MENTERI PERTANIANREPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PERTANIANNOMOR : 87/Permentan/SR.130/12/2011 /Permentan/SR.130/8/2010 man/OT. /..../2009
TENTANGKEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUKSEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2012DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI PERTANIAN,Menimbang : a. bahwa peranan pupuk sangat penting dalam peningkatanproduktivitas dan produksi komoditas pertanian dalam rangkamewujudkan Ketahanan Pangan Nasional;b. bahwa untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penerapanpemupukan berimbang diperlukan adanya subsidi pupuk;c. bahwa atas dasar hal-hal tersebut di atas, perlu menetapkanKebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk BersubsidiUntuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2012;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem BudidayaTanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, TambahanLembaran Negara Nomor 3478);2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang PerlindunganKonsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, TambahanLembaran Negara Nomor 3821);3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha MilikNegara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 70, TambahanLembaran Negara Nomor 4297);4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 85, Tambahan LembaranNegara Nomor 4411);5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan LembaranNegara Nomor 4437);6. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan danKesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 84,Tambahan Lembaran Negara Nomor 5015);7. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang AnggaranPendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (LembaranNegara Tahun 2011 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Nomor5254);8. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian,Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran Badan Usaha MilikNegara;