Gagasan Kurikulum Masa Depan - 2007
2
1. PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI
Pada makalah “Pendidikan (Kita di) Masa Depan”, Dr William Chang membahastentang pendidikan di tengah perubahan sosial, pendidikan tempo “doeloe”, sekilaspendidikan sekarang, dan pendidikan masa depan. Tentang gambaran masa depan,dipaparkan tentang beberapa gejala sosial dan nilai dasar, yaitu ketidakadilan sosial,kemanusiaan dan gender, kedisiplinan, dan masalah ekologi. Disinggung pula tentang tigaunsur penting, yaitu
what to know, how to learn
, serta mentalitas, kultur, pandangan, dangaya hidup peserta didik.Selanjutnya, diuraikan tentang perlunya mengembangkan kebudayaan moral dalamdunia pendidikan, cq sekolah, antara lain melalui kepemimpinan moral dan akademik,pelajaran-pelajaran bernilai moral yang bisa bentuk perilaku, peningkatan rasakomunitarian untuk bisa lebih mengenal yang lain, semangat demokratis, lingkunganmoral yang mengandalkan dialog, dan lebih diperhatikannya dimensi moral dalampergaulan.Selain itu, dibahas juga tentang ciri-ciri manusia Indonesia yang pernahdikemukakan Mochtar Lubis pada tahun 1977 dan bagaimana pendidikan kita di masadepan menanggapi kenyataan ciri-ciri manusia Indonesia ini.Akhirnya, dipaparkan beberapa rekomendasi yang berhubungan denganpengembangan kurikulum, yaitu:
•
Penyusunan kurikulum sebaiknya menganut prinsip benar, baik, dan indah.
•
Kurikulum yang dikembangkan sebaiknya terkait dengan “teori pengetahuan”.Pengetahuan sebagai kebenaran dan bukan sebagai “
vested interests
”.
•
Perlu diperhatikan aspek-aspek normatif kurikulum, seperti peran pendidikan nilaidalam kurikulum, pengaruh kultur sosial dan tuntutan masyarakat atau keperluanindividu, dan perancangan kurikulum yang kontekstual tanpa kehilangan aspek normatif.
•
Pengintegrasian “teori nilai” sambil memperhatikan hirarki nilai, serta sosialisasi nilaidasar kemanusiaan yang universal sejak jenjang pendidikan dasar.
•
Pemberian perhatian kepada dimensi estetik kurikulum.
2. PARADIGMA PENDIDIKAN PROGRESIF
Utomo Danan Jaya dalam makalahnya yang berjudul ” Kurikulum Masa Depan”membandingkan paradigma pendidikan yang konservatif dan progresif. Perbandingan itumeliputi pandangan filosofis yang mendasari, dan teori-teori para ahli pendidikan, tujuankegiatan belajar-mengajar, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum yang berbasispengetahuan dan berbasis kompetensi, serta pendekatan belajar-mengajar yang dianutyang berimplikasi kepada perbedaan peran guru dan siswa, serta penilaian hasil kemajuanbelajar siswa.Paparan pandangan Utomo Danan Jaya amat menarik diperhatikan para pengambilkeputusan, pengembang kurikulum dan penilaian, serta praktisi pendidikan, terutamakepala sekolah dan guru. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain dikemukakan berikutini.
•
Perlu dikembangkan pola pendidikan yang progresif, antisipatif ke masa depan, mudahberadaptasi, dan terbebas dari kungkungan dan dominasi pemerintah.
•
Pendidikan jangan hanya menjadi instrumentasi kebijakan, hasrat, minat, kondisisesaat.