Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KTI hubungan dukungan sosial suami dengan postpartum blues

KTI hubungan dukungan sosial suami dengan postpartum blues

Ratings: (0)|Views: 149 |Likes:
Published by zahmita

More info:

Published by: zahmita on Aug 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGANPOSTPARTUM BLUES PADA IBU PRIMIPARA USIA 21
 – 
25 TH DIRUANG BOGENVILE RSU Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODOMOJOKERTOZakia Nuristantia
 ABSTRACT 
Postpartum blues is a type of mild depression on that occurs in women.
Thephenomena that exist in bogenvile’s room RSU Dr. wahidin sudiro
hsodomojokerto, many primiparous in others get postpartum bles. This shows thatthereare many mothers who can not get through with good psychologicalpostpartumadaptation as well. The purpoe of this study was to determine therelationshipbetween social supports her husband with postpartum blues inprimiparousmothers aged 21
 – 
25 years in space bogenvile RSUD Dr, wahidinsudiro husodomojokerto.The design of this study used cross sectional method. Sampling methodusedis purposive sampling. Samples are taken by 30 respondents thatprimiparousmothers aged 21- 25 years. After that the data collected byquestionnaire andanalyzed with the spearman rho correlation. With significance
level α
= 0.05.The results showed that the majority (83,3%) of respondents gave ahusbandgood social support. While less likely to accur postpartum blues (86,7%)
whilerespondents from the test results obtained by spearman’s rho coefficient of 
0.420with a significant value (p) 0.021 (p<0.05) mean H1 accepted. H1 acceptedwhichmeans there is a relationship between social support her husband withpostpartumblues in space bogenvile RSU Dr. wahidin sudiro husodo mojokertowhichindicates the direction of the force correlation is negative.Based on the above research are expected to families, especially husbandstomaintain support to the mother in order to minimize the incidence of postpartumbles in pregnant primiparous.Key Word : Social Support Husband, Postpartum Blues1. PENDAHULUANPeriode kehamilan dan melahirkan merupakan periode kehidupanyang penuh dengan potensi stres. Seorang wanita dalam periode kehamilan danperiode melahirkan (post partum) cenderung mengalami stres yang cukup besar
 
karena keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas.Secara psikologis seorang ibu post partum akan melalui proses adaptasi psikologismasa postpartum (Sarwono, 2005). Dalam masa adaptasi ini sebagian wanitamampu beradaptasi terhadap peran barunya, sebagai seorang ibu yang baik, tetapiada sebagian lainnya yang tidak berhasil beradaptasi sehingga jatuh dalam kondisigangguan psikologis postpartum. Banyak fenomena membuktikan hampirsebagian besar wanita didunia mengalami
Postpartum Blues
dalam mengasuhbayi mereka, terutama pada ibu- ibu primipara. Ditinjau dari sisi psikologis,kebutuhan ibu bukan hanya sebatas berupa dukungan spiritual dan materil semata,ibu juga membutuhkan dukungan secara sosial dari orang terdekatnya, khususnyasuami. Realitanya banyak ibu yang kurang mendapatkan dukungan sosial,disebabkan karena teralihkannya perhatian suami kepada kehadiran orang barudalam keluarganya, yaitu anak . Hal inilah yang terkadang membuat ibu merasadirinya terabaikan atau terlupakan oleh suami, serta bertambah lama depresi ibupasca bersalin.Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada 5 ibu primipara terdapat 2ibu primipara ( 40 % ) yang mengaku mendapat dukungan sosial dari suami dan 3ibu primipara ( 60 % ) yang kurang mendapat dukungan sosial dari suami saatmengalami
Postpartum Blues
. Dari penelitian sebelumnya di Semarang telahditemukan 11 orang wanita (44%) yang mengalami
Postpartum Blues
. Dan secarakeseluruhan, di Indonesia angka kejadian
Postpartum Blues
antara 50-70% dariwanita primipara. Sedangkan di luar negeri melaporkan angka kejadian yang
 
cukup tinggi dan sangat bervariasi antara 26-85%, yang kemungkinan disebabkankarena adanya perbedaan populasi dan kriteria diagnosis yang digunakan.Secara psikologis, saat hamil semua perhatian tertumpah kepada siibu, termasuk dipenuhinya semua keinginannya yang terkadang aneh. Namunbegitu melahirkan, semua perhatian beralih ke si bayi. Sementara si ibu yang lelahdan sakit pasca melahirkan merasa lebih butuh perhatian. Kondisi inimenyebabkan ibu merasa depresi, depresi ini biasanya berlangsung sampai 14hari usai melahirkan. Gejala yang umum tampak adalah keluar keringat dingin,sesak napas, sulit tidur, gelisah, tegang, bingung, terasing, sedih, sakit, marah,merasa bersalah, tak berharga, punya pikiran negatif tentang suami. Kurangnyadukungan dari suami akan memperparah keadaan psikis ibu yang tengahmengalami
Postpartum Blues
, hal ini karena suami adalah orang pertama yangmenyadari akan adanya perubahan dalam diri pasangannya. Apabila ibu menilaibahwa suami memberikan dukungan terhadap dirinya, maka akan dapatmemungkinkan terjadi pengaruh positif dalam diri ibu tersebut. Para ibu yangmemiliki jaringan sosial yang baik, akan lebih siap menghadapi kondisi setelahmelahirkan. Sebaliknya apabila ibu menilai bahwa suaminya kurang memberikandukungan terhadap dirinya, maka akan dapat memungkinkan terjadinyapeningkatan depresi ibu ke arah yang lebih serius yaitu depresi postpartum.Sedangkan Stres serta sikap tidak tulus ibu yang terus-menerus diterima oleh bayidapat berdampak kepada anak. misalnya anak mudah menangis, cenderung rewel,pencemas sekaligus pemurung. Dampak lain yang tak kalah merugikan adalahanak cenderung mudah sakit. Sedangkan dampak bagi suami sendiri adalah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->