• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 4
    CommentGo Back
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Umum
Persimpangan dengan lampu lalu lintas merupakan suatu bagian yang kompleksdengan sistem lalu lintas. Analisa arus lalu lintas pada persimpangan dengan lampu lalulintas harus melibatkan variasi yang luas dari kondisi-kondisi yang menentukan yangmeliputi jumlah dan distribusi lalu lintas, komposisi lalu lintas, karakteristik geometrik,dan pengatur system lalu lintas dipersimpangan. Pada umumnya sinyal lalu lintasdipergunakan untuk satu atau lebih dari alasan berikut :-Untuk menghindari kemacetan simpang akibat adanya konflik arus lalu lintas,sehingga terjamin bahwa suatu kapasitas tertentu dapat dapat dipertahankan, bahkanselama kondisi lalu lintas jam puncak -Untuk memberi kesempatan kepada kendaraan dan atau pejalan kaki dari jalansimpang (kecil) untuk atau memotong jalan utama.-Untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas akibat tabrakan antara kendaraan-kendaraan dari arah yang berlawanan.Arus lalu lintas tersusun mula-mula dari kendaraan tunggal yang terpisah, bergerak mmenurut kecepatan yang dikehendaki pengemudinya, tanpa halangan dan berjalan tidak tergantung pada kendaraan lainnya. Karena perbedaan kecepatan, kendaraan yang lebihcepat akan terus mendekati kendaraan yang lebih lambat, namun bila ada kendaraan yangmenghalangi untuk mendahului, maka akan terbentuk antrian yang bergerak.Antrian inisemakin lama semakin panjang dan membagi kelompok-kelompok kesatuan sampai semuakendaraan membentuk suatu arus tunggal, meskipun tidak begitu rapat. Denganmeningkatnya arus, konsentrasi juga akan meningkat sehingga volume kendaraan padakaki simpang tersebut relatif besar. Volume kendaraan yang relatif besar ini akan berhentisaat lampu lalu lintas menunjukan waktu merah dan terjadi antrian yang panjang. Pada saatlampu lalu lintas telah memberikan hak berjalan, kendaraan bergerak meninggalkan garishenti secara beriringan sampai pada titik jenuh. (Hobbs, 1995)2.2.
Arus Lalu Lintas
2.2.1.
Jarak dan Waktu Antara.
Ruang
(space)
dapat diatur baik dalam batasan jarak maupun waktu, yang disebutsebagai jarak antara
(distance headway)
dan waktu antara
(time headway)
. Jarak dan waktu
 
antara ini sangat penting bagi seluruh operasi dan kontrol lalu lintas, dan manuver kendaraan termasuk menyalip, pindah jalur dan pergerakan di persimpangan jalan. Padasaat kendaraan yang bergerak cepat mendekati kendaraan yang bergerak lebih lambat, pengemudi yang di belakang pada saat kritis dan memutuskan untuk mengurangikecepatan sampai mendekati nol dan membuntuti, atau pindah jalur dan menyalip jikaterdapat ruang yang cukup pada jalur didekatnya. Ruang antara dari pengemudi yang berikutnya terpengaruh oleh kendaraan sebelumnya disebut sebagai rintangan antara
(interference headway).
Pada satu jalan dua jalur dua arah, antrian kendaraan akan terbentuk dibelakangkendaraan yang berjalan lambat sesegera mungkin ruang antara pada jalur yang berlawanan turun dibawah kebutuhan minimum untuk menyalip. Dapat pula dilihat arus bahwa jika arus meningkat, proporsi ukuran ruang antara yang pantas diatas batas yangdiperlukan akan berkurang. Dengan kata lain, peningkatan aliran pada setiap jalummembutuhkan lebih banyak kecepatan individual, tetapi ada kemampuan penurunan
 gap
(jarak) ruang antara yang tersedia untuk melayani hal tersebut. Pembatasan jarak  pandangan vertikal dan horisontal serta formasi antrian pendek lebih lanjut akanmengurangi kesempatan-kesempatan sebab dibutuhkan ruang antara yang lebih besar (Hobbs, 1995).2.2.2.
Diagram Waktu-Ruang
Salah satu cara untuk menganalisa arus kendaraan adalah dengan diagram waktu-ruang. Diagram waktu-ruang mmerupakan suatu gambaran gerakan semua kendaraan padasuatu jalur gerak, dimana ditunjukkan lokasi setiap kendaraan pada suatu jalur gerak,dimana ditunjukkan lokasi kendaraan dalam bentuk fungsi dari waktu. Pada gambar 2.1dapat dilihat diagram ruang-waktu, dimana sumbu vertikal menunjukkan lokasi sepanjang jalur gerak (ruang) dan sumbu horisontal menunjukkan waktu.
 
Gambar 2.1 Diagram Ruang-Waktu.
(Sumber : Hobbs, 1995)
Pada Gambar 2.1 tersebut menunjukkan delapan kendaraan. Pada kendaraandengan label 1 bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga garis yang menunjukkangerakannya mempunyai kemiringan konstan pula. Lebar garis 1 ini sesuai dengan panjangkendaraan. Kendaraan dengan label 2 yang mengikuti 1 pada mulanya berjalan dengankecepatan konstan, kemudian diperlambat, berhenti untuk waktu yang singkat dan akhirnya bergerak dipercepat lagi. Lebar garis ini lebih besar dari besar untuk kendaraan 1, yang berarti kendaraan lebih panjang dari kendaraan 1. Demikian juga dengan kendaraan laindiperlihatkan dengan kecepatan yang berbeda (Morlok, 1991).Diagram waktu-ruang memperlihatkan semua gerakan kendaraan pada suatu jalur gerak yang menuju persimpangan dengan lampu lalu lintas.2.2.3.
Kapasitas
Kapasitas jalan dapat didefinisikan sebagai volume kendaraan maksimum yangdapat melewati suatu ruas jalan persatuan waktu dalam kondisi tertentu. Besarnyakapasitas jalan tergantung khususnya pada lebar jalan dan gangguan terhadap arus lalulintas yang melalui jalan tersebut, (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1999).Kapasitas jalan akan sangat bergantung kecepatan, volume dan kepadatan dari lalu lintasdisuatu ruas jalan tertentu. Semakin banyak kendaraan di jalan maka akan terjadi penurunan kecepatan dari rata-rata kendaraan di jalan tersebut. Hubungan kecepatan danvolume dapat dikelompokkan kedalam beberapa kelompok seperti ditunjukkan dalamgambar 2.2.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

susah amir donloadnya

ho'oh gak bsa didownload

aduh bro kasi option download donk.. :S

gimana cara downloadnya?

gak tw ne pelit amat mw download aj

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...