Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SGB

SGB

Ratings: (0)|Views: 292|Likes:
Published by psari_19

More info:

Published by: psari_19 on Aug 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
REFARAT
SYNDROMA GUILLAIN - BARRE
Disusun Oleh :ANALYSA M. BOGAR 98 - 124Pembimbing :Dr. Cynthia Sahetapy, Sps
KEPANITERAAN KLINIK NEUROLOGIPERIODE 7 JULI - 9 AGUSTUS 2003FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS KRISTEN INDONESIAJAKARTA
SINDROMA GUILLAIN - BARRE
 
PENDAHULUAN
Sindroma Guillain - Barre (SGB) atau secara klinis sering disebut ”PoliRadikulo Neuropati Inflamasi Akut(PIA) adalah suatu penyakit yang menyerangradiks saraf baik ventral maupun dorsal yang bersifat akut dan mengakibatkankelumpuhan yang gejalanya dimulai dari tungkai bagian bawah dan meluas sampaitubuh dan otot-otot wajah.
(1,6)
SGB dapat terjadi diseluruh dunia dan menyerang semua usia dan ras. SGB jarang terjadi pada anak-anak, khususnya selama 2 tahun pertama kehidupan dansetelah umur tersebut frekuensinya cenderung meningkat. Frekuensi puncak pada usiadewasa muda. SGB tampil sebagai salah satu penyebab kelumpuhan yang utama dinegara maju atau berkembang seperti Indonesia.Sekitar 70 % - 80 % dari kasus SGB terjadi setelah penderita mengalami penyakit panas yang biasanya dari infeksi saluran nafas atas. Dan insidensinyameningkat dengan tingginya infeksi Cytomegalo virus.
(7)
 Walaupun sindroma ini merupakan penyakit yang sebagian besar dapatmengalami kesembuhan fungsional yang sempurna, tetapi tidak jarang terjadikematian karena perjalanan penyakitnya yang akut dan meluas ke bagian atas tubuhsehingga menimbulkan kegagalan pernafasan. Untuk itu pengawasan yang ketat dan penanganan yang baik pada penderita SGB sangat diperlukan untuk memperkecilangka kematiannya dan mengurangi gejala sisa defisit neurologisnya.
E T I O L O G I
 Penyebab dari SGB ini bisa dikatakan idiopatik atau disebabkan oleh infeksivirus. Tetapi yang dianut sekarang ialah bahwa penyakit SGB ini disebabkan oleh proses autoimun.
(7)
Keadaan dan penyakit-penyakit yang dapat dihubungkan dengan penyakitSGB ini adalah :
(2,7)
Infeksi Virus
 
Oleh Cytomegalo virus, Ebstein Barr virus
Infeksi BakteriSeperti Campilobacter typhoid jejuni, Mycoplasma pneumonie.
Pembedahan
Penyakit Sistemik Seperti keganasan, SLE, transplantasi ginjal, tiroiditis dan penyakitaddison.
Pasca vaksinasi
PATOGENESIS
(5,7)
Mekanisme pemicu terjadinya perubahan ( demielinisasi akut pada radikssaraf ) pada SGB belum dapat diketahui dengan pasti. Mekanisme pemicu yangdianggap paling mungkin dan paling sering terjadi adalah infeksi virus. Sebenarnyasemua virus yang terkait dengan SGB bersifat neurotropik dan dianggap bahwa invasilangsung pada sel-sel schwann dapat mengakibatkan kerusakan mielin. Diantaramulainya ISPA sampai timbulnya gejala kelumpuhan, terdapat masa bebas gejala penyakit kira-kira selama 3 - 4 minggu.Demielinisasi saraf tepi pada SGB dipengaruhi pula oleh faktor imunologiyang meliputi respon imunitas seluler dan humoral yang dipicu oleh inveksi virus( ISPA ) sebelumnya. Pada beberapa kasus, tubuh pasien membentuk antiboditerhadap glikoprotein mielin atau ganglion. Adapula yang membentuk sel T terhadap protein dasar mielin.Bila proses penyakit berat, demielinisasi segmental tersebut akanmenyebabkan rusaknya akson. Keadaan ini diperberat dengan adanya infiltrasilimfosit, makrofag dari pembuluh darah perifer yang menghasilkan sitokin (sitotoksik)sehingga merusak sel schwann atau mielin. Jika sudah terjadi kerusakan pada aksondan sel saraf sudah mati maka sel tersebut tidak dapat beregenerasi.
GAMBARAN KLINIK 
(3,7)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->