcal/h dan satuan British Temperatur Unit dengan satuanMbtu/h dengan daya keluaran dengan satuan Megawatt (MW). Biaya total operasi sistemtenaga listrik adalah terdiri dari : biaya bahan bakar, biaya pegawai dan biayapemeliharaan.Heat rate kurva input-output seperti pada gambar 7.1 yang merupakan contoh untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan batubara, minyak bumi dan gas.Gambar 7.2. Kurva
incremental heat 
 Karakteristik 
incremental Heat rate
dapat diperlihatkan seperti pada gambar 7.2yaitu versus P. Satuan dari heat tare adalah MJ/KWh.
 Heat rate
untuk pembangkitlistrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara, minyak bumi atau gas. Dapat dilihatpada Tabel 7.1.Pada operasi ekonomi pembangkit listrik secara umum yang telah diberikan sepertipada persamaan 7.1. Dalam menentukan harga parameter pada persamaan(7.1), dapat dilakukan dengan meminimisasi dan memberikan simbol J
P
    
 ,
dan
22
)}({
PiPPi J 
i
    

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->