Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kelengkapan imunisasi

kelengkapan imunisasi

Ratings: (0)|Views: 183 |Likes:

More info:

Published by: HyuGandjar Mas Wahyu on Aug 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
 Artikel Asli
1
Sari Pediatri
, Vol. 11, No. 1, Juni 2009
Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Balita danFaktor-Faktor yang Berhubungan di Poliklinik  Anak Beberapa Rumah Sakit di Jakarta danSekitarnya pada Bulan Maret 2008
 Mathilda Albertina, Sari Febriana, Wibisono Firmanda, Yusie Permata, Hartono Gunardi 
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta 
Latar belakang.
Program pengembangan imunisasi sudah berjalan sejak tahun 1974. Namun menurut survei kesehatan nasional 2003, cakupan imunisasi lengkap hanya 51% pada laki-laki dan 52% pada perempuan.
Tujuan.
Mengetahui kelengkapan imunisasi dasar anak balita, alasan ketidaklengkapan imunisasi, serta hubungan pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, pengetahuan, dan sikap orangtua dengan kelengkapanimunisasi di beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya.
Metode.
Penelitian potong lintang menggunakan kuesioner dengan subjek orangtua dari anak usia 1-5tahun yang berkunjung ke poliklinik anak RS. Dr. Cipto Mangunkusumo, RS. Fatmawati, RS. Tarakan,dan RS. Mary Cileungsi Hijau Bogor.
Hasil.
Didapatkan kelengkapan imunisasi dasar 61%. Ketidaklengkapan imunisasi umumnya disebabkanorangtua tidak tahu jadwal imunisasi (34,8%) dan anak sakit (28,43%). Terdapat hubungan antara pengetahuan orangtua dengan kelengkapan imunisasi. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan orangtua,pendapatan keluarga, serta sikap orangtua dengan kelengkapan imunisasi.
Kesimpulan.
Kelengkapan imunisasi dasar anak balita di tempat penelitian 61%. Faktor yang berhubungandengan kelengkapan imunisasi ialah pengetahuan orangtua. (
Sari Pediatri
2009;11(1):1-7).
Kata kunci:
imunisasi dasar, anak balita 
 Alamat korespondensi
DR. Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K). Divisi Tumbuh Kembang PediatriSosial. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Jl. Salemba no.6, Jakarta 10430. Telepon: 021-3160622. Fax.021-3913982
I
munisasi merupakan upaya pencegahan primeryang efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit infeksi yang dapat dicegah denganimunisasi.
1
Program Pengembangan Imunisasi(PPI) telah dicanangkan oleh WHO sejak tahun 1974dengan tujuh penyakit target yaitu difteri, tetanus,
 
2
 Mathilda Albertina dkk 
: Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Balita dan Faktor-Faktor yang Berhubungan
Sari Pediatri
, Vol. 11, No. 1, Juni 2009
pertusis, polio, campak, tuberkulosis, dan hepatitisB. Indonesia telah melaksanakan PPI sejak tahun1977.
2
 Angka cakupan imunisasi masing-masing vaksinPPI pada tahun 2003 cukup tinggi yaitu BCG 97,9%, DTP1 96,6%, Polio3 91,8%, Campak 89,2%,dan Hepatitis B3 79,4%.
3
Namun menurut hasilsurvei kesehatan nasional pada tahun 2003, cakupanimunisasi lengkap hanya mencapai 51% pada laki-lakidan 52% pada perempuan.
4
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ke-lengkapan imunisasi dasar pada anak balita, alasanketidaklengkapan imunisasi dasar pada anak balita,serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara pendidikan orangtua (ayah dan ibu), pendapatan perkapita keluarga, pengetahuan, serta sikap orangtua terhadap imunisasi dengan kelengkapan imunisasidasar pada anak balita di beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya.
Metode
Penelitian potong-lintang dilakukan dengan meng-gunakan kuesioner di poliklinik anak RS. Dr. CiptoMangunkusumo, RS. Fatmawati, RS. Tarakan, danRS. Mary Cileungsi Bogor pada tanggal 04–16 Maret2008. Sampel dihitung berdasarkan rumus survei variabel tunggal, dengan
 p
=51% sesuai cakupanimunisasi lengkap menurut survei kesehatan nasionaltahun 2003.
4
Sampel diambil secara 
consecutive sampling,
kriteria inklusi yaitu orangtua memiliki anak balita, ada catatan imunisasi (KMS/kartu imunisasi/kartu kesehatan lainnya) atau masih ingat mengenaidata imunisasi anak. Kriteria eksklusif adalah anak yang menderita penyakit/keadaan sehingga tidak dapat diimunisasi seperti keganasan, HIV/AIDS, danorangtua menolak berpartisipasi. Variabel terikat yang diteliti ialah kelengkapanimunisasi dasar anak balita serta alasan ketidak-lengkapan imunisasi dasar. Variabel bebas sepertipendidikan orangtua (ayah dan ibu), pendapatan perkapita keluarga per bulan, pengetahuan, serta sikaporangtua terhadap imunisasi. Imunisasi dasar secara lengkap meliputi imunisasi hepatitis B 3 kali, imunisasipolio minimal 3 kali (polio-0 tidak dihitung), BCG1 kali, DTP 3 kali, dan campak 1 kali.
5
Pendidikanorangtua diklasifikasikan menjadi rendah (lulusSLTP/sederajat atau kurang), menengah (lulus SLTA/sederajat), tinggi (lulus perguruan tinggi/akademi).Pendapatan keluarga diklasifikasikan berdasarkankriteria Bank Dunia 2007
6
setelah dikonversidengan kurs yang berlaku saat dilakukan penelitian.
7
Pengetahuan dan sikap orangtua akan diklasifikasikanberdasarkan total skor dari jawaban kuesioner.Pengetahuan dan sikap baik jika >80%, cukup 60-80%, dan rendah <60% nilai maksimal.Data dianalisis menggunakan uji
chi-square 
atau
Fisher-exact test,
menggunakan program komputerSPSS versi 12. Hubungan antar variabel dianggapbermakna jika dalam uji statistik didapatkan nilai
 p
kurang dari 0,05.
Hasil
Dalam periode penelitian terkumpul 76 respondendari RS Dr. Cipto Mangunkusumo, 76 respondendari RS. Fatmawati, 76 responden dari RS. Tarakan,dan 86 responden dari RS. Mary Cileungsi. Tabel 1menunjukkan karakteristik responden di empat tempatpenelitian. Sebagian besar responden (32,7%) memilikianak berusia 24-35 bulan. Sebagian besar ibu dan ayahberpendidikan menengah yaitu 58,4% dan 53,7%.Pendapatan per kapita terbanyak adalah pendapatanrendah (85,5%), dan tidak ada yang berpendapatantinggi.Pengetahuan orangtua sebagian besar tergolong baik (86%), hampir semua sikap orangtua tergolong baik (96,2%) (Tabel 2). Anak balita yang telah mendapat imunisasidasar lengkap 61% dan 39% lainnya tidak lengkap.Ketidaklengkapan imunisasi paling banyak karena orangtua tidak tahu jadwal imunisasi (34,8%) dananak yang sakit saat hendak diimunisasi (28,4%)(Tabel 3). Analisis hubungan antara pendidikan ayah,pendidikan ibu, pendapatan orangtua, pengetahuanserta sikap orangtua dengan kelengkapan imunisasididapatkan, hanya pengetahuan orangtua yang memiliki hubungan bermakna dengan kelengkapanimunisasi dasar. Dari faktor yang bermakna, dicarinilai rasio prevalensi dan didapatkan nilai 1,8 yang berarti kelompok responden dengan pengetahuantinggi memiliki prevalensi kelengkapan imunisasidasar 1,8 kali lebih besar dibandingkan dengankelompok dengan pengetahuan sedang serta rendah.
 
3
 Mathilda Albertina dkk 
: Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Balita dan Faktor-Faktor yang Berhubungan
Sari Pediatri
, Vol. 11, No. 1, Juni 2009
Diskusi
Penelitian kami mendapatkan angka kelengkapanimunisasi dasar 61%, sedangkan 39% lainnya tidak lengkap. Alasan ketidaklengkapan terbanyak ialahketidaktahuan akan jadwal imunisasi (34,8%).Sebaiknya Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandumaupun tenaga kesehatan mempublikasikan mengenai jadwal imunisasi secara lebih luas kepada para orangtua sehingga tidak ada lagi anak yang tidak mendapatkanimunisasi hanya karena orangtua tidak tahu jadwal. Alasan ketidaklengkapan lain yang banyak didapatkanialah anak sakit saat hendak diimunisasi (28,4%)dan orangtua takut akan efek samping imunisasi(23,5%). Anak yang sedang sakit memang menjadikontraindikasi untuk imunisasi tetapi tidak bisa dijadikan alasan ketidaklengkapan karena imunisasidapat dilakukan bila anak tersebut telah sembuh darisakit. Efek samping seperti demam atau anak reweltidak seharusnya menjadi alasan karena ringan dandapat diatasi. Untuk itu, tenaga kesehatan disarankanuntuk memberikan penjelasan mengenai efek samping imunisasi yang dapat terjadi, serta apa yang harus dilakukan orangtua jika terjadi efek samping.Masyarakat juga perlu diberi penjelasan mengenai
catch-up immunization
sehingga anak-anak yang sakitbisa tetap mendapatkan imunisasi.Lima variabel yang diteliti berkaitan dengankelengkapan imunisasi yaitu pendidikan ayah,pendidikan ibu, pendapatan per kapita keluarga perbulan, serta pengetahuan dan sikap terhadap imuni-sasi. Secara statistik, tidak terdapat hubungan antara pendidikan orangtua dengan kelengkapan imunisasidasar. Anak balita dengan ayah yang berpendidikansedang justru memiliki kelengkapan imunisasidasar yang lebih tinggi daripada anak dengan ayahberpendidikan tinggi, begitu juga dengan variabelpendidikan ibu. Hasil ini sesuai dengan penelitiananalisis faktor risiko ketidaklengkapan imunisasi diKecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, yang  juga tidak mendapatkan hubungan antara pendidikanorangtua dengan kelengkapan imunisasi.
8
Namun,hasil yang berbeda ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan di Kabupaten Aceh Besar tahun 1998-1999.
9
Pada penelitian tersebut didapatkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengankelengkapan imunisasi. Selain itu penelitian M. Ali2002
10
menyatakan bahwa pendidikan sebenarnya sangat penting dalam mempengaruhi pengertiandan partisipasi orang tua dalam program imunisasi.Dengan pendidikan yang semakin tinggi, maka orangtua cenderung menggunakan sarana kesehatansebagai suatu upaya pencegahan bukan pengobatan.Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh penyebaransampel yang tidak merata pada tiap kelompok.Selain itu, tidak adanya hubungan pendidikandengan kelengkapan imunisasi dapat disebabkan
Tabel 1. Karakteristik sosiodemografi respondenKarakteristikFrekuensi%Usia anak (bulan)12 – 23>23 – 35>35 – 47>47 – 6079103755825,132,723,818,4PendidikanayahRendahMenengahTinggi581847318,458,423,2PendidikanibuRendahMenengahTinggi831696326,353,720Pendapatanper kapita RendahMenengah papan bawahMenengah papan atas26945185,414,30,3Tabel 2. Pengetahuan dan sikap orangtua terhadapimunisasiOrangtuaKurangCukupBain%n%n%Pengetahuan31411327186Sikap10,3113,530196,2Tabel 3. Kelengkapan imunisasi dasar anak balita serta ketidaklengkapan imunisasiKelengkapan imunisasiFrekuensi%LengkapTidak lengkap1921236139Lupa SakitTidak tahu jadwal imunisasi Vaksin habisTidak ada PINTakut efek samping 245871214811,7628,4334,800,980,4923,53
Keterangan: satu responden dapat memiliki lebih dari 1 alasan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->