Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepribadian

Kepribadian

Ratings: (0)|Views: 2,300|Likes:
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian

More info:

Published by: cetakprint.wordpress.com/ on Aug 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2013

pdf

text

original

 
Faktor-Faktor Yang MempengaruhiPembentukan Kepribadian
Aneka warna materi yang menjadi isi dan sasaran dari pengetahuan,perasaan, kehendak, serta keinginan kepribadian serta perbedaan kualitashubungan antara berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu,menyebabkan adanya beraneka macam struktur kepribadian pada setiapmanusia yang hidup di muka bumi, unik dan berbeda dengan kepribadianindividu yang lain.Diantara aneka warna materi tersebut ada yang menyebabkan terjadinya satutingkah laku berpola disebut dengan kebiasaan (habit), menyebabkantimbulnya adat-istiadat (customs) yang dalam hal ini bermakna sebagai suatupengetahuan, gagasan, dan konsep yang dianut oleh sebagian besar wargasuatu masyarakat, materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian(personality), serta segala macam tingkah-laku yang menjadi pola umum bagisebagian besar masyarakat yang diatur dalam adat-istiadat (kepribadianumum), biasanya berwujud pola-pola tindakan yang saling berkaitan satudengan lain itu, biasanya disebut dengan sistem sosial (social system).Kepribadian umum (modal personality) adalah kepribadian yang ada padasebagian besar warga suatu masyarakat, yang disebut juga dengan istilahwatak umum.Pembentukan kepribadian seseorang berlangsung dalam suatu proses yangdisebut dengan sosialisasi, yaitu suatu proses dengan mana seseorangmenghayati (mendarah-dagingkan-internalize) norma-norma kelompokdimana ia hidup sehingga muncullah dirinya yang “unik”.Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian sebagaiproses sosialisasi mencakup:
1. Warisan biologis.2. Lingkungan fisik.3. Kebudayaan. 4. Pengalaman kelompok.5. pengalaman unik.
A. Warisan Biologis
Semua manusia yang normal dan sehat mempunyai persamaan biologistertentu, seperti mempunyai dua tangan, panca indera, kelenjar seks, danotak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapapersamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang.Setiap warisan biologis seserang juga bersifat unik, yang berarti, bahwa tidakseorang pun (kecuali anak kembar) yang mempunyai karakteristik fisik yanghampir sama.Beberapa orang percaya bahwa kepribadian seseorang tidak lebih darisekedar penampilan warisan biologisnya. Karakteristik kepribadian seperti
 
ketekunan, ambisi, kejujuran, kriminalitas, kelainan seksual, dan ciri yang laindianggap timbul dari kecenderungan-kecenderungan turunan.Bahkan ada yang beranggapan, melalui tampilan fisik dapat diketahuibagaimana kepribadian orang tersebut. Contoh dalam hal ini dapat dilihatdalam buku-buku primbon Jawa, mulai dari fisik, rambut, kulit, bentuk muka,hingga tahi lalat.Dewasa ini tidak banyak lagi yang masih mempercayai anggapan ini.Pandangan sekarang ini menyatakan bahwa kepribadian seseorang dibentukoleh pengalaman. Sebenarnya perbedaan individual dalam kemampuan,prestasi, dan perilaku hampir semuanya berhubungan dengan lingkungan, danbahwa perbedaan individu dalam warisan biologis tidak begitu penting.Fenomena kontradiktif ini, antara “bawaan dan asuhan”, berlangsung cukuplama, dan masing-masing memiliki penganut yang cukup besar. Suatupenelitian terhadap 2.500 anak kembar siswa SLTA merupakan salah satulangkah untuk mencari derajat kebenaran dari masing-masing anggapandikemukakan oleh Nichols (1977), hasilnya menyimpulkan bahwa hampirsetengah variasi di antara orang-orang dalam spektrum ciri-ciri psikologisyang luas adalah akibat dari perbedaan karakteristik genetis, sedangkansetengahnya lagi adalah akibat lingkungan.Penelitian lain dilaksanakan Medico-genetical Institute di Moskow, yangmemisahkan seribu pasangan anak kembar ketika masih bayi danmenempatkan mereka dalam lingkungan yang terkendali untuk diamatiselama 2 tahun. Hasilnya mendukung dengan jelas suatu dasar keturunandalam beberapa ciri, termasuk perbedaan kecerdasan.Masalah warisan biologis/keturunan versus lingkungan pada dasarnya bukanhanya masalah ilmiah, tetapi juga politis. Seperti gusarnya golongan Marxis(penganut ajaran Marx) melihat bukti bahwa ada perbedaan dalam kecakapanbawaan, kalangan konservatif (kolot, konvensional, tradisional) yang dengansenang hati menggunakan bukti kecakapan warisan yang berbeda untukmemperoleh hak yang berbeda.Perbedaan individual dalam warisan biologis adalah nyata, terlepas dariapakah kenyataannya demikian menyebabkan seseorang bahagia atau tidak.Untuk beberapa ciri, warisan biologis lebih penting daripada yang lain.Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa IQ anak angkat lebih miripdengan IQ orang tua kandungnya daripada dengan orang tua angkatnya(Horton, 1993). Namun, meskipun perbedaan individual dalam IQ tampaknyalebih banyak ditentukan oleh keturunan daripada oleh lingkungan, banyakperbedaan yang lainnya ditentukan oleh lingkungan. Suatu studi baru-baru inimenemukan bukti bahwa faktor keturunan berpengaruh kuat terhadapkeramah-tamahan, perilaku kompulsif (memaksa) dan kemudahan dalampergaulan sosial, tetapi faktor keturunan tidak begitu penting dalamkepemimpinan, pengendalian dorongan impulsif (cepat bertindak), sikap, danminat.
 
Kesimpulannya, bahwa warisan biologis penting dalam beberapa cirikepribadian dan kurang penting dalam hal-hal lain. Tidak ada kasus yangdapat mengukur pengaruh keturunan dan lingkungan dengan tepat, tetapibanyak ilmuwan sependapat bahwa apakah potensi warisan seseorangberkembang sepenuhnya, sangat dipengaruhl oleh pengalaman sosial orangyang bersangkutan.Beberapa orang berpandangan bahwa orang gemuk adalah periang, bahwaorang dengan kening yang lebar cerdas, bahwa orang berambut merahberwatak mudah meledak/marah, bahwa orang dengan rahang lebarmempunyai kepribadian yang kuat. Banyak keyakinan umum seperti itu telahterbukti tidak benar ketika diuji secara empiris, meskipun kadang-kadangditemukan beberapa hubungan yang absah.Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Bar (1977) denganmembandingkan kelompok sampel berambut merah dengan suatu kelompokkendali yang terdiri dari orang-orang dengan berbagai warna rambut danmelaporkan bahwa watak si rambut merah umumnya memang lebih seringmeledak-ledak dan agresif. la mengemukakan adanya hubungan genetisantara karakteristik fisik (rambut merah) dengan karakteristik kepribadian(mudah meledak, agresif).Penjelasan lain menyatakan bahwa setiap karakteristik fisik didefinisikansecara sosial dan kultural dalam setiap masyarakat (Horton, 1993). Misalkan,gadis gemuk dikagumi di Dahomey. Suatu karakteristik fisik dapat menjadikanseseorang cantik dalam suatu masyarakat dan menjadi “anak bebek burukrupa” dalam masyarakat lain. Oleh karena itu, karakteristik fisik tertentumenjadi suatu faktor dalam perkembangan kepribadian sesuai denganbagaimana ia didefinisikan dan diperlakukan dalam masyarakat dan olehkelompok acuan seseorang. Kalau orang berambut merah diharapkan mudahmeledak dan dibenarkan kalau marah, tidak mengherankan bila merekamenjadi pemarah. Sebagaimana dinyatakan diatas, orang menanggapiharapan perilaku dari orang lain dan cenderung menjadi berperilaku sepertiyang diharapkan oleh orang lain tersebut.Sebagai kesimpulan, karakteristik fisik jarang menghasilkan sifat-sifat perilakutertentu, harapan sosial dan kulturallah yang menyebabkannyademikian.
B. Lingkungan Fisik 
Sorokin (1928) menyimpulkan teori beratus-ratus penulis dari Conficius,Aristoteles, dan Hipocrates sampai kepada ahli geografi Ellsworth Huntington,yang menekankan bahwa perbedaan perilaku kelompok terutama disebabkanoleh perbedaan iklim, topografi, dan sumber alam. Teori tersebut sesuai benardengan kerangka etnosentris (pandangan yang menyatakan anggota badankita lebih baik dibandingkan dengan lainnya, karena geografi memberikanketerangan yang cukup baik dan jelas objektif terhadap kebajikan nasionaldan sifat-sifat buruk orang lain.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Karimah Permata liked this
Fajar Nauri liked this
Dzawis Sa'adah liked this
Bu Rossie liked this
Jatie Lover'z liked this
Nicky Trader liked this
Yu'n Yunita liked this
Imam Arifin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->