Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Journal of Animal Production (JAP) Vol. 9 (1) 2007

Journal of Animal Production (JAP) Vol. 9 (1) 2007

Ratings: (0)|Views: 593 |Likes:
Published by Arifgii
1. Pengaruh Suplementasi Pakan Lokal terhadap Produktivitas Induk Kambing Bligon Bunting Tua yang Dipelihara di Padang Sabana Timor Barat (Effects of Local Feed Supplementation on the Performance of Bligon Goat Does at the End of Gestation Reared in West Timor Savannah)
2. Produk Metabolisme Rumen pada Domba Jantan ( The Rumen Metabolism Product in Male Sheep)
3. Pengaruh Penambahan Aras Mineral pada Fermentasi Sorghum dengan Ragi Tempe terhadap Kecernaan Nutrien pada Ayam Petelur (The Effect of Mineral Addition in Fermentation of Sorghum Grain with Tempeh Yeast on Nutrient Digestibility in Layer Chicken)
4. Effect of Polyethylene Glycol (PEG) on Blood Parameters of Sheep Given Leucaena Pallida Leaves Base Diet (Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) terhadap Parameter Darah Ternak Domba yang Mendapatkan Ransum Dasar Daun Leucaena Pallida )
5. Keragaman Genetik-Fenotipik dan Hubungan antara Karakter Anatomi-Morfologi-Fisiologi dengan Produksi Bahan Kering Rumput Pakan Hasil Poliploidisasi dalam Kondisi Tercekam Aluminium (Genetic-Phenotypic Variability and Correlation between Morphology-Anatomy-Physiology Characteristics and Dry Matter Yield of Polyploidized Forage Grasses under Aluminum Stressed Condition)
6. Kecernaan dan Intensitas Warna Kuning Telur Itik Lokal yang Mendapat Pakan Tepung Kepala Udang, Tepung Daun Lamtoro dan Suplementasi L-Carnitin (Digestibility and Egg Yolk Pigment Intensity of Local Ducks Fed Shrimps Head Meal, Leucaena Leaf Meal and L-Carnitine Supplementation)
7. Penggunaan Vitamin E dalam Pakan terhadap Fertilitas, Daya Tetas dan Bobot Tetas Telur Ayam Kampung (The Effect of Vitamin E Supplementation in Ration Containing Manhadden Fish Oil and Kernel Palm Oil on Fertility, Hatchability and Hatch Weight of Native Chicken’s Eggs)
8. Efek Antigen Laktat Dehidrogenase Spesifik dari Berbagai Tipe Domba Prolifik terhadap Respon Hematologis Antibodi pada Ayam (Effect of Specific Lactate Dehydrogenase Antigen from Sheep with Different Prolific Type on Hematology and Antibody Responses of Chicken)
9. Pengaruh Aras Glycerol terhadap Motilitas dan Fertilitas Spermatozoa Ayam Kampung yang Dibekukan dengan Nitrogen Cair (Effect of Glycerol Levels on the Motility and Fertility of Kampung Chicken Spermatozoa Frozen in Liquid Nitrogen)
10. Manfaat Lesitin Nabati pada Preservasi dan Kriopreservasi Semen : Suatu Kajian Pustaka (The Effect of Phyto-Lecithin on Preservation and Cryopreservation of Semen: A Review)
1. Pengaruh Suplementasi Pakan Lokal terhadap Produktivitas Induk Kambing Bligon Bunting Tua yang Dipelihara di Padang Sabana Timor Barat (Effects of Local Feed Supplementation on the Performance of Bligon Goat Does at the End of Gestation Reared in West Timor Savannah)
2. Produk Metabolisme Rumen pada Domba Jantan ( The Rumen Metabolism Product in Male Sheep)
3. Pengaruh Penambahan Aras Mineral pada Fermentasi Sorghum dengan Ragi Tempe terhadap Kecernaan Nutrien pada Ayam Petelur (The Effect of Mineral Addition in Fermentation of Sorghum Grain with Tempeh Yeast on Nutrient Digestibility in Layer Chicken)
4. Effect of Polyethylene Glycol (PEG) on Blood Parameters of Sheep Given Leucaena Pallida Leaves Base Diet (Pengaruh Penambahan Polyethylene Glycol (PEG) terhadap Parameter Darah Ternak Domba yang Mendapatkan Ransum Dasar Daun Leucaena Pallida )
5. Keragaman Genetik-Fenotipik dan Hubungan antara Karakter Anatomi-Morfologi-Fisiologi dengan Produksi Bahan Kering Rumput Pakan Hasil Poliploidisasi dalam Kondisi Tercekam Aluminium (Genetic-Phenotypic Variability and Correlation between Morphology-Anatomy-Physiology Characteristics and Dry Matter Yield of Polyploidized Forage Grasses under Aluminum Stressed Condition)
6. Kecernaan dan Intensitas Warna Kuning Telur Itik Lokal yang Mendapat Pakan Tepung Kepala Udang, Tepung Daun Lamtoro dan Suplementasi L-Carnitin (Digestibility and Egg Yolk Pigment Intensity of Local Ducks Fed Shrimps Head Meal, Leucaena Leaf Meal and L-Carnitine Supplementation)
7. Penggunaan Vitamin E dalam Pakan terhadap Fertilitas, Daya Tetas dan Bobot Tetas Telur Ayam Kampung (The Effect of Vitamin E Supplementation in Ration Containing Manhadden Fish Oil and Kernel Palm Oil on Fertility, Hatchability and Hatch Weight of Native Chicken’s Eggs)
8. Efek Antigen Laktat Dehidrogenase Spesifik dari Berbagai Tipe Domba Prolifik terhadap Respon Hematologis Antibodi pada Ayam (Effect of Specific Lactate Dehydrogenase Antigen from Sheep with Different Prolific Type on Hematology and Antibody Responses of Chicken)
9. Pengaruh Aras Glycerol terhadap Motilitas dan Fertilitas Spermatozoa Ayam Kampung yang Dibekukan dengan Nitrogen Cair (Effect of Glycerol Levels on the Motility and Fertility of Kampung Chicken Spermatozoa Frozen in Liquid Nitrogen)
10. Manfaat Lesitin Nabati pada Preservasi dan Kriopreservasi Semen : Suatu Kajian Pustaka (The Effect of Phyto-Lecithin on Preservation and Cryopreservation of Semen: A Review)

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Arifgii on Aug 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

 
ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION 
,
2007, hlm. 1 8 Vol. 9
No.1
 ISSN 1411 – 2027
Terakreditasi No.56/DIKTI/Kep/2005
1
Pengaruh Suplementasi Pakan Lokal terhadap Produktivitas IndukKambing Bligon Bunting Tua yang Dipelihara diPadang Sabana Timor Barat
(Effects of Local Feed Supplementation on the Performance of Bligon Goat Does at the End of Gestation Reared in West Timor Savannah)
A. E. Manu
1
, E. Baliarti
2
, S. Keman
2
, F. U. Datta
1
 
1
Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang
2
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
ABSTRACT:
The research was conducted in Lili savanna, West Timor. The aims were to study the effects of local feedsupplementation on performances of Bligon does at late gestation period reared in West Timor savanna during dry seasonFifteen Bligon does at late gestation period were used for ten weeks. Does were randomly divided into 3 groups of treatment, namely R
0
= control; R
1
= R
0
+ 1% supplementation; and R
2
= R
0
+ 2% supplementation. Results showed thataverage daily gain, kid’s birth weight, colostrum Ig and body condition scores of group R
2
(62.5 g, 2.42 kg, 94.8 mg/ml;2.36, respectivelly) were significantly higher than group R
0
(-7.19 g, 1.73 kg, 43 mg/ml ; 2.36, respectively), but were notsignificantly different from group R
1
(51.79 g, 2.25 kg, 71.2 mg/ml ; 3.24, respectively). Blood components (PVC,leukocyte, erythrocyte, Hb, glucose, protein and urea) at the begining of the experiment were similar among groups,however they were significant different (P<0.01) between R
2
and R
1
, R
2
and R
0,
and R
1
and R
0.
The
 
differences in thenumber of 
 
erythrocyte between R
1
and R
0
were not significant (P>0.05). In conclusion, the performance and health status of Bligon does at late gestation period reared at West Timor savanna during dry season can be increased by local feedsupplementation.
Key Words:
performance, gestation does, supplement local feed, savanna, dry season
Pendahuluan
Ternak kambing di Timor Barat adalah di-gembalakan di padang sabana. Pulau Timordipengaruhi angin muson yang dicirikan denganmusim hujan yang pendek (3-4 bulan) dan musimkemarau yang panjang (8-9 bulan) sehingga beriklimsemi arid. Pengaruh musim ini berakibat sangatberfluktuatifnya persediaan pakan di sabana. Sepertidaerah semi arid lainnya pada musim hujan, hijauanberlimpah sedangkan pada musim kemarau sedikitsekali tersedia (Bhatta
et al
., 2004; Safari
et al
., 2005).Aoetpah (2002) melaporkan di musim hujan sabanaTimor mempunyai kapasitas tampung (KT) 4,8 UT/ha,PK 10-12%,NDF 34-48,00% dan produksi bahankering (PBK) 2,23-3,39 ton/ha. Di akhir musimkemarau (Oktober- November) PBK 0,46-0,71 ton/ha,KT 0,54 UT/ha, PK 2,67% dan serat kasar menjadi80%. Akibatnya kinerja ternak di saat hijauan cukuplebih baik dari pada musim kemarau saat hijauankurang tersedia (Tuah
et al
., 2000).Distribusi kelahiran kambing di Timor terbanyak terjadi di akhir musim kemarau karena perkawinan dankonsepsi banyak terjadi di musim hujan dan awalkemarau saat pakan cukup tersedia. Bobot lahir dimusim kemarau jauh lebih rendah, akibatnyamemasuki musim hujan anak kambing ini banyak mengalami kematian dan dapat mencapai 50%(Budisantoso, 1995). Tingginya kematian di musimhujan diduga disebabkan selama masa bunting induk kekurangan pakan di bulan-bulan musim kemarau,sehingga dilahirkan dalam kondisi lemah, sepertitercermin pada bobot lahir yang rendah. Pada kondisilemah ternak akan mudah terserang penyakit danparasit.Pada keadaan seperti ini Poore dan Luginbuhl(2002) menyarankan suplementasi pakan lokal untuk memaksimalkan fermentasi dan sintesis mikrobarumen dan nutrien yang lolos ke usus halus untuk periode yang tinggi kebutuhan nutrien seperti akhirkebuntingan. Teknologi yang tepat untuk itu adalah
urea mollases multinutriens
 
blok 
(UMMB). TeknologiUMMB telah digunakan di negara beriklim semi ariddi Asia dan Afrika (Misra
et al
., 2006).Di Timor tidak ada mollases karena itu dapatdicarikan pengganti yang tersedia dan mempunyainilai nutrien yang hampir sama yaitu ‘gula air’.Sumber energi pada mollases yang berupa NFE
 
2
ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION ANIMAL PRODUCTION 
, Vol. 9, No. 1, 2007 : 1 - 8
adalah 85,70%, sedangkan pada gula air dilaporkanoleh Anonimous (2001) sebesar 86,03%. Berdasarkansumber energi dari molasses dan gula air yang hampirsama yaitu 85,70% dan 86,03% maka gula air dapatmenggantikan molasses. Gula air adalah nira hasilsadapan pohon lontar (
 Borassus sundaicus
) yangdimasak. Hal yang sama dilaporkan oleh Arias
et al
.(2005) yang menggantikan molasses dengan buahPitaya (
Stenocereus griseus
).Penelitian ini bertujuan untuk mempelajaripengaruh suplementasi pakan lokal terhadap kinerjainduk kambing Bligon bunting tua yang digembalakandi sabana Timor pada musim kemarau.
Metode Penelitian
Lokasi dan Materi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di stasiun kebun per-cobaan Balai Pengkajian Teknologi PertanianNaibonat Kupang yang memiliki sabana sebagaitempat penggembalaan seluas 40 ha. Penelitian ber-langsung pada puncak musim kemarau yaitu padabulan Oktober sampai awal Desember 2005. Sebanyak 15 ekor ternak betina Bligon yang sedang bunting tua(8 minggu sebelum beranak) dengan rata-rata bobotbadan awal 25,04 kg digunakan dalam penelitian ini.Induk-induk bunting ini mulai dipersiapkan sejak bulan Juli 2005, dan pernah beranak minimal 3 kali.Agar umur kebuntingan seragam maka pada masapersiapan ternak disinkronisasi estrus dengan meng-gunakan PGF
2
α
.
Metode Penelitian
Sebelum penelitian dimulai ternak diberi obatcacing serta diadaptasikan selama 2 minggu dengansuplemen dan kondisi kandang. Lima belas ekor induk kambing diacak menjadi tiga kelompok perlakuansebagai berikut :1.
 
R
0
= Induk digembalakan sepanjang siang hari(kontrol)2.
 
R
1
= R
0
+ induk mendapat suplemen sebanyak 1 % dari bobot badan (atas dasar bahankering)3.
 
R
2
= R
0
+ induk mendapat suplemen sebanyak 2 %dari bobot badan (atas dasar bahan kering)Setiap perlakuan terdiri atas 5 ekor induk. Pakansuplemen diberikan di dalam kandang, sepanjang pagisampai sore hari (pukul 17.00) ternak digembalakandan malam hari dikandangkan. Ternak penelitiandigembalakan bersama-sama. Selain ternak penelitian,di sabana ini digembalakan juga ternak lain yangberada di stasiun ini sehingga total ternak yangdigembalakan adalah 74,99 UT. Suplemen diberikansesuai dengan perlakuan, dan jumlahnya sesuai untuk keperluan sehari serta harus habis dikonsumsi. Selamadikandangkan setiap induk ditempatkan pada kandangindividu. Susunan dan komposisi kimia suplemenserta hijauan tertera pada Tabel 1.Adapun peubah yang diukur meliputi:1.
 
Bobot lahir anak (g)2.
 
Pertambahan bobot badan harian (PBBH) induk selama bunting (setiap 2 minggu g/ekor/hari)3.
 
Kapasitas tampung, produksi dan kualitas hijauansabana4.
 
Skor kondisi tubuh (SKT) induk (setiap 2 minggusekali selama suplementasi)5.
 
Tingkat kesehatan induk dari profil darah danmetabolit darah (di awal dan akhir penelitian)6.
 
Konsentrasi imunoglogulin (Ig) total padakolostrum induk Penimbangan induk untuk parameter PBBH danSKT dilakukan setiap 2 minggu sekali. Evaluasitingkat kesehatan induk dilakukan dengan melihatprofil darah yaitu
 packet cell volume
(PCV),hemoglobin (Hb), sel darah merah (SDM), dan seldarah putih (SDP). Selain itu, pengaruh suplemen yangdiamati adalah metabolit darah yaitu total proteindarah (TPP), dan glukosa darah. Darah diambil dari
vena jugularis
pada pagi hari sebelum digembalakandengan venojec dan spuit multi fungsi, untuk metabolitdarah sebanyak 3 cc dan profil darah sebanyak 10 cc.Darah diambil sebelum dilakukan periode pemberiansuplemen dan pada akhir penelitian menjelangberanak. Sesaat setelah induk beranak diambil sampelkolostrum sebanyak 20 ml untuk dihitung konsentrasiIg. Metode pemeriksaan darah dan Ig yang digunakanberdasarkan petunjuk dari Mitruka dan Rawnsley(1981). Bobot lahir diperoleh dari penimbangan anak kambing yang baru lahir dalam waktu kurang dari 24 jam.Skor tubuh induk dinilai dari penilai netral diluartim peneliti sesuai petunjuk Santucci
et al
. (1991)dengan skor sebagai berikut:Skor 1, bila tulang pada daerah rusuk, pantat dan pahakelihatan sangat menonjol. Skor 2, apabila tulangrusuk yang menonjol kurang dari tiga, daerah rusuk,pantat dan paha terlihat tipis. Skor 3, untuk kondisikurus tetapi tidak ada lagi tulang rusuk yang menonjolkeluar. Skor 4, kondisi tubuh sedang, daerah rusuk,pantat dan paha terlihat sudah berisi. Skor 5, untuk 
 
Pengaruh Suplementasi Pakan (Manu
et al 
.)
3
kondisi gemuk, induk terlihat bulat berisi, daerahperut, dan paha padat penuh dengan daging.Pada saat sampel hijauan di sabana diambil dandianalisis, juga dilakukan pengukuran kapasitastampung sabana, dengan metode Halls
et al.
DalamSusetyo (1980) yaitu dengan menggunakan bingkaikuadrat berukuran 1 X 1 m
2
sebagai titik pengamatan.Sabana dibagi dalam 8 petak dengan luas yang samadan penempatan bingkai kuadrat dilakukan denganmenggunakan bilangan teracak di setiap petak.Sebanyak 8 titik pengamatan untuk masing-masingpetak sehingga didapati 64 titik pengamatan. Hijauandari 64 titik pengamatan dikomposit kemudiandikeringkan dan diambil sampel sebanyak 10% untuk dianalisis, hasilnya seperti pada Tabel 1. Pada saat ini juga dihitung produksi hijauan sabana, pemanenanpada setiap titik pengamatan dilakukan denganmemotong hijauan setinggi 5 cm dari tanah dan dirata-ratakan dari 64 titik selanjutnya dihitung produksi BKper hektar. Kapasitas tampung diukur dengan asumsikonsumsi BK 6,29 kg/UT/hari. Data dari produksiBK/ha kemudian dihitung untuk luasan 40 ha.
Rancangan Percobaan dan Analisis Data
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan bobot badan induk sebagaikelompok. Data yang terkumpul dianalisismenggunakan analisis ragam dan pengaruh perlakuandilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Astuti,1980).
Hasil dan Pembahasan
Keadaan Sabana Lokasi Penggembalaan padaSaat Penelitian
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan padapuncak musim kemarau, didapatkan hasil bahwa padabulan Oktober-Nopember produksi dan kualitashijauan sabana berada pada titik terendah (Aoetpah,2002; Kleden, 2002). Hasil pengamatan menunjukkanpada saat ini produksi hijauan adalah 0,61 ton/hasehingga kapasitas tampung sabana adalah 0,33 UT/ha.Luas keseluruhan sabana adalah 40 ha sehinggaproduksi hijauan sabana pada saat penelitian adalah24,40 ton/40 ha, dengan demikian sabana hanyamampu menampung 50,59 UT. Ternak yang merumputpada sabana sebanyak 74,99 UT sehingga terjadikelebihan 24,40 UT yang digembalakan.Keadaan kelebihan penggembalaan pada puncak kemarau seperti ini terjadi di semua tempat di sabanaTimor (Aoetpah, 2002; Kleden, 2002; Riwu Kaho,2003). Jika mengharapkan pakan yang berasal darisabana saja maka jelas tidak mencukupi kebutuhaninduk yang bunting tua, dengan PK hijauan hanya2,71% dan sudah dalam keadaan kering dan tua.Berdasarkan klasifikasi tipe iklim, wilayah TimorBarat (lokasi penelitian) termasuk dalam tipe iklimagak kering atau semi arid. Kondisi ini berpengaruhsecara langsung terhadap ketersediaan air tanah untuk proses fisiologis tanaman. Besarnya hasil fotosintesisnetto pada tanaman berhubungan erat denganketersediaan air di daerah perakaran termasuk hijauanyang terdapat dalam hamparan sabana.Gejala yang sudah lazim terjadi adalah kekuranganair selama musim kemarau bagi pertumbuhan rumput.Di samping terjadi kekurangan air selama musimkemarau juga terjadi peningkatan suhu yangmengakibatkan peningkatan laju proses fotosintesisdan menurun setelah mencapai titik optimum. Keadaanini bermuara pada menurunnya kualitas rumput yangditandai dengan menurunnya kandungan protein kasardan meningkatnya dinding sel, sehingga hijauan yangada mempunyai kecernaan yang rendah. Penurunankandungan protein kasar akan berpengaruh terhadappenurunan total konsumsi hijauan yang bermuara padapenurunan bobot badan. Preston dan Leng (1987)menyatakan bahwa pertimbangan suplementasi pakandi padang penggembalaan tropis pada musim kemarauadalah sama pertimbangannya dengan suplementasipada penggunaan jerami limbah pertanian.
Bobot Lahir Anak
Bobot lahir tertera pada Tabel 2. Bobot lahirmerupakan salah satu peubah yang berpengaruhterhadap cepatnya laju pertumbuhan seekor ternak.Bobot lahir seekor ternak selain dipengaruhi olehfaktor genetik juga sangat dipengaruhi oleh mutupakan yang dikonsumsi induk selama bunting. Bobotlahir anak tertinggi adalah pada kelompok R
2
diikutiR
1
dan terakhir R
0
. Antara R
2
-R
1
dan R
1
-R
0
berbedasangat nyata (P<0,01) tetapi antara R
2
-R
1
tidak berbeda nyata (P>0,05). Fase akhir kebuntingan atauwaktu penelitian berada pada musim kemarau saatpakan di sabana berada pada jumlah dan kualitas yangpaling rendah. Bobot lahir anak kelompok R
0
palingrendah. Hal ini disebabkan oleh pakan induk yanghanya berasal dari hijauan sabana yang berada padatitik terendah kuantitas dan kualitasnya, sehinggaternak pada kelompok R
0
mengalami kekurangannutrien untuk fetus yang bertumbuh pesat.Suplementasi memberi tambahan TDN 140,71 g pada

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Made Sudarma liked this
Rahmad Endah liked this
Soula Wholandary liked this
Dede Elan liked this
Sarah Sahrah liked this
Miraa Nisaa liked this
Irmen Janex liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->