Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fungsi Sosial Hak Milik Atas Tanah

Fungsi Sosial Hak Milik Atas Tanah

Ratings: (0)|Views: 319 |Likes:
Published by jana kusuma
fungsi sosial hak milik atas tanah
fungsi sosial hak milik atas tanah

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: jana kusuma on Aug 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

 
 
FUNGSI SOSIAL HAK MILIK ATAS TANAH
Oleh : I Made Jana Kusuma, S.H. NPM :P3600210071
I.PendahuluanA.Latar belakang
Dengan diundangkannya Undang Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang PeraturanDasar Pokok Pokok Agraria, maka berakhirlah plularisme hukum pertanahan diIndonesia. Dengan berlakunya Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) berartiterwujudnya unifikasi hukum pertanahan di Indonesia, dengan harapan membawakepastian hukum dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatIndonesia.Didalam salah satu pertimbangan diundangkan UUPA, yang dinyatakan dalam salahsatu konsiderannya, bahwa didalam Negara Republik Indonesia yang susunan kehidupanrakyatnya, termasuk perekonomiannya, terutama masih bercorak agraris, bumi, air danruang angkasa, sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa mempunyai fungsi yang adil danmakmur. Atas dasar itu diharapkan hukum agraria nasional harus memberi kemungkinanakan tercapainya fungsi bumi, air, dan ruang angkasa sebagai yang dimaksud diatas danharus sesuai dengan kepentingan rakyat Indonesia serta memenuhi pula keperluannyamenurut permintaan zaman dalam segala soal agraria. Disamping itu hukum agrarianasional itu harus mewujudkan penjelmaan dari Ketuhanan Yang maha Esa,Perikemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial, sebagai asas kerohanianNegara dan cita-cita bangsa Indonesia seperti yang tercantum didalam pembukaanUndang Undang Dasar.
 
Adapun tujuan pembentukan Undang Undang Pokok Agraria adalah untuk menciptakan kepastian hukum dalam rangka mewujudkan kemakmuran dankesejahteraan masyaraka. Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam konsideranUUPA yang mengandung suatu maksud untuk memberikan perlindungan bagimasyarakat tani yang selama berlakunya hukum tanah barat menjadi masyarakat yangtermarjinalkan. Atas dasar pertimbangan tersebut maka dalam pembentukannya UUPAmenjadikan hukum adat sebagai sumber utama dan sebagai sumber pelengkap, sehinggaUUPA sebagai hak negara dengan hukum adat sebagai hukum rakyat diharapkan dapatberkoeksistensi dalam pengaturan dan penerapan hak-hak atas tanah (I Made Suwitra,2010,
 Eksistensi Hak Penguasaan dan Pemilikan Atas Tanah Adat di Bali dalamPerspektif Hukum Agraria Nasional
, Bandung: Logoz,XVII).Sesuai dengan namanya UUPA hanya memuat hal-hal yang pokok-pokok saja,maka dalam pelaksanaannya perlu diatur lagi dalam peraturan perundang-undangan yanglain dan dalam peraturan pelaksananya.Berkaitan dengan hal tersebut tentang pengaturan hak milik diatur dalam halpenggunaannya oleh orang lain diatur dengan peraturan perundangan (pasal 24), akantetapi sejak diundangkan UUPA sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur tentanghal tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya terjadi bermacam-macam penafsiran(
interpretable
), seperti misalnya tentang fungsi sosial dari hak milik atas tanah yangdinyatakan dalam pasal 6. Apa yang dinyatakan dalam pasal tersebut secara implisitmembawa pesan pemilikan hak atas tanah oleh perorangan tidak dimungkinkan secaramutlak atau absolut seperti hak milik yang diatur dalam hukum barat (BW) yang disebuteigendom yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia.Melalui berbagai penafsiran, ditemui berbagai peraturan pertanahan yang lebihberfungsi fasilitatif para pengusaha industri, penafsiran, meliputi penafsiran tentang sifatfungsi sosial atas tanah yang sebenarnya baru merupakan konsepsi dengan asas-asas danketentuan-ketentuan pokoknya dalam UUPA dan beberapa undang-undang pokok lain,sampai sekarang, belum cukup memasyarakat. Ketentuan-ketentuan yang merupakanpenjabaran sifat fungsi sosial tampaknya belum dilaksanakan sebagaimana diharapkanpada waktu dibuatnya.(Boedi Harsono, 1992,
Pembebasan Tanah, kendala, dan
 
 Alternatifnya
, Makalah Seminar Nasional Penanganan Kasus pertanahan di Indonesia, jakarta: Universitas Taruma Negara/IPHI, hal 291).Didalam perkembangan masyarakat dewasa ini yang corak kehidupannya telahmengalami pergeseran dari agraris menuju industrialisasi akibat dari globalisasi yangmembawa konsekwensi pada cara pandang seseorang terhadap hak milik yang berfungsisosial. Cara pandang pada hak milik ini diakibatkan karena belum ada aturan perundangundangan yang khusus mengaturnya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh UUPA.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka muncul pertanyaan, yaitu : Apakahfungsi sosial hak milik atas tanah dalam implementasinya, telah sesuai dengan maksudyang dinyatakan dalam pasal 6 UUPA? Hal ini menjadi rumusan masalah yang dibahasdalam peper ini.
II.Hakekat Hak Milik Atas TanahA.Pengertian Hak Milik
Menurut pasal 16 ayat (1) dinyatakan bahwa Hak-hak atas tanah sebagai yangdimaksud dalam pasal 4 ayat (1) terdiri dari hak milik, hak guna usaha, hak gunabangunan, hak pakai, hak sewa, hak membuka tanah, hak memungut hasil hutan, danhak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas yang akan ditetapkandengan undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang disebutkandalam pasal 53.Hak milik merupakan salah satu hak atas tanah yang diberikan oleh negara yangboleh dipunyai oleh orang-orang dan badan hukum baik sendiri maupun secara bersama-sama dengan orang lain. Menurut pasal 20 UUPA yang dimaksud dengan hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah.Sebagai hak yang terkuat dan terpenuh diantara hak-hak atas tanah yang ada, bolehdigunakan untuk segala keperluan yang terbuka bagi hak-hak atas tanah yang lain, tanpabatas waktu, sedangkan yang terbatas sesuai dengan jangka waktu penggunaannya.
Adapun arti dari “ ter ” dalam kata terkuat dan terpenuh adalah untuk membedakan
dengan hak-hak yang lainnya, dalam hal ini hak milik mempunyai kedudukan yangtertinggi diantara hak-hak atas tanah yang lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->