Bursa Saham & Valuta Asing dalam Perspektif Islam
Masailul Fiqh Al Haditsah
|Kelompok 15
3
“Sesungguhnya minuman keras (khamar), berjudi, menyembah berhala, mengundi nasib dengan
panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar
kamu mendapatkan keberuntungan”
Sehubungan dengan itu, ada beberapa pola bisnis yang kegiatannya mengandungspekulasi, pola bisnis tersebut adalah perdagangan bursa saham dan valuta asing. Melihat hal inimaka perlu adanya kajian mengenai perdagangan seperti ini. Hal ini untuk member kejelasan danketegasan yang sebenar-benarnya, sehingga tidak menimbulkan keraguan dan kesalan dikalanganorang-orang yang ingin dan sedang menjalankan usaha ini.
B. Pola Perdagangan Saham dan Valuta Asing
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Saham
Sebelum melangkah kepada pembahasan lebih lanjut, maka terlebih dahulu akandidefinisikan mengenai pengertian saham itu sendiri hal ini untuk memberikan kejelasanmengenai saham tersebut.Menurut bahasa,
Saham
artinya “serta atau sero”. Secara defenitif,
Saham
ialah suratbukti bagi persero dalam perseroan Terbatas (PT) Menurut Prof. DR. Rachmitro, S.H.,
“Saham
ialah suatu tanda ikut serta dalam modal perseroan”.
1
DR. Fuad
Mohd Fachruddin mendefinisikan, “
Saham
ialah sebagian dari kapital suatuperusahaan yang dibagi atas beberapa kesatuan untuk diperjual-belikan kepada orang yang
menginginkannya”.
2
Adapun dalam keputusan presiden RI no. 60 tahun 1988 tentang pasar Modal, pasal 1
ayat 3: “
Saham
adalah surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada PerseroanTerbatas sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Staatblad Tahun
1874 no. 23)”.
3
KumpulBlogger
dalam postingannya yang di muat dalam jurnal online menjelaskanbahwa saham adalah tanda penyertaanmodalpada perseroan terbatas seperti yang telah diketahuibahwa tujuan pemodal membeli saham untuk memperoleh penghasilan dari saham tersebut.
1
. Junaedi,
Transaksi Jual Beli Saham dan Obligasi di Pasar Modal Indonesia ditinjau dari Segi Hukum Islam
, (Jakarta: Kalam Mulia, 1995), hlm. 6, cet. II
2
.
Ibid
., hlm. 6
3
. Danareksa,
Kumpulan Peraturan
, (Jakarta: Kantor PPUE Pasar Modal), hlm. 10