We Brain Computer
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Bangsa Indonesia telah mengenal hubungan antar budaya yang harmonissejak nenek moyang menduduki kepulauan Indonesia ratusan abad yang lalu,namun kini setelah banyak cendekiawan, ulama, politisi, pengusaha maupun ahlihukum yang berwawasan modern, tetap saja sifat instinktif yang residual
primitif muncul ke permukaan. Lebih-lebih disaat berbagai konflik kepentinganmenyeruak dalam kehidupan bangsa, seperti konflik politik, bisnis, etnis maupunkonflik local primordial.Berbagai peristiwa yang terjadi akibat konflik kepentingan etnis dinusantara akhir-akhir ini seolah-olah menjadi trend dunia. Jika di Afrika terjadi pertikaian etnis antara suku Tutsi dan suku Hutu ( Ruwanda – Burundi ), sukuKurdi di Turki, suku Tamil di Ceylon, maka di Indonesia juga sering terjadi pertikaian etnis seperti Madura, Makassar, Banten, Dayak, Melayu ( Kalbar ) dansuku-suku di Irian ( Papua ). Penyebab utamanya adalah Komunikasi Antar Budaya yang tersumbat. Sungguh aneh dizaman modern ini bisa terjadi, padahaldizaman kuno hubungan antar etnis sering dilakukan oleh saudagar Cina,Madagaskar, India dan bangsa lainnya tanpa pertumpahan darah bahkan seringterjadi perkawinan antar etnis untuk melanggengkan tali kekeluargaan. Kita kenalkomunikasi antar budaya Cina ke Eropah dan Asia dengan “ Jalur Sutera, “ yangselain bermisi dagang juga memiliki misi budaya.1