Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kelainan Menstruasi

Kelainan Menstruasi

Ratings: (0)|Views: 142 |Likes:
Published by Steven Cen

More info:

Published by: Steven Cen on Aug 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
KELAINAN MENSTRUASI
Kelainan menstruasi merupakan alasan terbanyak bagi para wanita untuk mengunjungi dokter kandungan dan ginekologi. Kelainan menstruasi yang dijumpai dapatberupa kelainan siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan, dapat juga berupakelainan lamanya perdarahan. Menorrhagia merupakan penyebab palingsering pada wanitadengan anemia defisiensi besi di dunia barat.Prinsip dasar fisiologi fungsi menstruasi memungkinkan dibuatnya suatu sistem yangmemisahkan kelainan menstruasi ke dalam beberapa kompartemen:Kompartemen I : kelainan terletak pada organ target uterus (
outflow tract 
)Kompartemen II : kelainan pada ovariumKompartemen III : kelainan pada hipofise anteriorKompartemen IV : kelainan pada sistem saraf pusat (hipotalamus)
FISIOLOGI MENSTRUASI
Menstruasi adalah perdarahan periodik dan siklik vagina yang terjadi karenapeluruhan mukosa uterus. Pada umumnya panjangnya siklus sekitar 28 hari - 35 hari denganlamanya setiap siklus sekitar 3 - 5 hari. Jumlah darah yang keluar pada saat menstruasi sekitar30 - 80 ml.Proses yang terjadi pada saat menstruasi dapat dikelompokkan berdasarkan perubahanyang terjadi pada di ovarium dan endometrium, yaitu :1. Perubahan pada ovarium:- Fase folikular (fase sebelum ovulasi)- Fase ovulasi- Fase luteal (fase setelah ovulasi)2. Perubahan pada endometrium:- Fase proliferatif - Fase ovulasi- Fase sekretorik - Fase menstruasi
 
Waktu rata-rata antara ovulasi sampai dengan menstruasi adalah 14 hari pada wanita(bisa berkisar antara 12-17 hari).
1. Perubahan Pada Ovarium
Ovarium terdiri dari banyak folikel atau kantung yang masing-masing terdiri atasovum (sel telur) yang dikelilingi oleh sel theca (T) dan sel granulosa (G).
a. Fase Folikular (Fase Sebelum Ovulasi)
Fase folikular dari siklus menstruasi adalah dimulai dari hari pertama menstruasisampai terjadinya ovulasi. Hal yang terjadi pada fase ini adalah menghasilkan sel telur yangmatang yang akan dikeluarkan pada saat ovulsi.pada fase ini terjadi kenaikan dari hormonLH, FSH dan estradiol, hal ini berlangsung selama 14 hari.Awalnya fase folikular ini dimulai dengan peningkatan dari FSH pada hari pertamadari siklus menstruasi, kenaikan kadar FSH ini merupakan tanda dari penirunan kadarestrogen dan progesteron pada siklus menstruasi sebelumnya. FSH menstimulasipertumbuhan dari 15-20 folikel setiap bulannya dan menstimulasi sekresi folikel estradioldengan meningkatkan sekresi dari androgen dalam sel T dengan mengikutsertakan enzimaromatase reseptor pada sel granulosa.bersamaan dengan peningkatan kadar estradiol akibatpengaruh dari FSH, estradiol menghambat sekresi dari FSH sehingga jumlah FSH menurun.Dalam siklus yang normal, satu folikel berkembang menjadi folikel yang dominan,dan bersiap untuk ovulasi, dimana folikel yang lain tidak berkembang baik. Folikel dominandapat selanjutnya menghasilkan estradiol, yang berguna dalam menyempurnakankematangan. Folikel lain yang kekurangan kadar FSH tidak menghasilkan estradiol dalam jumlah yang semestinya sehingga sulit untuk berkembang dan tidak lengkap. Folikel dominanakan matang dan terdapat peningkatan kedar estrogen. Kadar estrogen tersebut menurun padaakhir dari fase folikular dalam siklus menstruasi.Pada masa ini estrogen menghasilkan rangsang balik pada LH, dalam menaikansecara drastis kadar LH. Apabila estrogen menaikkan kadar dari lebih awal maka ovulasitidak akan terjadi. Pada fase folikular keadaan suhu tubuh wanita relatif rendah (sekitar36,70C atau kurang).Peningkatan estrogen menjelang ovulasi ini mengakibatkan perubahan-perubahan,yaitu:
 
Penebalan dari endometrium.
 
Cerviks menjadi lebih tinggi, melunak dan terbuka.
 
 
Mukus dari cerviks yang diproduksi oleh kelenjar atau crypta pada cerviks berubahmenjadi cairan yang ramah akan sperma.
 
Kenaikan dari kadar garam, gula dan asam amino untuk mempersiapkan keadaanyang nyaman bagi sperma.
 
Peningkatan cairan untuk menjaga keadaan isotonik pada sel, mencapai sepuluh kalilipat dari volume mucus.
 
Mukus yang fertilitasnya tinggi mengandung 98% air- transparan, mengkilat, licindan kenyal (
spinnbarkeit effect 
). Struktur dari mukus yang fertil dilihat dengan
nuclear magnetic resonance
menunjukkan adanya bagian yang hilang untuk membantu memudahkan penetrasi sperma.Pada saat estrogen mencapai tingkat tertentu, kelenjar hipofise menstimulasikanproduksi LH yang mana akan turut serta dalam ovulasi selama 36 jam. Folikel yang sudahmatang akan luruh dan melepaskan ovum (ovulasi).
b. Fase Ovulasi
Ovulasi adalah proses saat folikel ovarium melepaskan ovum ke dalam ronggaperitoneum. Hal ini terjadi pada masa pubertas dan terbatas pada masa reproduktif. LHdiperlukan untuk terjadinya ovulasi. Di bawah pengaruh dari LH, oosit primer memasukimasa akhir dari proses miotik. LH menghasilkan pelepasan enzim proteolitik, yang akanbersatu dengan sel pada permukaan folikel dan menstimulasi angiogenesis pada dindingfolikel dan mensekresi prostaglandin. Efek dari LH ini mengakibatkan folikel menjadi lukadan luruh.Pada saat ovulasi, oosit dan corona radiata keluar ke rongga peritoneum. Kontraksiotot dari tuba falopii membawa oosit ke tuba epithelium untuk bermgrasi melalui oviduct.Dalam siklus 28 hari biasanya terjadi pada hari ke 14. Hal ini disebabkan oleh kenaikan dariLH selama 24-36 jam sebelum ovulasi. Setelah ovulasi, sel-sel folikel akan menutup ovumdari korpus luteum. Pada keadaan tidak terjadi kehamilan, dapat berdegenerasi setelah 7-8hari setelah ovulasi. Bila terjadi kehamilan, korpus luteum tetap tumbuh sampai terbentuk placenta. Terdapat kenaikan suhu tubuh wanita pada saat ovulasi dibandingkan pada saat fasefolikular.
c. Fase Luteal (Fase Setelah Ovulasi)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->