Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KepmenNaker187-2004

KepmenNaker187-2004

Ratings: (0)|Views: 54|Likes:
Published by handono sukmo

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: handono sukmo on Jan 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
KEPUTUSANMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIREPUBLIK INDONESIANOMOR; KEP.187/MEN IX/2004TENTANGIURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIAMenimbang :
a. bahwa untuk mendorong peningkatan fungsi dan peran serikat pekerja/serikatburuh, perlu dukungan dana yang antara lain berasal dari iuran anggota serikatpekerja/serikat buruh.b. bahwa agar dana yang berasal dari iuran anggota serikat pekerja/serikat buruhsebagaimana dimaksud dalam huruf a, dapat dihimpun dan dimanfaatkan secaraefektif dan efisien, perlu pedoman tata cara pemungutan, pemanfaatan danpendistribusian iuran anggota serikat pekerja/serikat buruh dengan KeputusanMenteri.
Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2000 tentang SerikatPekerja/Serikat Buruh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3989).2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentangKetenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279)3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228 M Tahun 2001 tentangPembentukan Kabinet Gotong Royong;
Memperhatikan :
Hasil Pembahasan Sidang Sekretariat Lembaga Kerjasama Triparti Nasionaltanggal 16 September 2004.
MEMUTUSKAN :Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIATENTANG IURAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUHPasal 1
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :1. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atauimbalan dalam bentuk lain.2. Serikat pekerja/Serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, danuntuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifatbebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab gunamemperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruhserta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.3. Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah gabungan serikat pekerja/serikatburuh.4. Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah gabungan federasi serikatpekerja/buruh5. Pengusaha :a. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatuperusahaan milik sendiri
 
b. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum secara berdiri sendirimenjalankan perusahaan bukan miliknya;c. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesiamewakili perusahaan sebagaimana dalam huruf a dan b yang berkedudukan diluar wilayah Indonesia.6. Iuran anggota serikat pekerja/serikat buruh adalah dana yang dihimpun dari upahanggota masing-masing serikat pekerja/serikat buruh yang dipungut setiap bulandan besarnya ditetapkan dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga atauperaturan organisasi.
Pasal 2
Keuangan serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikatpekerja/serikat buruh bersumber dari :a. Iuran anggota yang besarnya ditetapkan dalam anggaran dasar atau anggaranrumah tangga;b. Hasil usaha yang sah; danc. Bantuan anggota atau pihak lain yang tidak mengikat.
Pasal 3
(1) Pembayaran iuran anggota dapat dilakukan melalui pemotongan upah setiapbulan.(2) Pemotongan upah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan olehpengusaha.(3) Pelaksanaan pungutan iuran anggota serikat pekerja/serikat buruh di luarperusahaan dilakukan oleh pengurus serikat pekerja/serikat buruh yangbersangkutan
Pasal 4
(1) Dalam hal serikat pekerja/serikat buruh memutuskan untuk memungut iurananggota melalui pemungutan upah pekerja/buruh maka pengurus serikatpekerja/serikat buruh di perusahaan melakukan sosialisasi rencana pemungutaniuran anggota serikat pekerja/serikat buruh melalui pemotongan upah danpemanfaatan iuran anggota serikat pekerja/serikat buruh kepada anggotanya.(2) Pengurus Serikat pekerja/serikat buruh harus memberitahukan rencanapemungutan iuran anggota kepada pimpinan perusahaan secara tertulis denganmelampirkan :a. nama-nama anggota serikat pekerja/serikat buruh.b. nama-nama pengurus serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan yangbersangkutan dan pengesahan susunan pengurus serikat pekerja/serikatburuh;c. copy surat bukti nomor pencatatan serikat pekerja/serikat buruh pada instansiyang berwenang;d. surat kuasa dari pekerja/buruh yang bersangkutan;e. copy peraturan organisasi serikat pekerja/serikat buruh yang mengaturpemungutan dan penyaluran iuran anggota serikat pekerja/serikat buruh;
Pasal 5
(1) Pengusaha hanya dapat melakukan pemungutan iuran anggota serikatpekerja/serikat buruh berdasarkan surat kuasa dari pekerja/buruh yangbersangkutan kepada pengusaha untuk memotong upah pekerja/buruh.(2) Pemungutan iuran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dicatat secara khususoleh pengusaha.(3) Dalam hal anggota serikat pekerja/serikat buruh berhenti dari keanggotaanserikat pekerja/serikat buruh maka pekerja/buruh yang bersangkutan membuatpencabutan kuasa pekerja/buruh yang bersangkutan kepada pengusaha untukmemotong upah.
Pasal 6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->