Sampai saat ini, Orde Reformasi ternyata juga belum mampu untukmemenuhi tuntutan-tuntutan mahasiswa dan rakyat, justru yang sekarangterjadi adalah suatu bentuk carut marut sistem kepemimpinan nasioal,dimana pemimpin hanya memikirkan kepentingan pribadi, golongan dankelompoknya, tidak ada suri tauladan yang baik, pendidikan dan biaya-biaya sosial ekonomi yang membumbung tinggi, sampai dengan titikterparah, jumlah rakyat miskin semakin bertambah, ketergantungandengan pihak asing semakin tinggi, penggangguran dan kriminalitas jugameningkat. Lantas dimana cita-cita luhur kesejahteraan rakyat sertatatanan pemerintahan yang demokratis dan baik (
good governance-civilsociety
) tersebut diletakan?B. ANALISIS SITUASISituasi kepemipinan nasional, regional sampai tingkatan lokal saatini sudah sangat sedemikian parah. Pembusukan politik
(political decay)
terjadi di setiap jajaran kepemimpinan, termasuk praktik korupsi yangdilakukan oleh semua kalangan, termasuk dari jajaran legislatif. Bilakonsisten dengan amanah reformasi, maka saat ini yang terparah terjadi justru adalah kemimpinan ditingkatan masyarakat sipil (
civil society leaderships
). Masyarakat sipil yang diharapkan mampu mengisikekosongan kempimpinan pasca Orde Baru, manakala TNI (termasukpolisi) sudah lagi tidak menggunakan matra DWI FUNGSInya, ternyatasampai saat ini belum menunjukan catatan sejarah yangmenggembirakan. Termasuk salah satunya adalah tidak adanya sistemkepemimpinan sipil yang tertata rapi, berjenjang dan mengacu padakomitmen moral dan rakyat.C. TEORI KEPEMIMPINANBanyak mitos yang melingkupi konsep kepemimpinan, termasukdiantaranya adalah mitos bahwa “leaders are born, and not made”.Kebenarannya adalah bahwa kepemimpinan tergantung padakombinasi dari berbagai elemen. Barangkali yang membuat bingungadaldah bahwa kualitas pribadi dari seoroang pemimpimin merupakan