Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Responsi Kasus Asfiksia Neonatorum

Responsi Kasus Asfiksia Neonatorum

Ratings: (0)|Views: 264 |Likes:

More info:

Published by: Utami Handayani Kurnia on Aug 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

 
RESPONSI KASUS
ASFIKSIA NEONATORUM
Oleh:UTAMI HANDAYANI (0802005154)MEY WULANDARI (0802005162)DALAM RANGKA MENJALANI KEPANITRAAN KLINIK MADYASMF ILMU KESEHATAN ANAK FK UNUD-RSUP SANGLAH DENPASAR JULI 2012
I. PENDAHULUAN
1
 
Di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal pada tahun pertamakehidupannya dan dua pertiganya meninggal pada bulan pertama. Dua pertiga dariyang meninggal pada bulan pertama meninggal pada minggu pertama. Dua pertiga dariyang meninggal pada minggu pertama, meninggal pada hari pertama. Penyebab utamakematian pada minggu pertama kehidupan adalah komplikasi kehamilan dan persalinanseperti asfiksia, sepsis dan komplikasi berat lahir rendah. Menurut hasil riset kesehatandasar tahun 2007, tiga penyebab utama kematian perinatal di Indonesia adalahgangguan pernapasan (35,9%), prematuritas (32,4%) dan sepsis neonatorum (12.0%).
1
Hipoksia janin yang menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan pertukaran gas serta transport O
2
dari ibu ke janin sehingga terdapat gangguan dalam persediaan O
2
dan dalam menghilangkan CO
2
. Perubahan pertukaran gas dan transportoksigen selama kehamilan dan persalinan akan mempengaruhi oksigenasi sel–sel tubuhyang selanjutnya dapat mengakibatkan gangguan fungsi sel. Gangguan ini dapat berlangsung secara menahun akibat kondisi ibu selama kehamilan, atau secaramendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan. Gangguan menahundalam kehamilan dapat berupa gizi ibu yang buruk, penyakit menahun seperti anemia,hipertensi, penyakit jantung, dan lain-lain. Pada gangguan yang terakhir ini pengaruhterhadap janin disebabkan oleh gangguan oksigenasi serta kekurangan pemberian zat-zat makanan berhubungan dengan gangguan fungsi plasenta.
1
Diperkirakan 1 juta anak yang bertahan setelah mengalami asfiksia saat lahir kini hidup dengan morbiditas jangka panjang seperti cerebral palsy, retardasi mentaldan gangguan belajar. Asfiksia neonatorum adalah kegawat daruratan bayi baru lahir  berupa depresi pernapasan yang berlanjut sehingga menimbulkan berbagai komplikasi.
1
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi
Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir tidak bernafas secaraspontan, teratur, dan adekuat. Asfiksia dapat bermanifestasi sebagai disfungsi
2
 
multiorgan, kejang dan ensefalopati hipoksik-iskemik, serta asidosis metabolik. Bayiyang mengalami episode hipoksia-iskemi yang signifikan saat lahir memiliki risikodisfungsi dari berbagai organ, dengan disfungsi otak sebagai pertimbangan utama.Beberapa sumber mendefinisikan asfiksia neonatorum dengan berbeda :
2,3,4
 1)Ikatan Dokter Anak Indonesia: Asfiksia neonatorum adalah kegagalan napassecara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan hipoksemia, hiperkarbia dan asidosis.2)WHO: Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernapas secara spontan danteratur segera setelah lahir.3)ACOG dan AAP: Seorang neonatus disebut mengalami asfiksia bila memenuhikondisi sebagai berikut:a)Nilai Apgar menit kelima 0-3 b)Adanya asidosis pada pemeriksaan darah tali pusat (pH<7.0)c)Gangguan neurologis (misalnya: kejang, hipotonia atau koma)d)Adanya gangguan sistem multiorgan (misalnya: gangguankardiovaskular, gastrointestinal, hematologi, pulmoner, atau sistemrenal).Atas dasar pengalaman klinis, Asfiksia Neonatorum dapat dibagi dalam :
1)
Vigorous baby
 
: skor APGAR 7-10, dalam hal ini bayi dianggap sehat
2)
 Mild-moderate asphyxia
(asfiksia sedang): skor APGAR 4-6 pada pemeriksaanfisis akan terlihat frekuensi jantung lebih dari lOOx/ menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, iritabilitas tidak ada3)Asfiksia berat: skor APGAR 0-3. Pada pemeriksaan fisis ditemukan' frekuensi jantung kurang dari l00x/menit, tonus otot buruk, sianosis berat dan kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak adaAsfiksia berat dengan henti jantung yaitu keadaan
2
:1. Bunyi jantung fetus menghilang tidak lebih dari 10 menit sebelum lahir lengkap.2. Bunyi jantung bayi menghilang post partum.
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Debbi Anggraini liked this
Sham Diyah liked this
Embemz Ambar-gpu liked this
Titi Hardianti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->