Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kehidupan Di Laut

Kehidupan Di Laut

Ratings: (0)|Views: 524 |Likes:
Published by oktavioni
Materi terakhir dari LIPI
Materi terakhir dari LIPI

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: oktavioni on Aug 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
Oseanografi, Kehidupan di Laut 
8/11/2012
6. KEHIDUPAN DI LAUT
6.1. PENDAHULUAN
Kehidupan di laut sangat beraneka ragam. Biologi Laut (
 Marine Biology
) adalah cabangilmu yang mempelajari seluruh organisme dan habitatnya di laut dan estuari di seluruh dunia, dan juga mempelajari faktor-faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi keberadaannya. Organisme lautdipelajari untuk berbagai tujuan, seperti: (1) penelitian ilmu dasar, (2) analisis dampak lingkungan,(3) eksploitasi sumberdaya alam, (4) kesejahteraan hidup, dan (5) penentuan lokasi prioritas untuk konservasi.Organisme pada mulanya hanya dibedakan menjadi dua kelompok besar atau kingdom,yaitu hewan dan tumbuhan. Perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan perubahan skemaklasifikasi itu. Sekarang, skema klasifikasi yang umum diterima adalah yang membagi organismemenjadi lima kingdom, yaitu: Monera (bakteri), Plantae (tumbuhan yang sesungguhnya), Metazoaatau Animalia (hewan bersel banyak), Protozoa (organisme bersel tunggal), dan Fungi (jamur)(Webber dan Thurman, 1991). Hampir semua kelompok itu mempunyai anggota yang hidup di lautdengan fungsi ekologis yang jelas, kecuali Fungi. Kelompok Fungi hanya sedikit yang hidup di lautdan tidak memuli peran ekologis yang jelas. Oleh karena itu, Fungi tidak kita bicarakan di sini.Selanjutnya, untuk mempermudah penguraian, kelompok organisme itu dikelompokkan lagi berdasarkan pada karakteristiknya dalam memperoleh energi, yaitu (1)
bakteri
organismedekomposer yaitu organisme yang memperoleh energi dengan cara menguraikan organisme yangmati atau melalui sintesa material inorganik, (2)
flora
atau tumbuhan – semua organisme berklorofilyang dapat menghasilkan makanannya sendiri atau produser primer, dan (3)
fauna
atau hewan – semua organisme yang memperoleh energi dengan cara memakan tumbuhan atau hewan lain.Di dalam bab ini akan diperkenalkan macam-macam organisme, proses-proses biologi, danhabitatnya yang umum di lingkungan laut dan estuari.Dalam mempelajari kehidupan di laut, kita dapat mempelajarinya melalui pendekatansistimatika atau klasifikasi atau melalui pendekatan cara hidupnya (
mode of existence
) di lingkunganlaut. Studi organisme melalui pendekatan sistimatikanya dilakukan bila kita hanya inginmempelajari organisme untuk mengetahui perkembangannya atau hubungan evolusinya. Adapunmempelajari organisme melalui pendekatan cara hidupnya dilakukan bila kita mempelajariorganisme dan hubungannya dengan lingkungan tempat hidupnya. Disini, dipakai pendekatan yangke-dua sebagai titik tolak dalam mempelajari kehidupan di laut.
6.2. CARA HIDUP ORGANISME DI LAUT
Pada dasarnya ada tiga cara hidup organisme di laut, yaitu planktonik, bentonik, dannektonik. Organisme yang hidup secara planktonik disebut plankton, secara bentonik disebut bentos,dan secara nektonik disebut nekton. Selanjutnya akan diuraikan secara singkat tentang ketiga carahidup tersebut.
6.2.1. Plankton
Kata “plankton” berasal dari bahasa Yunani yang berarti
bergerak dari satu tempat ke tempat lain
. Kelompok organisme ini biasanya kecil dengan kekuatan untuk berpindah tempat sangat lemahatau terbatas, dan berpendah tempat terutama karena arus laut. Plankton dapat berupa hewan(zooplankton) maupun tumbuhan (fitoplankton). Sebagian besar plankton berukuran mikroskopis,tetapi ada juga yang berukuran besar seperti ubur-ubur atau ganggang Sargassum. Plankton meliputikelompok terbesar organisme di laut. Selain itu, banyak hewan laut memiliki fase kehidupan sebagai plankton; biasanya ketika baru lahir.
6.2.2. Bentos
Kata “bentos” berasal dari bahasa Yunani yang berarti
dalam
atau
laut dalam
. Bentos adalah
 Materi Pembekalan Peserta1
 st 
International Earth Science Olympiad – IESO 2007 di Seoul, Korea Selatan
1
 
Oseanografi, Kehidupan di Laut 
8/11/2012
organisme yang hidup di atas atau di bawah dasar laut. Beberapa organisme bentos pada fase awalkehidupannya memiliki bentuk larva planktonik. Beberapa tipe kehidupan bentonik adalah (1)menggali lubang di dasar laut, seperti cacing, (2) merayap perlahan di atas permukaan dasar laut,seperti bintang laut, (3) menimbun diri di dasar laut, seperti teripang, dan berbagai jenis moluska,dan (4) menambatkan diri di dasar laut, seperti koral, dan berbagai jenis tumbuhan laut.
6.2.3. Nekton
Kata “nekton” berasal dari bahasa Yunani yang berarti
berenang 
. Nekton meliputi hewanyang dapat berenang bebas, bebas dari gerakan arus. Kelompok ini meliputi berbagai bentuk kehidupan hewan tingkat tinggi, seperti ikan, ikan paus, dan berbagai jenis mamalia laut. Tumbuhantidak termasuk di dalam kelompok ini. Nekton memiliki kemampuan secara aktif mencari makanan dan menghindar dari predator.Kelompok hewan ini juga dapat bermigrasi jarak jauh ke seluruh samudera, dan dijumpai di permukaan laut atau di dekat dasar permukaan laut, atau di laut dalam di atas dasar laut.
6.3. BAKTERI
Bakteri adalah makhluk bersel tunggal prokaryotik (Gambar 6.1). Bakteri laut memainkan peranan penting di dalam lingkungan laut sebagai pengurai (
decomposer 
) material organik, sebagai pengubah (
transformer 
) yang merubah berbagai substrat organik menjadi senyawa-senyawainorganik, dan sebagai agen yang mempengaruhi sifat-sifat fisika-kimia sistem pesisir yang dangkal(Kennish, 1994).
Gambar 6.1. Berbagai macam bentuk bakteri di laut.
 Dari Webber dan Thurman (1991)
.
Di alam terdapat lebih dari 5000 spesies bakteri yang dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Dalam kaitannya dengan peranannya di dalam lingkungan, klasifikasi berdasarkan pada cara bakteri memperoleh energi bermanfaat, karena secara tegas menunjukkan fungsinya didalam lingkungan. Berdasarkan pada cara memperoleh energi, bakteri dapat dibedakan menjadi tiga,
 Materi Pembekalan Peserta1
 st 
International Earth Science Olympiad – IESO 2007 di Seoul, Korea Selatan
2
 
Oseanografi, Kehidupan di Laut 
8/11/2012
yaitu: (1)
bakteri heterotropik 
 – yang mendapatkan energi dengan menguraikan material organik dari organisme lain yang mati, (2)
bakteri fotosintetik 
(autotrofik) – yang memperoleh energimelalui proses fotosintesis, dan (3)
bakteri kemosintetik 
(
chemosyntethic
) – yang mendapatkanenergi dari oksidasi senyawa inorganik, seperti besi, ammonia, dan sulfur.Berdasarkan pada kemampuannya memperoleh energi atau makanannya, bakteri secaragaris besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu (1)
bakteri autotropik 
– yang dapatmemenuhi kebutuhan makananya secara mandiri melalui
fotosintesis
dengan bantuan sinar matahari, atau melalui kemosistesis (sintesa kimiawi,
chemosynthetic
), dan (2)
bakteriheterotropik 
– yang memenuhi kebutuhan makanannya melalui sumber lain di luar dirinya atauorganisme lain.Bakteri
heterotropik 
, berdasarkan pada keterlibatan oksigen dalam proses respirasinya,dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (1)
bakteri heterotropik aerobik 
– yang melibatkan molekuloksigen dalam respirasinya; bakteri kelompok ini hadir di dalam lingkungan yang mengandungoksigen atau lingkungan oksidasi, dan (2)
bakteri heterotropik anaerobik (fermentasi)
– yangtidak melibatkan molekul oksigen dalam respirasinya; bakteri kelompok ini hadir di dalamlingkungan yang tidak mengandung oksigen atau lingkungan reduksi.Bakteri adalah transformer utama di lingkungan anoxis lingkungan yang tidak mengandung oksigen. Kondisi anaerobik secara khas ada di dalam lapisan-lapisan sedimen yangdalam, di dalam sistem yang memiliki sirkulasi air yang sangat buruk karena pembatasan fisik, dandi beberapa daerah yang mengalami polusi. Kedalam zona anaerobik di dalam sedimen adalahfungsi dari sifat-sifat fisika-kimia dan proses-proses biologi.Metabolisme mikroba anaerobik menghasilkan sejumlah unsur penting yang dapatdipergunakan oleh organisme aerobik. Ada dua jalur 
dekomposisi anaerobik 
, yaitu: (1)
fermentasi
;fermentasi oleh bakteri menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, ammonia, dan sekelomposenyawa organik seperti alkohol dan asam lemak, dan (2)
dissimilatory sulfate reduction
; bakteri pereduksi sulfat mempergunakan ion sulfat sebagai terminal yang menerima elektron selamadekomposisi material organik, dan menghasilkan hidrogen sulfida (H
2
S) yang memberikan warnahitam di dalam sedimen (Kennish, 1994).
6.4. FITOPLANKTON
Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopis terdiri dari berbagai spesies yang berbentuk uniselular (sel tunggal,
unicellular 
), filamen (lempengan,
 filamentous
), atau berbentuk rantai, yangmengapung bebas di air permukaan (zona fotik) samudera dan peraira pesisir. Fitoplankton meliputi berbagai jenis kelompok alga yang sebagian besar merupakan organisme autotropik.Berdasarkan ukurannya, fitoplankton dibedakan menjadi ultraplankton (
φ
< 5 μm),nanoplankton (
φ
5 – 70 μm), mikroplankton (
φ
70 – 100 μm), dan makroplankton (
φ
> 100 μm).Di dalam opeasional, plankton dibedakan menjadi dua fraksi berdasarkan pada jaring plankton yangdipergunakan. Semua fitoplankton tertahan oleh jaring plankton (bukaan
φ
64 μm), dan yang lolosdari jaring plankton disebut nanoplankton.Jenis-jenis plankton yang utama adalah diatom (klas
 Bacillariophyceae
), dinoflagellata (klas
 Dinophyceae
), coccolithophore (klas
 Prymnesiophyceae
), silicoflagellata (klas
Chrysophyceae
), dan blue-green algae (klas C
 yanophyceae
).Diatom (Gambar 6.2.A) sering mendominasi komunitas fitoplankton di daerah berlintangtinggi, perairan dekat pantai di daerah temperat, dan di dalam sistem “
upwelling 
”. Diatom cenderungtenggelam di dalam perairan yang nonturbulen, walaupun morfologi, fisiologi, dan adaptasi fisik mendukung pengapungannya.Dinoflagellata (Gambar 6.2.B)juga tersebar luas di lingkungan samudera dan estuari, dandominan di banyak daerah subtropis dan tropis, dan melimpah di daerah temperate. Sebagiandinoflagellata berreproduksi secara sexual, dan sebagian besar secara asexual. Laju reproduksi bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungan. Sebagian besar dinoflagellata bersifat autotrofik.Sejumlah spesies dinoflagellata menghasilkan racun yang bila dilepaskan ke perairan sering dapatmenyebabkan kematian massal pada ikan, kerang-kerangan, dan organisme lain. Efek dari racun itusangat jelas pada saat terjadi peristiwa “Red Tide”, saat terjadi
blooming 
(ledakan populasi) algae.
 Materi Pembekalan Peserta1
 st 
International Earth Science Olympiad – IESO 2007 di Seoul, Korea Selatan
3

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arfiani Pratiwi liked this
Eliazer Kono liked this
_archieangel__ liked this
Alferrio Imran liked this
Yudis Tira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->