Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Dukungan Sosial Suami dengan Postpartum Blues pada Ibu Primipara

Hubungan Dukungan Sosial Suami dengan Postpartum Blues pada Ibu Primipara

Ratings: (0)|Views: 1,360 |Likes:
Published by zahmita

More info:

Published by: zahmita on Aug 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Periode kehamilan dan melahirkan merupakan periode kehidupanyang penuh dengan potensi stres. Seorang wanita dalam periode kehamilan danperiode melahirkan (post partum) cenderung mengalami stres yang cukup besarkarena keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas.Secara psikologis seorang ibu post partum akan melalui proses adaptasi psikologismasa postpartum (Sarwono, 2005). Dalam masa adaptasi ini sebagian wanitamampu beradaptasi terhadap peran barunya, sebagai seorang ibu yang baik, tetapiada sebagian lainnya yang tidak berhasil beradaptasi sehingga jatuh dalam kondisigangguan psikologis postpartum. Banyak fenomena membuktikan hampirsebagian besar wanita didunia mengalami
Postpartum Blues
dalam mengasuhbayi mereka, terutama pada ibu- ibu primipara. Ditinjau dari sisi psikologis,kebutuhan ibu bukan hanya sebatas berupa dukungan spiritual dan materil semata,ibu juga membutuhkan dukungan secara sosial dari orang terdekatnya, khususnyasuami. Realitanya banyak ibu yang kurang mendapatkan dukungan sosial,disebabkan karena teralihkannya perhatian suami kepada kehadiran orang barudalam keluarganya, yaitu anak . Hal inilah yang terkadang membuat ibu merasadirinya terabaikan atau terlupakan oleh suami, serta bertambah lama depresi ibupasca bersalin.
 
1
 
2
Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada 5 ibu primipara terdapat 2ibu primipara ( 40 % ) yang mengaku mendapat dukungan sosial dari suami dan 3ibu primipara ( 60 % ) yang kurang mendapat dukungan sosial dari suami saatmengalami
Postpartum Blues
. Dari penelitian sebelumnya di Semarang telahditemukan 11 orang wanita (44%) yang mengalami
Postpartum Blues
. Dan secarakeseluruhan, di Indonesia angka kejadian
Postpartum Blues
antara 50-70% dariwanita primipara. Sedangkan di luar negeri melaporkan angka kejadian yangcukup tinggi dan sangat bervariasi antara 26-85%, yang kemungkinan disebabkankarena adanya perbedaan populasi dan kriteria diagnosis yang digunakan.Secara psikologis, saat hamil semua perhatian tertumpah kepada siibu, termasuk dipenuhinya semua keinginannya yang terkadang aneh. Namunbegitu melahirkan, semua perhatian beralih ke si bayi. Sementara si ibu yang lelahdan sakit pasca melahirkan merasa lebih butuh perhatian. Kondisi inimenyebabkan ibu merasa depresi, depresi ini biasanya berlangsung sampai 14hari usai melahirkan. Gejala yang umum tampak adalah keluar keringat dingin,sesak napas, sulit tidur, gelisah, tegang, bingung, terasing, sedih, sakit, marah,merasa bersalah, tak berharga, punya pikiran negatif tentang suami. Kurangnyadukungan dari suami akan memperparah keadaan psikis ibu yang tengahmengalami
Postpartum Blues
, hal ini karena suami adalah orang pertama yangmenyadari akan adanya perubahan dalam diri pasangannya. Apabila ibu menilaibahwa suami memberikan dukungan terhadap dirinya, maka akan dapatmemungkinkan terjadi pengaruh positif dalam diri ibu tersebut. Para ibu yangmemiliki jaringan sosial yang baik, akan lebih siap menghadapi kondisi setelah
 
3
melahirkan. Sebaliknya apabila ibu menilai bahwa suaminya kurang memberikandukungan terhadap dirinya, maka akan dapat memungkinkan terjadinyapeningkatan depresi ibu ke arah yang lebih serius yaitu depresi postpartum.Sedangkan Stres serta sikap tidak tulus ibu yang terus-menerus diterima oleh bayidapat berdampak kepada anak. misalnya anak mudah menangis, cenderung rewel,pencemas sekaligus pemurung. Dampak lain yang tak kalah merugikan adalahanak cenderung mudah sakit. Sedangkan dampak bagi suami sendiri adalahsemakin meningkatnya tanggung jawab menjadi seorang ayah akibat berperanganda selama istri mengalami
Postpartum Blues
. Hal ini menjadikan suamimenjadi seseorang yang pemurung dan pemarah. Jika dibiarkan, suamipun bisaterkena
Postpartum Blues
 juga.Penanganan
Postpartum Blues
salah satunya berupa dukungan sosial,menurut Sarason (2005) dukungan sosial diartikan sebagai keberadaan ataukemampuan seseorang dimana individu dapat bergantung padanya, yangmenunjukkan kalau dia peduli terhadap individu, bahwa individu ini berharga dandia mencintai atau menyayangi individu yang bersangkutan. Dukungan sosialdapat diberikan dalam beberapa bentuk, yaitu dukungan emosional, dukunganberupa penghargaan, dukungan berupa bantuan langsung dan dukunganinformasional. Dari semua sumber dukungan sosial, dukungan sosial dari suamimerupakan dukungan yang pertama dan utama dalam memberikan dukungankepada istri. Mengingat demikian pentingnya dukungan sosial suami terhadap ibuyang mengalami
Postpartum Blues
, maka salah satu cara yang diambil peneliti

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
Nyim Nyim Anggra added this note
ini penelitian tahun berapa ya kakak,.
Nyim Nyim Anggra liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Firjon Barlaman liked this
Nandita Yogis P liked this
Nabila Syapda liked this
Nabila Syapda liked this
CHycie AdoNcia liked this
Herlina Naulita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->