Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
2Activity
P. 1
Chapter II

Chapter II

Ratings: (0)|Views: 1,508|Likes:
Published by Vina Khansa
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Vina Khansa on Aug 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Konsep dan Hakikat CSR
Ada banyak definisi yang diberikan untuk konsep CSR. Dari kata-kata
corporate, social,
dan
responsibility
yang terkandung dalam istilah ini, makaCSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab yang dimiliki oleh suatu perusahaanterhadap masyarakat di mana perusahaan tersebut berdiri atau menjalankan usahanya(http://www6.miami.edu/ethics/pdf_files/csr_guide.pdf, diakses 22 Jun. 2009).Mas Achmad Daniri selaku
Chairman of Mirror Committee on Social Responsibility
Indonesia menyebutkan CSR merupakan basis teori tentang perlunyasebuah perusahaan membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.Secara teoretis, CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatuperusahaan terhadap para
strategic-stakeholdersnya,
terutama komunitas ataumasyarakat di sekitar wilayah kerja dan operasinya.Edi Suharto (2008) mengartikan CSR operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, danberkelanjutan. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan seringdiidentikkan dengan CSR adalah
corporate giving, corporate philanthropy, corporatecommunity relations
, dan
community development.
Suharto melanjutkan, ditinjau dari motivasinya, keempat nama itu bisadimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR.
Corporate giving
bermotif amal atau
Universitas Sumatera Utara
 
charity
,
corporate philanthropy
bermotif kemanusiaan dan
corporate communityrelations
bernapaskan tebar pesona,
community development 
lebih bernuansapemberdayaan.Kamus online Wikipedia mendefinisikan CSR sebagai suatu konsep bahwasuatu organisasi (khususnya, tapi tidak terbatas pada perusahaan) memilikikewajiban untuk memperhatikan kepentingan pelanggan, karyawan, pemegangsaham, komunitas dan pertimbangan-pertimbangan ekologis dalam segala aspek dariusahanya.CSR berhubungan erat denganpembangunan berkelanjutan, di mana adaargumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harusmendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnyakeuntungan ataudevidenmelainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial danlingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang(http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan, 25 Juni 2009).Selanjutnya, Bank Dunia menyebutkan
“CSR is the commitmen of bussinessto contribute to sustainable economic development working with employees and their repersentatives, the local community and society for bussines and good for development.”
Dalam hal ini CSR itu berarti komitmen bisnis untuk berperilakuetis dan berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan dengan bekerja samadengan seluruh pemangku kepentingan guna memperbaiki kehidupan mereka dengancara yang bermanfaat bagi bisnis, agenda pembangunan berkelanjutan, sertamasyarakat umum.
Universitas Sumatera Utara
 
Definisi yang juga diterima luas oleh para praktisi dan aktivis CSR adalahdefinisi menurut
The World Business Council for Sustainable Development 
yaitubahwa CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku etis dan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi sambilmeningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitaslokal dan masyarakat pada umumnya.Dengan demikian konsep CSR memiliki arti bahwa selain memilikitanggung jawab untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang saham danuntuk menjalankan bisnisnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, suatu perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral, etika, dan filantropik. Pandangan tradisionalmengenai perusahaan melihat bahwa tanggung jawab utama (jika bukan satu-satunya)perusahaan adalah semata-mata terhadap pemiliknya, atau para pemegang saham(Asongu,J.J.http://www.mallenbaker.net/ csr/ CSRfiles/ definition. html).Hakikat yang lebih luas yaitu bahwa perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap pihak-pihak lain seperti karyawan, supplier, konsumen, komunitassetempat, masyarakat secara luas, pemerintah, dan kelompok-kelompok lainnya.Rumusan atau definisi atau pengertian yang diberikan di atas menunjukkankepada masyarakat bahwa setidaknya ada tiga hal pokok yang membentuk pemahaman atau konsep mengenai c
orporate social responshibility
. Ketiga haltersebut menurut Gunawan Widjaya & Yeremia Ardi Pratama (2008) adalah :1.
 
Bahwa sebagai suatu
artificial person
, perusahaan atau korporasi tidaklahberdiri sendiri dan terisolasi, perusahaan atau perseroan tidak dapatmenyatakan bahwa mereka tidak memiliki tanggungjawab terhadap keadaanekonomi, lingkungan maupun sosialnya;
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->